Lupa Password? Lupa Username? Buat akun
Anda berada di >
Sab 19 May 2012
Banner

Pelajar Aniaya Pemilik Toko Elektro Hingga Tewas

PDF Cetak Surel
Ditulis oleh ion   
Minggu, 06 Februari 2011 22:54
JAR

Tersinggung karena merasa dihina atau dilecehkan karena kekurangan uang saat membeli Play Station (PS), seorang pelajar aniaya pemilik toko hingga tewas. Lebih dari 10 luka tusukan dan sayatan diderita tubuh korban. Bahkan jempol kiri korban sempat hilang dan masih dalam pencarian. Warga kelurahan Prailiu, kota Waingapu jelang dini hari tadi (Minggu, 6/02/2011) gempar. Pasalnya Haryanto alias Bunsan (28), pria asal Surabaya dan pemilik toko elektronik Makmur Jaya, ditemukan telah tewas di toko sekaligus kediamannya dengan kondisi yang sangat menggenaskan.

Aparat terpaksa harus mendobrak pintu samping toko karena korban terkunci dari dalam. Saat ditemukan, korban telah tewas dengan kondisi sekujur tubuhnya dipenuhi lebih dari 10 luka sayatan dan tusukan serta lebam. Tragisnya lagi, jempol kiri korban putus dan terus dilakukan pencarian oleh aparat.

Korban yang sehari-hari menjalankan usahanya sebatang kara itu, harus mengakhiri hidup dan usahanya di kota Waingapu dengan cara tragis. Oleh aparat mayat korban kemudian dibawa RSUD Umbu Rara Meha. Rencananya akan dilakukan outopsi jika keluarga korban di Surabaya menyetujui.

Kejadian ini menarik perhatian warga sekitar. Berdasarkan informasi di sekitar TKP, diantaranya para tetangga korban, mengaku sempat mendengar suara jeritan dari rumah korban. ”Saya dengar suara jeritan sebelumnya. Hal yang sama juga didengar oleh Aci disebelah. Saya kemudian mencoba untuk mendekat dan mengintip dari lubang kunci pintu besi Toko. Saya sempat dengar ada jeritan lagi. Lagu saat lihat ongko dikejar dan dipukul dari belakang dengan kayu oleh seseorang berbadan kurus,” jelas Maryones, salah seorang saksi dan tetangga korban saat ditemui di TKP.

Pelaku pembunuhan sadis itu ternyata adalah JAR, seorang pelajar yang masih berusia 18 tahun. Juga tercatat sebagai siswa salah satu SMK di kota Waingapu. Meski sempat bersembunyi di atas plafon rumah korban, pelaku kemudian ditemukan aparat dan kemudian digelandang ke polres setempat.

Ditemui sebelum dimasukan sel tahanan di Polres Sumtim, pelaku mengakui perbuatan itu didasari oleh rasa dendam dan tersinggung.. ”Dia hina saya waktu beli kaset PS karena uang saya kurang. Saya tidak terima lalu saya kemudian mencari waktu yang tepat untuk pukul dan tikam dia,” tukas JAR.

Hingga kini tersangka masih ditahan guna menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut oleh pihak berwajib. Barang bukti pisau dan barang bukti lain telah diamankan pihak penyidik. Sejumlah saksi juga dimintai ketrangan guna kelengkapan penyidikan dan proses hukum. (ion)

 

Komentar  

 
0 #2 umar 2011-02-18 19:05
gara gara hal sepeleh sampe ada korban...
itu sebua pelajaran....
klau pendatang harus hargai tuan rumah...
apa lgi pembeli itu raja....
 
 
0 #1 ryan 2011-02-09 13:01
itu sebagai pelajaran agar penjual dan pembeli saling menghargai...
 

Untuk mengirim komentar di situs ini, silahkan login dulu, atau gunakan layanan komentar dari facebook di atas :)

Berita Terkini

Drainase Wangga & Kambaniru: Telan Anggaran Lebih dari Rp. 3 Milyar
18 May 2012
article thumbnailWaingapu.com - Banjir yang sering melanda sejumlah wilayah di Kelurahan Wangga dan Kelurahan Kambaniru, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur ( Sumtim), NTT, setiap tahun, pada saat musim...
Banner