Landasan Bandara UMK Distorsi: Beresiko Tinggi Saat Pesawat Landing dan Take Off |
|
|
|
| Ditulis oleh ion |
| Kamis, 09 Februari 2012 09:48 |
|
“Sejak tahun lalu setiap musim hujan ya kondisinya seperti tadi. Apalagi landasan bandara dibeberapa bagian mengalmi distorsi hingga 12 centimeter, hingga adanya cekungan yang menampung air juga landasan bergelombang. Kami telah usulkan ke pusat dan rencananya tahun ini landasan akan kembali diperbaiki,” jelasnya. Susetyo tidak menampik fakta, seringnya kondisi ini mengakibatkan pesawat dari dan ke Waingapu, saat musim penghujan mengalami delay atau bahkan cancel. Juga kerap menimbulkan kecemasan warga pengguna jasa penerbangan. Langkah antisipasi yang bisa dilakukan selama ini, demikian lanjut Susetyo, barulah sebatas menguras atau memompa air dengan dua unit mesin pompa oleh petugas bandara sebelum pesawat landing juga sebelum pesawat take off. “Kami selama ini hanya bisa memompa atau menguras air di bandara dengan dua mesin pompa yang ada. Setelah dilakukan pengurasan kami akan berkoordinasi dengan bandara asal juga pilot. Selain itu sebelum take off kami juga lakukan pengecekan ketinggian air bersama pilot. Jika ketinggian air masih di batas toleransi, baru kami keluarkan clearance,” imbuhnya. Tak jarang landasan yang semestinya steril ini, justru kerap bisa dimasuki anjing peliharaan warga sekitar atau bahkan pegawai bandara yang menempati perumahan di areal bandara. Keselamatan dan kenyamanan penerbangan akhir-akhir ini terus menjadi sorotan publik, dari masalah narkoba oknum pilot, buruknya pelayanan dan kepastian jadwal penerbangan, hingga minimnya sarana pendukung keselamatan penerbangan di sejumlah bandara. Sampai kapankah ‘PR’ bagi instansi terkait ini akan dituntaskan? Akankah menjadi asa tak berujung? (ion) |
Berita Terkini
18 May 2012
- 17 May 2012 Jembatan Darurat Payeti: Telah Dibangun dengan Model yang Lebih 'Akrab' dengan Kaum Perempuan
- 16 May 2012 Hujan Berkepanjangan: Cemaskan Warga Pengguna Jembatan Darurat Payeti
- 10 May 2012 MTQ NTT akan Diinkulturasi: Bentuk Dukungan, Usulan Tenun Sumba Jadi Warisan Dunia
- 09 May 2012 Sebrangi Sungai & Bukit Terjal: Siswa SD Bidipraing Akhirnya di Asramakan Selama Pelaksanaan UN
- 08 May 2012 Listrik Proyek PNPM hanya Pajangan: Anak Lai Hiding Belajar Pakai Pelita untuk Hadapi UN
- 03 May 2012 PLN Janji Bina & Tindak Pencatat Meter Nakal
- 27 April 2012 Tikus ‘Invasi’ Lahan Pertanian : Warga Kombapari Terancam Gagal Panen
- 26 April 2012 Warga Mengadu ke DPRD: Diduga Petugas Pencatat Meter PLN Kerja ‘Curi Tulang’
- 24 April 2012 Cara Siswa/i SMPN Nggoa Hadapi UN: Gunakan Lampu Pelita Saat Belajar, Jalan Kaki 7 KM ke Sekolah
- 16 April 2012 Diduga Karena Belum Terima Gaji, Staf Dispenduk Sumba Timur Mogok Berkantor
- 13 April 2012 Naskah Ujian Nasional di Sumba Timur Kurang
- 08 April 2012 18 Tahun Didera Hydrochepalus & Lumpuh: Walau Lirih, Zakarias Tetap Bersenandung
- 06 April 2012 Jemaat GKS Kambaniru Gelar Prosesi Jalan Salib
- 05 April 2012 Sekolah di Sumba Timur, 75% Dibawah Standart Mutu Nasional
- 04 April 2012 Apresiasi Perjuangan Anak Lai Hiding: Dinas PPO Sumba Timur Rencanakan Bangun Sekolah Paralel
- 03 April 2012 Belajar dari Agustinus: Sosok Sederhana di Balik Perjuangan Anak-Anak Lai Hiding
- 31 March 2012 ‘Uji Nyali’ Anak Dusun Lai Hiding: Ke Sekolah Bagaikan Terjun ke Arena Sabung Nyawa
- 29 March 2012 Bangunan Pasar Papuu dan Kiritana Mubazir: TPI & Pabrik Es Waingapu Bernasib Serupa
- 28 March 2012 Harga BBM Belum Resmi Naik: Harga Sejumlah Sembako Menang Satu Langkah!




Waingapu.Com - Hujan deras yang mengguyur beberapa hari terakhir, mencemaskan aktifitas penerbangan dari dan ke Bandara Umbu Mehang Kunda (UMK), kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT. Landasan Bandara sering tergenang air bahkan cenderung laksana banjir. Kondisi itu diperparah dengan distorsi (penurunan) permukaan landasan, yang bisa berdampak pada keselamatan penumpang saat pesawat landing ataupun saat take off. Kondisi yang acapkali terjadi jika hujan mengguyur Waingapu, landasan bandara nampak bak danau atau tasik, hingga pesawat yang landing, bagai pesawat amfibi.
Di temui kemarin sore (Rabu 08/02), pasca take off-nya pesawat Batavia Air tujuan Kupang-Denpasar, Susetyo Hadi, Kepala Bandara UMK menjelaskan kondisi itu telah berlangsung sejak tahun 2011 lalu.