Lupa Password? Lupa Username? Buat akun
Anda berada di >
Jum 10 Februari 2012
Banner

Makkahaung Semarakkan Pentas Budaya di Yogyakarta

PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Admin   
Selasa, 09 Desember 2008 21:06
Tambur dan gong telah ditabuh. Enam penari perempuan Humba mulai bergerak perlahan menuju lantai pementasan. Mereka berlenggak-lenggok seraya terus tersenyum serta sesekali disahut teriakan kayaka oleh para lelaki di samping panggung. Semarak tepuk tangan belasan penonton pun turut memeriahkan jalannya pentas tari.

ImageDemikianlah secuil suasana saat Sanggar Tari Makkahaung memeriahkan acara pagelaran budaya di Kampus Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta(UKDW). Ajang yang berlangsung pada tanggal 6 Desember 2008 ini juga diikuti oleh beberapa tarian dari daerah lain seperti Kalimantan dan Sumatera Utara.

Dalam pementasan tersebut Makkahaung menampilkan Resty Rambu Eti, Resty Rambu Ana, Rambu Katrina Dembi Tamar, Rambu Noviyana Kahi Leba, Rambu Erlin Rundi dan Pridsta Rambu Anahutar untuk membawakan Tarian Kandingang dan Kabokang. Sementara para penabuh Tambur dan Gong yakni Umbu Erwin Tipa, Umbu Romu Dakularak, Nickson Papa Umbu, Umbu Stepanus Djurumana dan Umbu Petrus Ndamung Nganggu.

Selanjutnya tim

 

Komentar  

 
+1 #1 Guest 2008-12-10 01:31
Salut buat adik-2 mahasiswa dan mahasiswi di yogya dalam usahanya untuk melestarikan budaya sumba. Pada tahun 1990 kami para mahasiswa pada saat itu juga pernah menyelenggaraka n acara pameran, tari-2an dan seminar budaya yg diberi judul \"GATRA BUDAYA SUMBA\". Mudah-2an acara-2 seperti ini terus dilestarikan.

Hanya sedikit koreksi pada semboyan nenek moyang yg ditulis dalam bahasa sumba pada bagian akhir artikel tsb diatas. Penulisan yg benar adalah:
\"TA DA\'NDA DUANGU, TA DE\'NDI UKURUNGU\".

Selanjutnya penulisan \"KAYAKA\" yg benar hanya menggunakan satu \"K\" bukan \"KAYAKKA\". \"Kayaka\" berarti berteriak bersama-sama sedangkan \"Kayakka\" berarti menakut-nakuti atau membuat menjadi takut.

Demikian komentar dari saya, mohon maaf jika ada yg kurang berkenan.
 
 
+1 #2 Guest 2008-12-10 07:46
semangat kaka2.. makin bangga dengan sumba.. Gbu
 
 
0 #3 Guest 2008-12-10 19:33
saat ini, kawan-kawan mahasiswa/i Sumba Timur di Togyakarta sedang mendirikan organisasi kedaerahan yang berbasis pada pendidikan/kebudayaan dan pengabdian masyarakat. terus terang kawan-kawan kesulitan untuk menggali berbagai referensi tentang sumba khususnya bidang bahasa, sehingga acapkali terjadi kesalahan penulisan bahasa.
bagi saudara-saudari yang kiranya bisa membantu sekiranya memberikan atau memberitahukan di mana saja referensi tentang bahasa dan budaya Humba.

sebenarnya kami sudah mencoba untuk ke perpustakaan kampus tapi terus terang refensinya sangat minim.

kami sadar masih banyak kekurangan di berbagai sisi dalam upaya mengwujudkan visi ini. tapi kami yakin, dengan niat baik untuk kembali menggali tradisi dan nilai-nilai filosofis Humba yang selama ini terbengkalai, bahwa KAMI MAMPU!

kami meminta maaf kepada masyarakat Sumba Timur bila dalam penulisan kata-kata Humba kami masih sering salah. percayalah, niat kami hanya satu; Mengabdi dalam nuansa ke-Humba-an.

dan kami akan terus belajar memperbaikinya.


Salam Humba
 
 
0 #4 ONKY HS 2008-12-10 21:36
Yihaaaa salam dari sumba, salut buat aktifitas anda memperkenalkan Sumba. buku2 tentang budaya Sumba bisa di dapat di toko buku Anda Manangu Payeti-Sumba (Kantor Sinode GKS) kebetulan aku punya beberapa, dapatnya juga dari sana.....
 
 
0 #5 Guest 2008-12-10 22:36
koreksi ya:
1. ada nama yg salah dlm penari Ma Kahaungu, karena qt kembar bukan bearti namanya sama dong he....yang benar tuh Risti Rambu Hamu Eti, bukan Resty Rambu Eti...gt loh Umbu Sion
2.kayaknya lebih bagus penulisan makahaungu dipisah deh jadi: Ma Kahaungu...lebih pas aja menurutq, tapi ya tdk tw seh cara penulisan yg benar dlm bahasa Sumba....
sekian dr saya...
harapannya mudah2an organisasi yang mw dibentuk ini dapat memberi manfaat bg mahasiswa/i Yogya dan truz eksis......
pesanq: jauhi miras
tetap semangat buat qt smw.....
bagi warga Sumba...minta dukungan doa ya.. GBu
 
 
0 #6 Guest 2008-12-11 17:27
Setuju dengan adik Risti Rambu Hamu Eti, penulisan Ma Kahaungu yg benar emang harus dipisah. Kahaungu itu berarti kesatuan atau kesepakatan. Ma Kahaungu dalam konteks seperti adik-2 di Yogya berarti \"sepakat untuk bersatu\". Sebuah pilihan nama yg tepat dan juga merupakan suatu tekad yg patut diacungi jempol. Saya terharu ketika pertama kali membaca pilihan nama tersebut. Mari kita sama-2 doakan supaya semangat \"Kahaungu\" ini terus membara didalam sanubari kita untuk terus melestarikan keagungan budaya sumba dimanapun kita berada.

