Lupa Password? Lupa Username? Buat akun
Anda berada di >
Sab 19 May 2012
Banner

Makkahaung Menari di “Malam Indonesia”

PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Admin   
Sabtu, 14 November 2009 18:08

Suasana malam di Wisma Bahasa yang terletak di daerah Demangan, Yogyakarta pada malam itu lain dari biasanya. Terlihat puluhan pelajar luar negeri berpakaian adat tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka yang berasal dari Benua Afrika, Amerika, Eropa, Australia dan Asia tampak menyatu dalam keramah-tamahan dan keakraban “Malam Indonesia”.

Pentas pakaian dan kesenian tradisional yang diselenggarakan pada tanggal 7 November 2009 ini memang sengaja digelar oleh para pengurus Wisma Bahasa untuk mengenalkan budaya Indonesia kepada murid-muridnya yang berasal dari berbagai penjuru dunia. Adapun daerah-daerah yang diundang untuk mengisi acara pentas kesenian yakni Sumba, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Papua dan Sumatera.

Pementasan tarian asal Sumba ditampilkan oleh Sanggar Tari Makahaungu. Mereka membawakan dua jenis tarian yakni Kandingangu dan Kabokangu. Sebelum tarian dipentaskan, Rambu Eri sebagai “kepala suku” Makahaungu terlebih dahulu mengenalkan apa dan sejarah tarian kandingangu kepada penonton. Saat pentas tari dimulai, penonton tampak antusias dan mengapresiasi penampilan Makahaungu dengan ikut serta menari saat Tari Kabokangu dipentaskan.

Para penari Makahaungu yang tampil pada kesempatan tersebut yakni Risti Rambu Hamu Eti, Resti Rambu Ana, Jemry Rambu Lika Enga, Prisdta Rambu Anahutar, Zainabo Binti Mansur Umbu Lakar, Herlin Pindi Djola. Penampilan di pentas “Malam Indonesia” ini merupakan penampilan Makahaungu yang kelima di Yogyakarta sejak sanggar ini berdiri setahun silam. Kita tentu berharap agar Makahaungu tetap terus eksis. Selain sebagai wadah berkesenian juga sebagai bukti bahwa kebudayaan nenek moyang masih tetap dipertahankan oleh kaum muda Sumba. Mari terus lestarikan budaya Humba yang positif! Kayaka’ya!

 

Komentar  

 
0 #8 luv u full 2009-11-20 20:49
jaga,,lestarika n,,pertahankan, ,
tidak ada satu bangsa manapun dimuka bumi ini yang berhak merampas adat dan budaya kita serta apapun yang menjadi warisan leluhur bangsa terbesar di dunia ini.
PEMUDA,,singsin gkan lengan bajumu..berfikir lalu bertindak demi kejayaan bangsa kita tercinta ini!!!
 
 
0 #7 KAMARRU MURU 2009-11-20 10:49
Tentu perlu perhatian Pemkab se sumba. Kalau mau Sumba lebih dikenal, dukunglah Kesenian Sumba yang ada di luar Sumba paling tidk yang ada di Yogya.
Ka yakka ka kalakku !!!
 
 
0 #6 mbaradita park 2009-11-20 03:25
lupa,,tetap semangat..........
 
 
0 #5 mbaradita park 2009-11-20 03:23
sy mnta maaf kpd kawan2 ma kahaungu. seharusnya saya yg liputan, tetapi karna kesalahan teknis, akahirnya senior yg lptan. mungkin tgl 1 bru sy bs lput.

slm...........
 
 
0 #4 manager 2009-11-17 18:34
temen-temen penari and pemusik tambur gong. tetap semangat eeee walo pun tidak punya tambur and gong... doa'in ya tanggal 1 ada job pentas lagi. ne sy blm di kabari... Mohon dukungan semuaaaaaaaa tau humba ketik reg spasi makahaung kirim ke no ku aja. hahaahaaa
kayaka yaaaaaaaaa
 
 
0 #3 anandua 2009-11-16 22:15
senang juga nengikuti acara kayak gt....harapannya sanggar Ma Kahaungu tetap eksis di Yogya...mudah2an tgl 1 dapat job.buat semua anak Sumba doain ya biar Sanggar Ma kahaungu punya alat musik sendiri biar jgn ba pimjam trs he,,,,
 
 
0 #2 ming anakapu 2009-11-15 22:28
liputan nya bagus..aku senang dengan ada ky gini terutama.kusus penari sumba kami di bali selalu dukung dengan ada seperti gini kalau bisa ditingkatkan terus biar nama sumba terkenal di seluruh dunia..terus berkarya tinggi makahaungngu..
 
 
0 #1 resti 2009-11-14 22:10
thks...kak siong atas liputannya!!!!!
ya senang juga akhirnya dah bs menari lg walaupun dgn segala keterbatasan tp dgn semangt yg tinggi Ma Kahaungngu ttp berkarya. tentunya dgn sgala dukungan dr berbagai pihak g ada lho g rame....
pa lg dgn bu manajer kta ( k eri) TOP BUanget dech...
dah ada regenerasi jg penarinya n pemukul tamburnya syukurlah.....
mudah2n tetap berlanjut trus.....
 

Untuk mengirim komentar di situs ini, silahkan login dulu, atau gunakan layanan komentar dari facebook di atas :)

Berita Terkini

Drainase Wangga & Kambaniru: Telan Anggaran Lebih dari Rp. 3 Milyar
18 May 2012
article thumbnailWaingapu.com - Banjir yang sering melanda sejumlah wilayah di Kelurahan Wangga dan Kelurahan Kambaniru, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur ( Sumtim), NTT, setiap tahun, pada saat musim...
Banner