Lupa Password? Lupa Username? Buat akun
Anda berada di >
Sab 19 May 2012
Banner

Menjemput Asa di Daerah Aliran Sungai: Kambata Tana Tantang Kekeringan & Rawan Pangan dengan Optimisme

PDF Cetak Surel
Ditulis oleh ion   
Rabu, 02 November 2011 08:43

Waingapu.Com - Apapun prahara dan kesulitan yang dialami tentu ada solusinya. Sejatinya harus menjadi keyakinan tiap individu menyikapi berbagai masalah kehidupan. Boleh jadi falsafah inilah yang menjadi pijakan puluhan warga Desa Kambata Tana, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, NTT, dalam menghadapi deraan kekeringan dan ancaman rawan pangan yang hingga kini masih menghantui sejumlah wilayah kabupaten ini. Optimalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) yang selama ini terkesan dipandang sebelah mata, kini menjadi andalan terdepan menghadapi kekeringan.

Dilatar belakangi bukit dengan padang sabana kering, warga Kambata Tana bahu membahu menjemput asa, agar tetap survive di tengah tantangan kekeringan dan ancaman rawan pangan. Puluhan hektar lahan di  bantaran sungai atau  DAS yang selama ini tidak dioptimalkan, kini perlahan menjanjikan asa kehidupan.

Bermodalkan mesin pompa yang diadakan lewat dana kas desa, warga menyedot air dari satu-satunya sungai yang meliintasi desanya untuk mencukupi kebutuhan air bagi tanaman yang akan diusahakan.

Air yang disedot dan dialirkan dengan selang melalui saluran sederhana diharapkan bisa mengantar warga untuk hidup lebih bermartabat, daripada sekedar mengharapkan bantuan  pemerintah yang tidak pasti akan didapatkan. “Memang saat ini kekeringan dan rawan pangan sulit terhindarkan. Namun saya terus berupaya secara pribadi juga terus memotivasi warga untuk berusaha dan memaksimalkan potensi Das yang ada. Kita saat ini memang masih butuh bantuan dan dapat beras raskin.Namun janganlah terus kita berharap hanya pada bantuan raskin. Kita harus bisa keluar dari krisis dengan kemampuan kita, dengan cara panatang menyerah dan bekerja keras,” tandas Gerson Ngg. Harawandu, Kepala Desa Kamba Tana, di sela sela aktifitasnya di lahan DAS nbekerja mengolah tanah dan menyiangi tanaman bersama warga.

Perlahan namun pasti, asa itu mulai menampakan diri seiring dengan mulai menghijaunya beberapa lahan yang sebelumnya kosong. Tanaman jagung dan cabe nampak tumbuh dengan subur. Jika tiada aral, beberapa bulan ke depan, warga sudah bisa memanen hasilnya, kemudian bisa dijual atau dikonsumsi dalam rumah tangga mereka. “Rencananya jika satu atau dua bulan kedepan panen ya nselain kami konsumsi sendiri juga bisa kami jual,” ujar Nggau Behar, salah seorang warga yang ditemui.

Semangat warga ini tentunya layak mendapat apresiasi, Namun sayangnya, keterbatasan bibit dan pendampingan dari instansi terkait, hingga kini justru masih terus membelenggu. (ion)

 

Untuk mengirim komentar di situs ini, silahkan login dulu, atau gunakan layanan komentar dari facebook di atas :)

Berita Terkini

Drainase Wangga & Kambaniru: Telan Anggaran Lebih dari Rp. 3 Milyar
18 May 2012
article thumbnailWaingapu.com - Banjir yang sering melanda sejumlah wilayah di Kelurahan Wangga dan Kelurahan Kambaniru, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur ( Sumtim), NTT, setiap tahun, pada saat musim...
Banner