Home > Berita > Budaya > Pekan Budaya/Lomba Tari Tradisional Kreasi Baru Tingkat SD/MI se Kecamatan Kambera.
Pekan Budaya/Lomba Tari Tradisional Kreasi Baru Tingkat SD/MI se Kecamatan Kambera. Cetak Email
Kontributor: Admin   
Kamis, 26 Juli 2007 03:25

 

Image
Waingapu.Com - Kecamatan Kambera yang baru terbentuk pada 28 April 2007 ini telah menunjukkan eksistensinya dalam melestariakan budaya Sumba dalam bentuk acara Pekan Budaya/Lomba Tari Tradisional Kreasi Baru Tingkat SD/MI se Kecamatan Kambera dengan tema: Meningkatkan Kreatifitas, Apreasiasi dan Pelestarian Seni Tradisional sebagai Wujud Jati Diri Warisan Budaya. Acara ini berlangsung di Gedung Aula SMA Kristen Payeti, Rabu, 25 Juli 2007.

 

“Senang sekali dengan pagelaran seni budaya di kecamatan Kambera. Suatu kegiatan yang positif untuk warga Kambera. Kita ingin mempertahankan nilai-nilai budaya karena sekarang terjadi pergeseran nilai budaya akibat adanya nilai-nilai modern. Jadi lewat acara semacam ini sangat baik karena kita kembali menyadarkan kepada generasi sekarang tentang adanya warisan leluhur kita. Harapan kami ke depan adalah agar event ini lebih semarak lagi”, demikian Camat Kambera, Kristo Umbu Ndawa Ndjurumana, S.Sos., M.Si mengatakan disela-sela kesibukannya dalam acara tersebut.

Peserta yang ikut serta dalam acara lomba tesebut berasal dari gugus Payeti, Lambanapu dan gugus Kambaniru. Sekolah yang mendaftarkan diri untuk acara tersebut hanya 8 SD yaitu: SDI Kalumbang, SDK Praikundu, SDM Payeti 3, SDM Kambaniru, SDK Kahaungu Eti, SDI Kalu, SDI Lumbu Menggit dan SDM Lambanapu.

Dalam mempersiapkan acara lomba ini hanya membutuhkan waktu 3 minggu. “Pada tingkat SD, sudah ada yang bisa menari sehingga dalam mengikuti lomba ini mereka tidak ragu lagi.  Jauh-jauh hari mereka sudah mempersiapkan diri,” demikian ketua panitia lomba Arison U.T. Renggi, S.Sos., yang juga adalah Lurah Wangga, menyampaikan tentang persiapan panitia kepada tim waingapu.com.

Image
Hendrik Pali
Lain lagi dengan Hendrik Pali sebagai pendiri Sanggar Seni Ori Angu, “Acara ini sungguh membahagiakan saya karena budaya itu menunjukkan kebangsaan. Dengan adanya pekan budaya ini dapat mengangkat harkat dan martabat Sumba Timur”. Tanggapan Hendrik Pali tentang budaya Sumba dalam era teknologi sekarang ini, mengatakan bahwa partisipasi dari pemerintah dan dukungan dari masyarakat sangat diharapkan sehingga hal-hal yang baik seperti ini tidak menjadi sia-sia. Agar kegitan seperti ini tidak hanya pada memperingati HUT Kemerdekaan Negara Indonesia saja, tapi kalau bisa setiap saat bisa diadakan. Diakhir pembicaraan, Hendrik Pali mengusulkan agar pemerintah menyekolahkan putra-putra daerah untuk menimba seni ke pendidikan yang lebih tinggi sehingga Sumba Timur  memiliki sarjana-sarjani seni,  baik dibidang seni musik maupun dibidang seni tari.

Satu hal yang tidak lepas dari perhatian adalah peran para pemukul gong dan tambur. Bpk Sem dari SDI Kalu sebagai pemukul gong mengungkapkan dengan kesederhanaannya bahwa menari ini tidak asal-asalan. Saya memukul gong karena senang dan karena adanya bakat maka panggilan sebagai pemukul gong saya lakoni.

 

Dalam lomba ini SDK Praikundu berhasil menjadi juara pertama kemudian disusul oleh SDI Kalumbang dan juara ketiga ditempati oleh SDI Kalu dan terakhir juara harapan diraih oleh SDM Lambanapu.

 

Image
Tarian Kreasi SDI Kalumbang

 

 

Tambah komentar

Komentar harus disesuikan dengan isi atau tema artikel. Komentar yang tidak sesuai akan dihapus


Kode keamanan
Refresh