Dibuang Sayang

Jadi pegawai IT di sebuah departemen bukan IT kadang-kadang mesakke juga. Pagi-pagi saya sudah diminta atasan untuk ke ruang penyimpanan berkas. `Mas coba pilah-pilah ini disket yang masih kepake atau gak`. Awalnya saya pikir cuma sekotak disket laporan bank yang lama. Nyatanya,.. hampir satu filling cabinet mesti saya ubek-ubek untuk mensortir yang mana yang masih masuk masa retensi atau tidak, walaupun saya gak begitu yakin bakal dapet banyak.

Setelah dua jam-an menyortir, total disket yang saya kumpulkan dan sudah tidak digunakan lagi oleh kantor adalah 1428 buah disket 3 1/2 inchi dan 531 lembar disket 5 1/4 inchi. Disket paling tua yang saya temukan adalah tahun 1990. Bingung, mau diapakan. Sayang juga kalau tumpukan disket itu bakal dilebur. Kalau bahasa jawanya `eman-eman` sama barang bekas.

Iseng! sebagian disket saya tumpuk jadi piramid ngawur :P disket

Kalau di tensionot.com disket bekas bisa diolah jadi tas, ada gak yang bisa bantu saya menyulap disket-disket yang udah saya kumpulkan jadi tempat tidur? *butuh leyeh-leyeh di kantor* :mrgreen:

Selamat!

Tak terasa sudah setahun,.. awal saya membuka diri untuk bertatap muka langsung dengan bloger-bloger jogja. Ahh waktu itu,.. kalau dipikir-pikir saya masih culun sangat,.. masih memanggil `mas` untuk pepeng escoret, yang sekarang saya sadari hal tersebut adalah tindakan yang amat wagu,..

Setahun juga sudah terlewati dari diploklamirkannya 27 Oktober sebagai Hari Bloger Nasional. Entahlah,.. apa yang menjadikannya berbeda dari hari-hari ngeblog lainnya saya juga gak begitu paham. Lha saya aja jarang ngeblog :P  Tapi yang penting selamat dulu. Selamat Hari Bloger Nasional untuk semua yang merasa menjadi bagian dari blog. Nah, biasanya kalau ada selamatan dan syukuran pasti ada makan-makan. Untuk wilayah Jogja dan sekitarnya, bisa bergabung dalam acara syukuran di Yayasan Umar Kayam nanti malam. Keuntungan yang bisa didapat antara lain: bisa bertatap muka secara langsung dengan bloger kondang maupun jalang manapun. Menaraik? Silakan datang. Ok, Sampai jumpa di lokasi makan-makan.

Jebakan Diskon

Beberapa waktu yang lalu sepulang kerja saya dan rekan ammpir ke sebuah mal. Di salah satu department store saya iseng membeli kaos kaki olah raga karena alasan kebutuhan dan juga diskon :D

Di kaos kaki tersebut terpampang harga Rp.17900 dengan diskon 20% berarti saya cukup membayar sekitar Rp 14300, dan berarti saya hemat Rp 3600

Esoknya ketika ingin digunakan, saya perhatikan stiker harga di kaos kaki tersebut.. ada yang janggal! Stiker harga itu bertumpuk, jadi ada pengubahan harga sepertinya. Iseng saya urai tumpukan stiker harga itu. Dari teratas Rp 17900 saya menemukan label Rp 16900, lalu masih ada tumpukan stiker lagi berlabel Rp 15900 dan terakhir Rp 14900.

Oh crap! saya tertipu. Kaos kaki yang baru saya beli itu ternyata tidak ada diskon :(

Hidup,..Yah Begini Ini!

Hidup adalah perbuatan itu kan tagline politik Soetrisno Bachir yah? Memang bukan trade mark sih pake Hidup adalah blablabla... Tapi, tagline yang mirip juga digunakan oleh caleg dari parpol lain Terinspirasi,.. mungkin dari Sutrisno Bachir ataupun juga dari Ketua DPP Detik Sepakbola?

#edited

Tradisi


Sepertinya sudah menjadi tradisi kita untuk bersilaturahmi dengan sanak saudara saat lebaran melalui mudik.
Mudik kali ini benar-benar `
mudik` bagi saya. Jalur darat ditempuh dan menyeberang pulaupun dilalui tepat saat puncak arus mudik.
Baru kali ini saya tersadar, jumlah pemudik yg disebutkan oleh media itu sungguh banyak. Dini hari saya terjebak macet di pintu masuk tol
Kanci, subuh terkena getah macet di cikampek selama 4 jam, dan saat ini saya sedang di Merak menunggu antrian masuk kapal, sudah 4 jam saya lalui dan masih blom naik kapal juga.


Kenapa bisa begitu? Penduduk Indonesia ini memang banyak sangat. Setiap tahun pasti mudik. Tetapi infrastruktur penunjang transportasi tidak banyak yang ditambah. Hanya dipoles untuk sekadar perbaikan. Jangankan realisasi jembatan penyeberangan Merak-Bakauheni, kapal RORO (ferry) saja tidak ditambah. Usia kapal-kapal pengangkut tersebut lebih tua dari usia saya.


Jogja-Bandar Lampung yang normalnya ditempuh jalur darat 20jam, mungkin pada mudik 15 tahun yang akan datang menjadi 40jam jika
pemerintah tidak berbenah.  Suka tidak berbenah, mungkin tradisi juga.
Ahh, ini hanyalah keluh saya atas kemacetan mudik selama total 10jam waktu saya terbuang percuma. Semoga tidak menjadi kenyataan.
Selamat mudik untuk semua. Selamat Idul Fitri bagi yang merayakan. Mohon maaf lahir & batin.


*Merak, 4 jam untuk menunggu berlabuh,bosan sangat*



Try not to become a man of success, but rather try to become a man of value. ~Albert Einstein
http://alle.wordpress.com

Posted by email from kapitenpunyapedangpanjang’s posterous

Halaman Berikutnya »


Prakata

It's not easy to be me. It's not easy to be bloger... :D
Blog, sesuatu yg mengubah hidup saya dari malas menjadi rajin,.. Yap, malas membaca jadi rajin membaca.. Malas menulis (setidaknya sudah mencoba) jadi rajin menulis,...

Salam,
aLLè


Unjuk Gigi