Home > Berita > Umum > Pasar Inpres Dibongkar, Pedagang Bingung
Pasar Inpres Dibongkar, Pedagang Bingung Cetak Email
Kontributor: Admin   
Rabu, 02 Juli 2008 16:12

pasar-digusur01.gifWaingapu.Com - Memasuki tahun 2008, realisasi perombakan dan pembangunan Pasar Inpres di Matawai telah dilakukan. Sejak bulan Mei lalu, pasar Inpres telah dikosongkan. Aktivitas jual beli dialihkan ke tempat lain yang telah disediakan oleh pemerintah setempat yang berlokasi di KM 4. Hal ini dilakukan agar memperlancar proses pembangunan karena lokasi pasar di Matawai sudah begitu semrawut.

Sebagian pedagang yang menempati pasar Matawai ada yang berpindah ke lokasi baru tersebut, tetapi sebagian lagi masih bertahan di Matawai walaupun mereka tidak lagi berjualan di lokasi Pasar Inpres. Mereka berpindah tempat tidak jauh dari situ. Utara Terminal Lama Matawai menjadi tempat mereka sekarang. "Kami kesulitan, karena masyarakat kota Waingapu lebih senang datang kemari ketimbang harus ke KM 4", demikian ungkap salah satu pedagang.

Para pedagang lain mengeluh karena mereka harus mengeluarkan sejumlah uang transport ke KM 4. "Saya harus keluarkan ongkos ojek PP dari Lambanapu ke KM 4 sebesar Rp 20.000, padahal pendapatan saya sebagai penjual sayur tidak sebanyak itu. Lebih banyak ruginya, makanya saya tetap jualan di sini". demikian keluhan Ama Agus penjual sayur putih dari Lambabapu.

Lambanapu dan Mauliru adalah daerah penghasil sayur mayur untuk konsumsi masyarakat kota Waingapu dan sekitarnya, dan lokasi pasar Inpres yang berada di tengah kota memang strategis karena mudah diakses. Hampir semua kegiatan ekonomi rakyat, jual beli terpusat di Matawai.

 

 

Komentar  

 
0 # Guest 2008-07-04 04:24
Memang ketika komunikasi belum dapat dimengerti, keterpaksaan pemerintah untuk gusurpun tak terelakkan, namun saudara ku yang tergusur sabarlah karena semua bertujuan untuk perbaikan. Sehingga menjadi lebih teratur, terarah, dan tidak tertindas. saudara-saudaraku, sabar dalam sengsara tekunlah dalam doa dan berdagang. harun dethan/motivator, penulis, pengkhotbah. dapat ditemui pada situs, http://harundethan.blogspot.com salam sukses.
Balas | Balas dengan kutipan | Kutip
 
 
0 # Cinta De Angel 2008-07-15 01:40
Emang iyalah kalau dari Lambanapu ke KM 4 jauh dan keluarin ongkos banyak,kasian banget tuh penjual maupun pembeli,padahal kebanyakan pembeli ke Matawai dari pada ke KM.4
Balas | Balas dengan kutipan | Kutip
 
 
0 # Guest 2008-07-21 21:27
sry sy mau ksh koment yang kain tentang

sarana & prasarana yg ada di

SMANSA, klo bs ditampilkan dgn gambar/foto

spy orang-orang bs th.thnx
Balas | Balas dengan kutipan | Kutip
 
 
0 # admin 2008-07-21 21:47
Kalau Anda ingin melihat berita seutuhnya, silahkan login dulu di situs ini

salam
Balas | Balas dengan kutipan | Kutip
 
 
0 # Rambu 2008-08-01 03:06
Ya hidup,,pasti ad suka dan duka\'y.....


Setiap hari qta melihat ketidak adilan terjadi dimana2...
ya qta bisa melihat nasib para In\'na,ama yg menjual sayur di pasar....

saat ini yg qta butuhkn sebagai rakyat,,yaitu tanggung jwb pemerintah (para pemimpin) utk setiap keputusan yg mereka ambil...

jgn hny melihat dri satu sudut pandang saja,,tp lihat dari sudut yg lain...serta pikirkn konsekwensi\'y utk masyarakat apa?????

jgn mementingkn kepentingan pribadi,,tp lihat mereka yg menggantungkn hidup mereka dgn usaha dipasar....


so buat keputusan yg terbaik n yg sdh matang2 dlm persiapan\'y....


