Pelajar Aniaya Pemilik Toko Elektro Hingga Tewas |
|
|
|
| Ditulis oleh ion |
| Minggu, 06 Februari 2011 22:54 |
JAR
Tersinggung karena merasa dihina atau dilecehkan karena kekurangan uang saat membeli Play Station (PS), seorang pelajar aniaya pemilik toko hingga tewas. Lebih dari 10 luka tusukan dan sayatan diderita tubuh korban. Bahkan jempol kiri korban sempat hilang dan masih dalam pencarian. Warga kelurahan Prailiu, kota Waingapu jelang dini hari tadi (Minggu, 6/02/2011) gempar. Pasalnya Haryanto alias Bunsan (28), pria asal Surabaya dan pemilik toko elektronik Makmur Jaya, ditemukan telah tewas di toko sekaligus kediamannya dengan kondisi yang sangat menggenaskan. Aparat terpaksa harus mendobrak pintu samping toko karena korban terkunci dari dalam. Saat ditemukan, korban telah tewas dengan kondisi sekujur tubuhnya dipenuhi lebih dari 10 luka sayatan dan tusukan serta lebam. Tragisnya lagi, jempol kiri korban putus dan terus dilakukan pencarian oleh aparat. Korban yang sehari-hari menjalankan usahanya sebatang kara itu, harus mengakhiri hidup dan usahanya di kota Waingapu dengan cara tragis. Oleh aparat mayat korban kemudian dibawa RSUD Umbu Rara Meha. Rencananya akan dilakukan outopsi jika keluarga korban di Surabaya menyetujui. Kejadian ini menarik perhatian warga sekitar. Berdasarkan informasi di sekitar TKP, diantaranya para tetangga korban, mengaku sempat mendengar suara jeritan dari rumah korban. ”Saya dengar suara jeritan sebelumnya. Hal yang sama juga didengar oleh Aci disebelah. Saya kemudian mencoba untuk mendekat dan mengintip dari lubang kunci pintu besi Toko. Saya sempat dengar ada jeritan lagi. Lagu saat lihat ongko dikejar dan dipukul dari belakang dengan kayu oleh seseorang berbadan kurus,” jelas Maryones, salah seorang saksi dan tetangga korban saat ditemui di TKP. Pelaku pembunuhan sadis itu ternyata adalah JAR, seorang pelajar yang masih berusia 18 tahun. Juga tercatat sebagai siswa salah satu SMK di kota Waingapu. Meski sempat bersembunyi di atas plafon rumah korban, pelaku kemudian ditemukan aparat dan kemudian digelandang ke polres setempat. Ditemui sebelum dimasukan sel tahanan di Polres Sumtim, pelaku mengakui perbuatan itu didasari oleh rasa dendam dan tersinggung.. ”Dia hina saya waktu beli kaset PS karena uang saya kurang. Saya tidak terima lalu saya kemudian mencari waktu yang tepat untuk pukul dan tikam dia,” tukas JAR. Hingga kini tersangka masih ditahan guna menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut oleh pihak berwajib. Barang bukti pisau dan barang bukti lain telah diamankan pihak penyidik. Sejumlah saksi juga dimintai ketrangan guna kelengkapan penyidikan dan proses hukum. (ion) |
Berita Terkini
18 May 2012
- 17 May 2012 Jembatan Darurat Payeti: Telah Dibangun dengan Model yang Lebih 'Akrab' dengan Kaum Perempuan
- 16 May 2012 Hujan Berkepanjangan: Cemaskan Warga Pengguna Jembatan Darurat Payeti
- 10 May 2012 MTQ NTT akan Diinkulturasi: Bentuk Dukungan, Usulan Tenun Sumba Jadi Warisan Dunia
- 09 May 2012 Sebrangi Sungai & Bukit Terjal: Siswa SD Bidipraing Akhirnya di Asramakan Selama Pelaksanaan UN
- 08 May 2012 Listrik Proyek PNPM hanya Pajangan: Anak Lai Hiding Belajar Pakai Pelita untuk Hadapi UN
- 03 May 2012 PLN Janji Bina & Tindak Pencatat Meter Nakal
- 27 April 2012 Tikus ‘Invasi’ Lahan Pertanian : Warga Kombapari Terancam Gagal Panen
- 26 April 2012 Warga Mengadu ke DPRD: Diduga Petugas Pencatat Meter PLN Kerja ‘Curi Tulang’
- 24 April 2012 Cara Siswa/i SMPN Nggoa Hadapi UN: Gunakan Lampu Pelita Saat Belajar, Jalan Kaki 7 KM ke Sekolah
- 16 April 2012 Diduga Karena Belum Terima Gaji, Staf Dispenduk Sumba Timur Mogok Berkantor
- 13 April 2012 Naskah Ujian Nasional di Sumba Timur Kurang
- 08 April 2012 18 Tahun Didera Hydrochepalus & Lumpuh: Walau Lirih, Zakarias Tetap Bersenandung
- 06 April 2012 Jemaat GKS Kambaniru Gelar Prosesi Jalan Salib
- 05 April 2012 Sekolah di Sumba Timur, 75% Dibawah Standart Mutu Nasional
- 04 April 2012 Apresiasi Perjuangan Anak Lai Hiding: Dinas PPO Sumba Timur Rencanakan Bangun Sekolah Paralel
- 03 April 2012 Belajar dari Agustinus: Sosok Sederhana di Balik Perjuangan Anak-Anak Lai Hiding
- 31 March 2012 ‘Uji Nyali’ Anak Dusun Lai Hiding: Ke Sekolah Bagaikan Terjun ke Arena Sabung Nyawa
- 29 March 2012 Bangunan Pasar Papuu dan Kiritana Mubazir: TPI & Pabrik Es Waingapu Bernasib Serupa
- 28 March 2012 Harga BBM Belum Resmi Naik: Harga Sejumlah Sembako Menang Satu Langkah!





Komentar
itu sebua pelajaran....
klau pendatang harus hargai tuan rumah...
apa lgi pembeli itu raja....
RSS feed untuk komentar posting ini.