| Liputan Khusus: Ritual Pemakaman Ir. Umbu Mehang Kunda |
|
|
| Kontributor: Admin |
| Selasa, 11 November 2008 14:21 |
Waingapu.Com - Upacara pemakaman Ir. Umbu Mehang Kunda diwarnai dengan
nuansa mistis. Dengan berlatarbelakang agama Marapu dalam budaya Sumba,
prosesi prosesi pemakaman tersebut adalah cara untuk menghantar roh
manusia ke sang pencipta.
Persiapan pengebumian Ir. Umbu Mehang Kunda telah dimulai sejak beliau meninggal 2 Agusutus 2008. Dan pada Senin, 10 November 2008 beliau dikebumikan di kampung asalnya di Praiyawang, Rende, sekitar 70 KM arah timur dari kota Waingapu. ![]() Peti Jenasah Ir. Umbu Mehang Kunda ![]() MC: Agustinus Dapa Loka ![]() Gubernur NTT, Frans Lebu Raya Seekor kuda jantan besar yang telah disiapkan mulai dihiasi dengan beragam asesoris khas Sumba. Kuda tersebut adalah simbol alat transportasi/kendaraan menuju dunia akhirat. Sambil diiringi dengan nyanyian mistis atau dalam istilah orang Sumba disebut Lau Nderi oleh para penyanyi, kuda tersebut diajak berputar-putar mengelilingi halaman Uma Mbatang (red: rumah khas Sumba) dimana jasad Umbu Mehang Kunda disemayamkan. ![]() Pdt Yuliana Ata Ambu Setelah 8 ekor hewan tersebut dipotong dengan cara ditebas dibatang lehernya, peti Umbu Mehang Kunda dikeluarkan dari Uma Mbatang untuk dibawa ke liang lahat. Lokasi kubur berada di halaman jejeran uma-uma mbatang perkampungan Praiyawang. Bentuk kuburan Umbu Mehang Kunda mirip dengan semua kubur para leluhur yang telah ada di situ. Batu besear dengan ketebalan kurang lebih 1 M menjadi atapnya dan di atasnya ada dua penji (red: tiang batu yang diukir) yang ditanam pada bagian kepala dan pada bagian kaki. ![]() Kuburan Ir. Umbu Mehang Kunda Catatan: Silhkan lihat photo-photo eksklusif lainnya saat prosesi penguburan Ir.Umbu Mehang Kunda di bagin Gallery. |



Waingapu.Com - Upacara pemakaman Ir. Umbu Mehang Kunda diwarnai dengan
nuansa mistis. Dengan berlatarbelakang agama Marapu dalam budaya Sumba,
prosesi prosesi pemakaman tersebut adalah cara untuk menghantar roh
manusia ke sang pencipta.






Komentar
NDEREK BELASUNGKAWA, BU. MUGI BAPAK SWARGI KAPARINGAKEN DENING GUSTI YESUS URIP MULYO DATENG SWARGO.
AMIN. HALLELUYA
SAKING BRAYAT YOJO
TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEMUA.
HALELUYA...AMIN
GBU
Dari kami anak muda GMKI Yogyakarta.
UT OMNES UNUM SINT.
meskipun pemimpin yang diharapkan bisa membangun Sumba Timur tlah tiada.
semoga tiba di tujuan,
ritual kematian anda jadi komoditas,dan itu yang saya dendami
RSS feed untuk komentar posting ini.