\"Jd pemimpin bkn utk mencari keuntungan,,ser ta menjadi org yg terpandang...ttp bgmn bisa menjadi org di semua posisi baik depan, belakang,sampin g kiri&kanan...jadilah pemimpin yg melayani dengan hati yang tulus...\"

Maka kamu hai pemimpin akan mengetahui apa yg terbaik untuk rakyat mu...


GBU ^_^
Balas | Balas dengan kutipan | Kutip
 
 
0 # derry 2008-11-26 03:32
pasar inpres seharusnya diisi ama pedagang \"anatana\", bukannya orang-orang bima ajah. lihat ajah,mereka bisa kaya raya dengan berdagang disana.
masalahnya, sama seperti dimana-mana, penduduk aslinya terlalu malas untuk bekerja.
para sarjana yang udah sarjana juga nggak punya otak untuk buka usaha sendiri, lebih suka nongkrong di deker, sambil menunggu pembukaan ujian masuk pegawai negeri.

wake up,everybody!!
Balas | Balas dengan kutipan | Kutip
 
 
0 # Guest 2008-12-01 14:10
trima kasih buat pemda kab sumba timur yang telah memberikan nuansa baru untuk pembangunan pasar inpres matawai, semua itu untuk kebaikan kita smua bukan hanya untuk pedagang, kalau pasar nanti udah jadi kan kita juga senang semua, jadi sekarang tahan2 dulu, biar bagaimanapun mo lawan pemerintah kamu2 yang masih ingin jualan, yang kalo liat pol pp dtang lari terbirit2, kamu tidak akan menang, pemerintah melaksanakan itu semua berdasarkan aturan, jdi tolonglah, ngerti juga dengan pemerintah, soal bukan pasar aja yang menjadi program masih banyak tuh, oleh karena itu mari kita bersama2 bergandeng tangan bersama pemda mendukung pembangunan untuk kita masyarakat sumba timur.
Balas | Balas dengan kutipan | Kutip
 
 
0 # Guest 2008-12-19 10:35
Saya setuju dgn pendapatnya Anto,kita harus sama-sama mendukung jalannya pembangunan pasar ini agar cepat selesai.Majunya Pembangunan dalam suatu daerah harus ada dukungan dari Masyarakat.Kalau kita tdk dukung programe pemerintah gimana mau maju Waingapu.Pemerintah Daerah punya prinsip dasar tidak mau menyusahkan Masyarakatnya,d ia mau Masyarakat semua menikmati hidup dibawah kepemerintahann ya.Cuman kita Masyarakat ini kadang-kadang tidak pernah merasa puas dgn apa yg diusahakan oleh pemerintah kita.Menurut pak Admin pembangunan pasar ini dilakasanakan mengingat Lokasi pasar sudah begitu Semrawut.Gimana tidak semrawut!Tahun 1998 kebawah pemandangan Pasar Matawai sangat indah dipandang(penju alnya sgt tertib)Thn 1999 pasar mulai melebar ke Jalan raya,jika kita masuk dgn kendaraan dr per4an BRITAMA dan Tower Telkom sudah tdk ada lg jln keluar,sebelumn ya bisa langsung ke BNI.Thn 2000 dibagian Utara pasar,dr lapangan Matawai mau ke TK Andaluri sudah macet.Banyak yg taruh barang dagangan dipinggir jalan.Tahun 2001 pasar sudah meluas,tadinya melebar sekarang sudah meluas sampai didepan Blyardnya Rowan dan di Samping Britama.Pemerintah punya Hati Nurani yg sangat dalam,kasihan Masyarakat saya sampai berjualan di jalan raya.Mungkin!Ini kita pake kata \"Mungkin\"Setelah pembangunan Pasar yg baru ini tidak ada lg yg berdagang di jalan seperti sebelumnya.Semua ini masih dalam tanda tanya mungkin.Harapan kita semua sperti itu,biar laju kendaraan kita tetap lancar.Mohon maaf dari Hati yg paling dalam jika coretan saya ini sangat tidak menyenangkan hati bagi keluarga saya yg di Sumba Timur pada umumnya.PEACE FOREVER!Waingap u.com.Thank you verymuch for your friendship,May the miracle of Christmas touch your life!.
Balas | Balas dengan kutipan | Kutip
 
 
0 # Guest 2008-12-19 10:39
Maaf saya keliru tulisan dilaksanakan(se dangkan diatas dilakasanakan)T hanks.
Balas | Balas dengan kutipan | Kutip
 
