Lupa Password? Lupa Username? Buat akun
Anda berada di >
Jum 10 Februari 2012
Banner

Lukas Hentikan Penggalian Harta Karun

PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Yongky HS   
Sabtu, 07 Maret 2009 08:20
WAINGAPU, Timex - Tim pemburu harta karun pimpinan Lukas Mbadi Kaborang akhirnya menghentikan penggalian harta karun simpanan ex tentara Jepang di Km 12 Desa Pambota Njara Kecamatan Kota.
Hal ini disampaikan Lukas Mbadi Kaborang kepada Timor Express di Waingapu, Kamis (26/2) lalu. Menurut Lukas, penghentian penggalian harta karun Jepang itu karena belum ada titik terang lokasinya yang pasti. "Setelah berlangsung selama empat hari mulai Senin sampai Kamis ini belum ada titik terang lokasi yang pasti soal posisi harta karun simpanan ex tentara Jepang itu sehingga upaya penggalian ini terpaksa kita hentikan hari ini," tegasnya.

Sebab lain tidak dilanjutkannya kegiatan tersebut demikian kata wakil ketua DPRD Sumba Timur yang juga mantan bupati Sumba Timur ini, karena cuaca yang kurang bersahabat. Lukas menegaskan, upaya penggalian akan dilanjutkan di tahun ini juga. "Dalam tahun ini juga penggalian harta karun itu akan kita lanjutkan," tegasnya. Ia juga enggan memastikan tanggal dan bulan kegiatan tersebut dilaksanakan.

Kadis Pertambangan dan Energi Sumba Timur, Umbu Manggana menyesalkan terjadinya kegiatan penggalian harta karun itu. Menurut Manggana diruang kerjanya, Jumat (27/2) kemarin, bila benar ada indikasi soal keberadaan harta karun tersebut, maka yang memiliki kewenangan adalah pemerintah karena masuk dalam kategori kekayaan negara.

"Karena harta karun yang diduga berada di Km 12 itu berada dalam tanah dan disinyalir milik umum, maka yang berkewenangan menggalinya adalah pemerintah karena itu adalah bagian dari kekayaan negara dalam hal ini Pemkab Sumba Timur," tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, untuk mencari harta karun itu, Lukas Mbadi Kaborang mengundang tim Gegana Kupang, Satuan Brimobda Sumba dan Arkeolog asal Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala wilayah Bali, NTT dan NTB (BP3 Bali), Dewa Kompiang Gde dan Dewa Gde Maruti.

Mereka menyisir sejumlah gua peninggalan tentara Jepang di sekitar wilayah tersebut yang diduga digunakan ex tentara Jepang untuk menyimpan harta karun hasil rampasan para bangsawan Sumba ketika kalah perang melawan sekutu pada tahun 1945. Bahkan upaya pencarian harta karun itu juga melibatkan Dir Samapta Polda NTT, Kombes Eryanto yang diawali dengan prosesi adat Marapu oleh para imam aliran kepercayaan tersebut.

Menurut Lukas, pencairan harta karun itu berdasarkan pengalaman almarhum Umbu Nai Kadumbu alias Umbu Data ayah dari Rambu Christina sebagai saksi mata ketika ex tentara Jepang akan meninggalkan pulau Sumba sempat menyimpan harta rampasan dari para bangsawan Sumba.

Mereka (ex tentara Jepang, red) kata dia, membawa sedikitnya 40 tenaga kerja lokal untuk menggali dan menyimpan harta rampasan itu. "Umbu Data adalah satu diantara 40 tenaga kerja yang dipekerjakan ex tentara Jepang untuk menyimpan harta rampasan itu.

Setelah hartanya disimpan di dalam salah satu gua dari enam gua yang ada, warga Sumba yang dipekerjakan itu kemudian dibunuh. Ini untuk menghilangkan jejak dan saksi mata. Yang tidak ditembak mati oleh ex tentara Jepang itu hanya dua orang, satunya adalah Umbu Data. Itu karena Umbu Data bersahabat baik dengan ex tentara Jepang," paparnya.

Dikatakan, usai menembak mati warga yang dipekerjakan itu, Umbu Data oleh ex tentara Jepang disumpah dengan jempol darah untuk merahasiakan lokasi tersebut. Umbu Data kata Lukas, juga disumpah tidak boleh mengambil harta dimaksud. Namun pada tahun 1982, Umbu Data melanggar sumpah itu dan bersama beberapa warga menggali gua tersebut. Mereka berhasil menemukan sebuah patung buaya berbahan emas 6 karat juga seutas tali emas. (jun)

Berita diambil Timor Express
 

Komentar  

 
0 #1 Guest 2009-03-09 04:17
kalau Memang Harta Karun itu ada,berarti kita bisa melihatnya nanti di Museum waingapu begitu kira-kira ya?
 
 
0 #2 Ernestho 2009-03-09 09:09
waduh .. harta karun itu pasti berharga sekali .. untuk masyarakat sumba timur .. apalagi kalo dipajang di museum .. pasti lebih mantap lagi
 
 
0 #3 Guest 2009-04-03 23:44
Aduh sayang y,
coba harta karunnya bisa ditemukan..kayaknya bisa di jual untuk menggantikan uangnya masyarakat Sumba Timur yg telah di curi alias di korupsi...
 
 
0 #4 Guest 2009-04-04 17:37
he he he interesting story...
ayo dong pemda waingapu cari sampai dapat... he he he
trus buaya emasnya sekarang di mana???
sayangnya artikel ini gak ada foto2nya yah...pasti lebih menari kalo ada dia pu foto
 
 
0 #5 donny 2009-04-04 21:24
iya sih... kl inget, jgn2 malah diam2 aje anggap gak ada pa pa
 
 
0 #6 Guest 2009-04-16 05:16
om bu tanam itu sumba dengan pohon yg rindang biar otak ga kepanasan. itu akibatnyanya kalo otak su panas pikirnya yg gampang aja.
 
 
0 #7 Guest 2009-04-18 18:01
Mksdx....?? G byk pohon ja udh g bs dpt harta karun bos..
Pa lg klo smuax dh rindang... tmbah glap bos cari hrta karunx..
 
 
0 #8 Guest 2009-04-29 22:26
wuah.....!!!!!!! berita bagus nie bwt masyarakat sumba timur. tapi inget ya om - om penggali... jangan masuk kantong ya tu harta karun. awas loh kalo ketahuan.
 
 
0 #9 Guest 2009-05-29 08:16
saya heran dengan pemda sumtim yang seolah-olah tidak mampu menghadapi arogansi dari warganya. spt kita ketahui bersama bhw karena saat ini tidak ada yg memiliki harta karun tersebut, maka dengan sendirinya kepemilikannya akan dialihkan kepada negara. Kenapa harus perorangan yang melakukan penggalian ?
 
 
0 #10 Guest 2009-06-12 17:41
sebaiknya jangan ketemu tuh harta karun, kalo ketemu pasti pada ebutan sampe bunuh-bunuhan..hehe..kan pada mau kaya mendadak semua. jin jin setan setan...ambil aja deh buat loe pade tuh harta.
 

Tambah komentar


Kode keamanan
Refresh