| Manna Tani: Pengumpul Sayur Banyak, Produsen Sayur Tidak Ada |
|
|
| Kontributor: Admin |
| Rabu, 03 Maret 2010 08:55 |
|
Pelantikan dan pengukuahan pengurus Manna Tani dilakukan oleh Kepala Desa Mbilur Pangadu, Marthen Umbu Nggaba. Dalam presentasinya Umbu Nggiku memotivasi dan memaparkan keuntungan menjalan usaha pertanian hortikultura ini. Kelompok Manna Tani akan mengerjakan lahan seluas 15 hektar pada tahap awal dari 40 hektar lahan seluruhnya. Pada lahan tersebut akan ditanami tomat buah, paria, kacang panjang, lombok sayur, mentimun, hingga tanaman pisang. Pisang dianggap penting karena permintaan dari luar Sumba akhir-akhir ini cukup meningkat drastis. Untuk memudahkan perawatan dari awal persemaian hingga penanamannya, Umbu Nggiku menggunakan teknologi modern. Pengairannya menggunakan sistem tetes yaitu menggunakan pipa atau selang plastik yang dialiri air. Pemanfaatan air dengan sistem tetes ini juga bisa menghindari perkembangan tanaman penganggu (gulma). Gulma ini hanya menjadi predator bagi tanaman pertanian yang sedang dikembangkan. Penerapan pengairan dengan sistem tetes ini bisa digunakan pada semua jenis tanaman seperti tanaman cabai, tomat, termasuk tanaman besar seperti jeruk dan mangga. Pengaturan pengairan dengan sistem tetes ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Jika tanaman besar, maka saluran air yang diteteskan bisa diperbesar sehingga tanaman yang dikembangkan mendapatkan asupan air yang cukup. |



Waingapu.Com - Mengkonsumsi makanan sehat merupakan hal yang wajib. Salah satu caranya adalah mengkonsumsi sayur. Sementara itu kebutuhan sayur di Sumba Timur khususnya masih cukup langka karena masyarakat petani sayur mengerjakan usaha tanaman sayur ini sebagai usaha sampingan. Akibatnya untuk memenuhi kebutuhan sayur khususnya untuk masyarakat Sumba Timur, sayur mayur tersebut didatangkan dari Sumba Tengah, Sumba Barat bahkan dari juga didatangkan dari Bima, NTB.
Hal tersebut ditangkap oleh drh. Umbu Nggiku untuk memulai usaha hortikulturanya sejak dua tahun lalu demi memenuhi kebutuhan sayur-mayur di daratan Sumba secara umum. "Di Sumba belum ada produsen sayur, tapi pengumpul sayur banyak sekali", demikian Umbu Nggiku dalam presentasi yang disampaikannya di depan kelompok Manna Tani dalam acara pelantikan dan pengukuhan pengurus dan anggota kelompok tani tersebut, Jumat, 26 Februari 2009 yang bertempat di desa Mbilur Pangadu, kecamatan Umbu Ratunggay, Lindiwacu, Sumba Tengah.
Komentar
yang jelas mental kerja keras orang Sumba yang tidak ada.
Potensi dan peluang usaha itu tidak ditangkap, usahakan dan dikembangkan. Lha ini namanya buang-buang uang juga.
Saya masih ingat, waktu kecil, alm Papa saya sering kasih benih macam2 sayuran secara gratis sama beberapa tukang sayur dari lambanapu yang kebetulan lewat di depan rumah. Sayangnya, dari 10 orang yang dikasih, mungkin cuma 1-2 yang berhasil merawat sampai membawa hasil. Yang lainnya tidak ada yang berhasil dengan berbagai macam alasan.
Sayang sekali kalo potensi daerah yang begitu luar biasa akhirnya mubazir hanya karna mental kerja yang rendah.
Semoga Manna Tani bisa menjadi contoh yang baik bagi masyarakat Sumba Timur khususnya.
Btw.. SPP Lewa masih ada tidak ya? Kangen dengan buah2an di kebun SPP Lewa.
KITA SENDIRI YANG MERUBAH NASIB KITA BUKAN ORANG LAIN......
Andaikan smua petani dan oran2 disumba mengerti akn pentingnya memiliki jiwa usaha mandiri maka semua kbutuhan pangan bisa tercukupi dan masyarakat bisa hidup sehat karna gizi masyarakat terjamin dengan baik.
salut buat Umbu Nggiku!!!!!!!
RSS feed untuk komentar posting ini.