 
0 # Guest 2009-02-10 01:12
Dengar-dengar pasar Matawai sudah mulai beroperasi..betul tidak nie?
Balas | Balas dengan kutipan | Kutip
 
 
0 # Guest 2009-07-02 05:45
hai.......
kalo di bahas soal pasar,asik jg
tu....
akhirnya kota kt tercinta bs maju dong,
dng pembangunan pasar impres....
ya kalo soal biaya yang di keluhkan pedagang,
yahh umbu n rambu sabar aja kali,
kan pembangun pasar ini,
kan ngak lm bangunnya.
ya kalo soal ongkos,itu menurut sy bs diakali
kenapa semua pedangang sayur yang dr lambanapu n mauliru
tdk menyewa suatu kendaraan seperti truk
dng uang hsl patungan.
kan lbh hmt
dan jg.
tdk sampe 20rb/org biayanya.
karna rata2 pedangang di jakarta,menggun akan cr seperti yng sy blg
diats
dan mereka mungkin lbh jauh tempt pemukimannya dr pada kt,
mungkin lambanapu msh di itung 1xlipat jauhnya.
hitung aja kalo jakarta bogor,bs 10xlipat
jd umbu n rambu sabar aja ya
Balas | Balas dengan kutipan | Kutip
 
 
0 # oskarshaja 2009-08-24 01:02
bos, waingapu bukan jakarta, jakarta bukan waingapu :) kompleks sekali masalah di sini, blm lagi korupsi di mana2...
Balas | Balas dengan kutipan | Kutip
 
 
0 # Guest 2009-08-23 20:17
Kepala Dinas Pendapatan Daerah sdh ditahan Polisi dan mungkin sebentar lagi msuk penjara, kemungkinan besar kelanjutan pembangunan Pasar Matawai akan terkatung-katung, kasihan para pedagang terutama pedagang kecil
Balas | Balas dengan kutipan | Kutip
 
 
0 # Guest 2009-08-25 07:02
Salam kenal pak Marten
menurut pendapat saya, pembangunan suatu daerah tidak di tentukan oleh 1 orang saja.Terkaatung-katung mungkin pada walnya, akrena urusan administrasi dalam hal ini "tandatangan" masih dibutuhkan dari kepala dinas yang bersangkutan.
Tetapi, pemerintah daerah maksud saya Kepala Daerah dapat menunjuk pihak lain yang dianggap mampu/punya kapabilitas untuk menjalankan program ini.
saya sangat berharap pembangunan pasar Matawai tetap dilanjutkan.
Balas | Balas dengan kutipan | Kutip
 
 
0 # Guest 2009-08-25 07:14
Salam kenal untuk pak Harold dan pak Oskarshaja
membaca komentar dari bapak ber2, menurut saya: pendapat yang diajukan oleh pak Harold tidak ada salahnya dicoba, karena tidak ada suatu ide yang PALING BAIK dari ide2 yang lain.untuk menguji apakah ide tsb baik atau tidak adalah dengan mencoba (trial error).
dan kata Pak Oskashaja masalah diSumba sangat kompleks dan korupsi dimana2. saya stuju dengan pendapat itu. Kompleks atau tidaknya suatu masalah dilihat dari bagaimana cara pandang/perspektif serta upaya untuk mencari solusi dan bukan meratapi apa yang sudah terjadi...WAKE UP.
Saran untuk kita semua, mari mendoakan pemerintah kita agar dapat menjalankan program yang mensejahterakan masyarakat Sumba + BERTINDAK baik dengan saran/masukan atau apapun bagi kepentingan bersama.
Mari mulai dari sekarang,mulai dari diri sendiri dan mulai hari ini.
GBU all!!!
Balas | Balas dengan kutipan | Kutip
 
 
0 # Guest 2009-08-26 00:01
Betul bhw pembng tdk ditentukan 1 org saja, tapi realita sekarang sudah berbulan-bulan pasar matawai terbengkalai. Salam kenal juga
Balas | Balas dengan kutipan | Kutip
 
 
0 # Guest 2009-09-09 13:30
ya ampun kacian ya gmana orng mau belanja
Balas | Balas dengan kutipan | Kutip
 

Tambah komentar

Komentar harus disesuikan dengan isi atau tema artikel. Komentar yang tidak sesuai akan dihapus


Kode keamanan
Refresh