Saya merasa miris melihat kenyataan bahasa sumba generasi muda sekarang menjadi agak kacau balau dan kurang santun. Terasa sekali tingkat kesopanan dan tekanan suara yg berbeda jika kita berbicara dengan para orang tua dan anak-2 muda. Sesungguhnya bahasa sumba adalah bahasa yg indah karena banyak menggunakan perumpamaan-2 dalam segala segi kehidupan sehingga kalau kita mendengar para \"wunang\" berbicara dalam adat, mereka seperti berbalas pantun atau puisi. Contohnya dalam melukiskan persaudaraan, mereka menyebutnya:

\"TANA NUWA WATU LIHI\"

Nama-2 kuda pacuan dalam bahasa sumba pun pada tahun 1970 - awal 1980an sangat bagus dan mempunyai arti yg dalam. Tidak tahu lagi sekarang apakah masih ada kuda-2 pacuan dengan nama dalam bahasa sumba karena saya sudah lama sekali hidup diluar sumba. Contoh nama-2 kuda zaman dulu:

OPANG MADANGU
MANANDANG PAORI
PANGGA MANDANG
PANAMBA LERANG
KATUBARU PANJALANG
RAMUK NDA MIHA
NDEHA NDA MALAY

Ada juga nama yg lucu seperti:
NGGANGGAL A NGGU NGAU

Kalau boleh memberikan saran, teruslah mempelajari bahasa sumba dan banggalah kalau bisa berbahasa sumba dengan baik.

Salam \"Kahaungu\"
 
 
0 #7 Guest 2008-12-11 17:33
Maaf, ada sedikit salah tulis untuk nama kuda yg lucu, yg benar adalah NGGANGGAL A NGGU NGGAU ( penulisannya kurang satu \"G\" ), artinya cuma gertak doang.
 
 
0 #8 Guest 2008-12-11 18:00
maaf su aya umbu wulang krn dlm penulisan nmx sy jg ada ksalahan sharusnya umbu romu Ndakularak bkn dakularak..
ok dech ay!! sukses bt sanggar ma kahaungu..
 
 
0 #9 Guest 2008-12-11 21:01
PERTAMA, SALUT UNTUK ADIK-ADIK MAHASISWA YOGYA. SAYANG MEMANG TIDAK ADA SENIOR YANG HADIR. MUNGKIN KURANG INFORMASI TENTANG DAN KEPADA PARA SENIOR SUMBA DI YOGYA.
KEDUA, SALUT JUGA BUAT BAPAK UMBU HUNGA MEHA TARAP (DI TANGERANG ???). BETUL BELIAU CUKUP PAKAR DALAM BAHASA SUMBA. MUNGKIN KOREKSI DIKIT UMBU, BUKAN : RAMUK NDA MIHA, TAPI : RAMUK NDA MIHI (SALAH TULIS DIKIT \'KALI). MUNGKIN ISTILAH-ISTILAH SUMBA YANG DITAMPILKAN DIBERI ARTI BAHASA INDONESIA. SIAPA TAHU ADA ORANG LUAR SUMBA INGIN TAHU ARTINYA, BARANGKALI SAYA SENDIRI TERMASUK.
YA BETUL LAGI, 1990 - KBS BERHASIL MENYELENGGARAKA N \"GATRA BUDAYA SUMBA\" DI PURNA BUDAYA DENGAN MENGHADIRKAN SRI SULTAN HB X DAN GKR HEMAS SERTA RAJA KARERA DAN PUTRI RAJA TABUNDUNG, RAMBU ANA
MUNGKIN AKAN NYUSUL GATRA BUDAYA SUMBA JILID II. USUL : KITA BANGUN NETWORK PUTRA-PUTRI SUMBA SE JAWA- BALI.
SEBAGAI MANUSIA SUMBA, SAYA UCAPKAN SELAMAT KEPADA \"MA KAHAUNGU\" -- HO KAYAKANYA, KA KALAKKUNYA.

KI SAPUJAGAT
DARI LERENG MERAPI YOGYA
 
 
0 #10 Guest 2008-12-11 22:50
Terima kasih buat Ki Sapujagad atas koreksinya. Betul, saya ada salah tulis, yg benar adalah RAMUK NDA MIHI bukan RAMUK NDA MIHA.....

Saya sama sekali bukan pakar bahasa sumba bahkan sebagian besar hidup saya dihabiskan diluar sumba. Namun demikian saya mencintai sumba dan bangga sebagai orang sumba.

Untuk menerjemahkan istilah sumba yg ditampilkan boleh-2 saja tapi harus mikir dulu karena seringkali sulit memperoleh padanan kata yang pas dalam bahasa Indonesia. Mungkin Ki Sapujagad bisa bantu.

Setuju agar adik-2 mahasiswa diYogya menggagas diadakannya GATRA BUDAYA SUMBA jilid II oleh adik-2 kita di juga.

Salam Kayaka Kakallak
 

Tambah komentar


Kode keamanan
Refresh