Makkahaung Menari di “Malam Indonesia” |
|
|
|
| Ditulis oleh Admin |
| Sabtu, 14 November 2009 18:08 |
|
Pentas pakaian dan kesenian tradisional yang diselenggarakan pada tanggal 7 November 2009 ini memang sengaja digelar oleh para pengurus Wisma Bahasa untuk mengenalkan budaya Indonesia kepada murid-muridnya yang berasal dari berbagai penjuru dunia. Adapun daerah-daerah yang diundang untuk mengisi acara pentas kesenian yakni Sumba, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Papua dan Sumatera.
Para penari Makahaungu yang tampil pada kesempatan tersebut yakni Risti Rambu Hamu Eti, Resti Rambu Ana, Jemry Rambu Lika Enga, Prisdta Rambu Anahutar, Zainabo Binti Mansur Umbu Lakar, Herlin Pindi Djola. Penampilan di pentas “Malam Indonesia” ini merupakan penampilan Makahaungu yang kelima di Yogyakarta sejak sanggar ini berdiri setahun silam. Kita tentu berharap agar Makahaungu tetap terus eksis. Selain sebagai wadah berkesenian juga sebagai bukti bahwa kebudayaan nenek moyang masih tetap dipertahankan oleh kaum muda Sumba. Mari terus lestarikan budaya Humba yang positif! Kayaka’ya!
|
Berita Terkini
18 May 2012
- 17 May 2012 Jembatan Darurat Payeti: Telah Dibangun dengan Model yang Lebih 'Akrab' dengan Kaum Perempuan
- 16 May 2012 Hujan Berkepanjangan: Cemaskan Warga Pengguna Jembatan Darurat Payeti
- 10 May 2012 MTQ NTT akan Diinkulturasi: Bentuk Dukungan, Usulan Tenun Sumba Jadi Warisan Dunia
- 09 May 2012 Sebrangi Sungai & Bukit Terjal: Siswa SD Bidipraing Akhirnya di Asramakan Selama Pelaksanaan UN
- 08 May 2012 Listrik Proyek PNPM hanya Pajangan: Anak Lai Hiding Belajar Pakai Pelita untuk Hadapi UN
- 03 May 2012 PLN Janji Bina & Tindak Pencatat Meter Nakal
- 27 April 2012 Tikus ‘Invasi’ Lahan Pertanian : Warga Kombapari Terancam Gagal Panen
- 26 April 2012 Warga Mengadu ke DPRD: Diduga Petugas Pencatat Meter PLN Kerja ‘Curi Tulang’
- 24 April 2012 Cara Siswa/i SMPN Nggoa Hadapi UN: Gunakan Lampu Pelita Saat Belajar, Jalan Kaki 7 KM ke Sekolah
- 16 April 2012 Diduga Karena Belum Terima Gaji, Staf Dispenduk Sumba Timur Mogok Berkantor
- 13 April 2012 Naskah Ujian Nasional di Sumba Timur Kurang
- 08 April 2012 18 Tahun Didera Hydrochepalus & Lumpuh: Walau Lirih, Zakarias Tetap Bersenandung
- 06 April 2012 Jemaat GKS Kambaniru Gelar Prosesi Jalan Salib
- 05 April 2012 Sekolah di Sumba Timur, 75% Dibawah Standart Mutu Nasional
- 04 April 2012 Apresiasi Perjuangan Anak Lai Hiding: Dinas PPO Sumba Timur Rencanakan Bangun Sekolah Paralel
- 03 April 2012 Belajar dari Agustinus: Sosok Sederhana di Balik Perjuangan Anak-Anak Lai Hiding
- 31 March 2012 ‘Uji Nyali’ Anak Dusun Lai Hiding: Ke Sekolah Bagaikan Terjun ke Arena Sabung Nyawa
- 29 March 2012 Bangunan Pasar Papuu dan Kiritana Mubazir: TPI & Pabrik Es Waingapu Bernasib Serupa
- 28 March 2012 Harga BBM Belum Resmi Naik: Harga Sejumlah Sembako Menang Satu Langkah!




Suasana malam di Wisma Bahasa yang terletak di daerah Demangan, Yogyakarta pada malam itu lain dari biasanya. Terlihat puluhan pelajar luar negeri berpakaian adat tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka yang berasal dari Benua Afrika, Amerika, Eropa, Australia dan Asia tampak menyatu dalam keramah-tamahan dan keakraban “Malam Indonesia”.
Pementasan tarian asal Sumba ditampilkan oleh Sanggar Tari Makahaungu. Mereka membawakan dua jenis tarian yakni Kandingangu dan Kabokangu. Sebelum tarian dipentaskan, Rambu Eri sebagai “kepala suku” Makahaungu terlebih dahulu mengenalkan apa dan sejarah tarian kandingangu kepada penonton. Saat pentas tari dimulai, penonton tampak antusias dan mengapresiasi penampilan Makahaungu dengan ikut serta menari saat Tari Kabokangu dipentaskan.


Komentar
tidak ada satu bangsa manapun dimuka bumi ini yang berhak merampas adat dan budaya kita serta apapun yang menjadi warisan leluhur bangsa terbesar di dunia ini.
PEMUDA,,singsin gkan lengan bajumu..berfikir lalu bertindak demi kejayaan bangsa kita tercinta ini!!!
Ka yakka ka kalakku !!!
slm...........
kayaka yaaaaaaaaa
ya senang juga akhirnya dah bs menari lg walaupun dgn segala keterbatasan tp dgn semangt yg tinggi Ma Kahaungngu ttp berkarya. tentunya dgn sgala dukungan dr berbagai pihak g ada lho g rame....
pa lg dgn bu manajer kta ( k eri) TOP BUanget dech...
dah ada regenerasi jg penarinya n pemukul tamburnya syukurlah.....
mudah2n tetap berlanjut trus.....
RSS feed untuk komentar posting ini.