Mutasi 'Malu-Malu Kucing'
Minggu, 06 November 2011 19:59

Demi efisiensi dan efektifitas anggaran juga optimalisasi pelayanan pada masyarakat, itulah yang kerapkali dikumandangkan para pengambil keputusan dan kebijakan dalam sebuah peristiwa pelantikan dan pengambilan Sumpah Jabatan para pejabat.

Begitupun halnya dalam setiap moment serupa di Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT. Mutasi pejabat memang selalu mengundang perhatian khalayak. Bahkan juga sering membuat jantung para pejabat yang sedang menduduki jabatan, juga figure pejabat yang namanya santer atau bahkan ‘merasa diri’ sudah pantas untuk dipromosikan berdegup tak tentu.

Duo Gidion Mbilidjora dan Matius Kitu, yang dalam Pemilukada silam sangat popular dengan jargon GBY-MK, memang pernah melakukan mutasi pejabat. Namun seiring berjalannya waktu, banyak kursi jabatan lowong. Juga banyak figure pejabat yang kinerjanya boleh dikata tak sesuai harapan, bahkan seolah tak memiliki pimpinan unit kerja, alias hanya pemanis kursi dan mobil dinas semata. Sementara adapula jabtanh yang lowong karena usia para pejabat sebelumnya yang telah ‘mati surat’ alias pensiun, hingga para pejabat yang meninggal dunia.

Waktu yang bergulir, kursi jabatan yang lowong pada sejumlah posisi hingga kini masih belum jua terisi. Padahal, jabatan-jabatan yang kosong ini cukup strategis dalam optimalisasi pelayanan pada masyarakat juga optimalisasi pencapaian visi dan misi duet GBY-MK yang termaktub dalam ‘Catur Program Generasi Ketiga’.

Hingga kini publik masih terus bertanya, mengapa jabatan-jabatan itu masih terus dibiarkan tak bermanager? Mengapa terkesan sangat hati-hati jika enggan dikata lamban dalam menentukan pejabat dan mengambil langkah atau keputusan untuk menempatkan pejabat, ditengah banyaknya potensi putera-puteri yang dimiliki oleh Sumtim?

Sikap hati-hati itu memang sangatlah perlu, namun tak kalah elegannya adalah sikap berani berjibaku atau mengambil resiko. Sebagai pasangan yang memiliki legitimasi mutlak rakyat Sumtim, tentunya GBY-MK sejatinya harus berani, cepat dan tegas dalam menentukan figur mana yang paling pantas ditempatkan pada jabatan yang lowong, juga figur mana yang mesti di ‘bangku cadangkan’ karena memiliki ‘track record’ tak bisa bekerja sama dalam sebuah tim.

Meski terkesan ‘malu-malu kucing’ alias tak terlalu mau terbuka menjawab rasa penasaran dan tanda tanya publik yang coba diteruskan oleh para pegiat media massa, Umbu Hamakonda, selaku ketua Badan Pertimbangan Jabatan Dan Kepangkatan (Baperjakat), secara implisit mengatakan beberapa pekan terakhir telah menggodok dan mungkin sepekan ke depan akan mengumumkan sejumlah nama yang akan menghuni gerbong mutasi. Diharapkan mutasi kali ini akan menciptakan team work yang solid untuk bersama membangun Sumtim dalam semangat kebersamaan, ketulusan dan sepenuh hati.

Umbu Hamakonda, memang masih belum terbuka membuka waktu pasti apalagi nama yang akan masuk dalam gerbong mutasi kali ini.
Intinya, public kini berharap, duet GBY-MK juga ketua dan anggota Baperjakat, dalam mutasi yang gemanya kini mulai terasa, bisa memilih figur yang tepat sesuai dengan kemampuan/kapasitas, bisa bekerja sama dan siap lair bathin untuk sewaktu-waktu diganti jika kinerjanya tidak sesuai harapan pimpinan dan rakyat tentunya.

Share