Lupa Password? Lupa Username? Buat akun
Anda berada di >
Kam 09 Februari 2012
Banner

Papanggang, Masih Perlukah?

PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Yohanes Kambaru Windi   
Jumat, 05 September 2008 17:55

Saya termotivasi dan merenung cukup lama sebelum menulis artikel ini. Setelah wafatnya Tamu Umbu Djaka di Prai Liu dan Umbu Mehang Kunda beberapa waktu yang lalu, teringat masa kecil saya di Prai Liu bila ada keluarga raja yang meninggal di adakan upacara "PAPANGGANG" beberapa minggu sebelum penguburan.

Yang menjadi pertanyaan saya apakah upacara ini masih pantaskah dilakukan, dihidupkan kembali atau diteruskan di era di mana banyak orang Sumba termasuk kaum bangsawan sudah memeluk agama Kristen atau agama lainnya?

Saya merasa perlu hal ini di diskusikan (bukan dipertentangkan) karena sadar atau tidak sadar sudah
banyak yang "hilang" dari orang Sumba.

 

Komentar  

 
+1 #1 Guest 2008-09-05 19:12
saya kira sekarang tidak pantas di lakukan, primitif banget,kpn sumba maju?
 
 
+1 #2 donny 2008-09-05 20:18
apa itu?
kok gak pernah dengar ya?
hubungannya dengan org mata terutama dengan raja/bangsawan apa sich?

artikelnya gak lengkap nih?
 
 
+1 #3 Rachel 2008-09-05 20:45
u sangat g menghargai budaya asli u sendiri.
yang buat sumba g maju2 itu, orang2 yang punya mental berpikir kyk u.
u liat aja budaya bali yang masih di pegang erat sama orang bali.
emang nya mereka jadi g maju karena tetap jalanin budaya asli mereka?
 
 
+1 #4 Guest 2008-09-05 21:31
Bukannya g menghargai rachel, tapi seperti bukan orang kristen.
Kamu g tahu apa arti dari papanggang kan?
 
 
+1 #5 Cinta De Angel 2008-09-05 21:43
Saya kira terserah dari keluarga.Kakek saya juga raja waktu penguburan ada papanggang,dan di kubur bersama Mas-mas dan luluamahu(seper ti rantai emasnya orang2 Sumba jaman dahulu kala), yang bisa hidup kembali dan menjadi ular.
 
 
+1 #6 predhtz 2008-09-05 23:27
Menurut pandangan saya, warisan budaya tetap harus dipertahankan.
Yang melihat upacara seperti itu, juga harus bisa melihat secara benar, apakah itu upacara budaya ataukah upacara agama. Agama dan budaya jelas banyak pertentangannya , dan saya rasa itu tidak perlu dibahas, apalagi terus dipertentangkan . Contoh saja, acara belis, atau ihi kenoto untuk orang sabu, bukankah itu satu bentuk halus dari "Jual Beli Manusia":-? Trus apakah harus dihapuskan?
 
 
+1 #7 nelang 2008-09-06 03:19
Byk yg tidak suka dgn budaya sumba krn primitif dan membuat org sumbanya tidak maju alias kolot

tp bayak juga yg bilang orang sumba itu unik ya, budayanya menarik dan eksotik

aku jadi bingung....
budayanya yg salah atau org sumbanya yg tidak berbudaya lagi??

pusing ah
 
 
+1 #8 Rachel 2008-09-06 08:05
emang artinya apaan?
 
 
+1 #9 Guest 2008-09-06 12:42
Kalau ihi kenoto untuk orang sabu ma tidak terlalu rumit,tidak terlalu mahal, tapi belisnya org sumba yang terlalu berat.bagus sih bagus tapi bisa jatuh miskin orang tuanya si umbu kalau di suruh bawa hewan 50 ekor.
 
 
+1 #10 Guest 2008-09-06 12:45
Papanggang itu artinya apa sih?
harap di jawab dong, artinya apa nih Pak Yohanes?
 

Tambah komentar


Kode keamanan
Refresh

Banner