Anda berada di >
Kam
09
Februari 2012
Papanggang, Masih Perlukah? |
|
|
|
| Ditulis oleh Yohanes Kambaru Windi |
| Jumat, 05 September 2008 17:55 |
|
Saya termotivasi dan merenung cukup lama sebelum menulis artikel ini. Setelah wafatnya Tamu Umbu Djaka di Prai Liu dan Umbu Mehang Kunda beberapa waktu yang lalu, teringat masa kecil saya di Prai Liu bila ada keluarga raja yang meninggal di adakan upacara "PAPANGGANG" beberapa minggu sebelum penguburan. Yang menjadi pertanyaan saya apakah upacara ini masih pantaskah dilakukan, dihidupkan kembali atau diteruskan di era di mana banyak orang Sumba termasuk kaum bangsawan sudah memeluk agama Kristen atau agama lainnya? Saya merasa perlu hal ini di diskusikan (bukan dipertentangkan) karena sadar atau tidak sadar sudah |
Komentar Terakhir
Berita Terkini
akses internet
drum band
forum
gks kambaniru
hamil
insan pers
karena
korupsi dana apbd
kupu kupu
lailunggi
laut
master and commander
pakaian adat
pemerintah
pemilihan bupati
pemilik anjing
pendidikan adalah pendidikan untuk membebaskan
pertanian organik
semu
seniman
sidang dprd
sma negeri 2 waingapu
suku
surat kabar
tawuran





Komentar
kok gak pernah dengar ya?
hubungannya dengan org mata terutama dengan raja/bangsawan apa sich?
artikelnya gak lengkap nih?
yang buat sumba g maju2 itu, orang2 yang punya mental berpikir kyk u.
u liat aja budaya bali yang masih di pegang erat sama orang bali.
emang nya mereka jadi g maju karena tetap jalanin budaya asli mereka?
Kamu g tahu apa arti dari papanggang kan?
Yang melihat upacara seperti itu, juga harus bisa melihat secara benar, apakah itu upacara budaya ataukah upacara agama. Agama dan budaya jelas banyak pertentangannya , dan saya rasa itu tidak perlu dibahas, apalagi terus dipertentangkan . Contoh saja, acara belis, atau ihi kenoto untuk orang sabu, bukankah itu satu bentuk halus dari "Jual Beli Manusia":-? Trus apakah harus dihapuskan?
tp bayak juga yg bilang orang sumba itu unik ya, budayanya menarik dan eksotik
aku jadi bingung....
budayanya yg salah atau org sumbanya yg tidak berbudaya lagi??
pusing ah
harap di jawab dong, artinya apa nih Pak Yohanes?
RSS feed untuk komentar posting ini.