Lupa Password? Lupa Username? Buat akun
Anda berada di >
Sab 19 May 2012
Banner

Landasan Bandara UMK Distorsi: Beresiko Tinggi Saat Pesawat Landing dan Take Off

PDF Cetak Surel
Ditulis oleh ion   
Kamis, 09 Februari 2012 09:48

Waingapu.Com - Hujan deras yang mengguyur beberapa hari terakhir, mencemaskan aktifitas penerbangan dari dan ke Bandara Umbu Mehang Kunda (UMK), kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT. Landasan Bandara sering tergenang air bahkan cenderung laksana banjir. Kondisi itu diperparah dengan distorsi (penurunan) permukaan landasan, yang bisa berdampak pada keselamatan penumpang saat pesawat landing ataupun saat take off. Kondisi yang acapkali terjadi jika hujan mengguyur Waingapu, landasan bandara nampak bak danau atau tasik, hingga pesawat yang landing, bagai pesawat amfibi. Di temui kemarin sore (Rabu 08/02), pasca take off-nya pesawat Batavia Air tujuan Kupang-Denpasar, Susetyo Hadi, Kepala Bandara UMK menjelaskan kondisi itu telah berlangsung sejak tahun 2011 lalu.

“Sejak tahun lalu setiap musim hujan ya kondisinya seperti tadi. Apalagi landasan bandara dibeberapa bagian mengalmi distorsi hingga 12 centimeter, hingga adanya cekungan yang menampung air juga landasan bergelombang. Kami telah usulkan ke pusat dan rencananya tahun ini landasan akan kembali diperbaiki,” jelasnya.

Susetyo tidak menampik fakta, seringnya kondisi ini mengakibatkan pesawat dari dan ke Waingapu, saat musim penghujan mengalami delay atau bahkan cancel. Juga kerap menimbulkan kecemasan warga pengguna jasa penerbangan.

Langkah antisipasi yang bisa dilakukan selama ini, demikian lanjut Susetyo, barulah sebatas menguras atau memompa air dengan dua unit mesin pompa oleh petugas bandara sebelum pesawat landing juga sebelum pesawat take off.

“Kami selama ini hanya bisa memompa atau menguras air di bandara dengan dua mesin pompa yang ada. Setelah dilakukan pengurasan kami akan berkoordinasi dengan bandara asal juga pilot. Selain itu sebelum take off kami juga lakukan pengecekan ketinggian air bersama pilot. Jika ketinggian air masih di batas toleransi, baru kami keluarkan clearance,” imbuhnya.

Tak jarang landasan yang semestinya steril ini, justru kerap bisa dimasuki anjing peliharaan warga sekitar atau bahkan pegawai bandara yang menempati perumahan di areal bandara.

Keselamatan dan kenyamanan penerbangan akhir-akhir ini terus menjadi sorotan publik, dari masalah narkoba oknum pilot, buruknya pelayanan dan kepastian jadwal penerbangan, hingga minimnya sarana pendukung keselamatan penerbangan di sejumlah bandara. Sampai kapankah ‘PR’ bagi instansi terkait ini akan dituntaskan? Akankah menjadi asa tak berujung? (ion)

 

Untuk mengirim komentar di situs ini, silahkan login dulu, atau gunakan layanan komentar dari facebook di atas :)

Berita Terkini

Drainase Wangga & Kambaniru: Telan Anggaran Lebih dari Rp. 3 Milyar
18 May 2012
article thumbnailWaingapu.com - Banjir yang sering melanda sejumlah wilayah di Kelurahan Wangga dan Kelurahan Kambaniru, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur ( Sumtim), NTT, setiap tahun, pada saat musim...
Banner