Anda berada di >
Sel
07
Februari 2012
Museum Oemboe Hina Kapita: Sepi Menunggu Pengunjung |
|
|
|
| Ditulis oleh Admin |
| Senin, 16 Juli 2007 22:05 |
![]() Rambu Ery selaku pengelola museum tersebut mengatakan bahwa dengan adanya museum ini akan memberikan gambaran kepada generasi sekarang dan yang akan datang bahwa budaya orang Sumba begitu menarik. Museum ini juga nanti akan memajang barang-barang antik seperti hinggi, lau, tobung (mangkuk dari tempurung kelapa) dan benda-benda lain khas Sumba. ![]() Rambu Kudu Seksi kebudayaan dari Dinas Pendidikan yang bertanggung jawab dalam pengadaan barang-barang tersebut. Dan jika ada masyarakat yang ingin memajang atau bahkan ingin menjual barang-barang antiknya, bisa menitipkannya di museum ini untuk dipamerkan, demikian Rambu Kudu sebagai partner Rambu Ery menimpali.
![]() Piring Kuno ![]() Tanduk Kerbau ![]() Ngohung, alat tumbuk padi tradiosinal Sumba |










Komentar
JADIKAN MUSEUM PUSAT AKTIVITAS BUDAYA.
Gimana Bung Yongki, Mr. Ishak Sita, Mr. M. Heren, dll Para Tokoh Budaya Sumba.
Buat Acara tetap, misalnya : Malam Tari dan Puisi. Acara "Luluk" belum pernah dibuat sebagai acara budaya 'kan selain di acara masuk minta (perkawinan). Buat itu di Depan Museum. Ini hanya masukan. Diterima Puji Tuhan, Tidak diterima juga Puji Tuhan. ---> Aki Sapu Jagat.
Dan kalau bisa? Pengelola Museum di waingapu orang yang benar-benar paham antik dan budaya Sumba.
RSS feed untuk komentar posting ini.