Lupa Password? Lupa Username? Buat akun
Anda berada di >
Sab 19 May 2012
Banner

Pemkab Sumba Barat Tarik Mobil Damkar: MNA Hentikan Penerbangan Ke Sumba Barat

PDF Cetak Surel
Ditulis oleh ion   
Selasa, 25 Januari 2011 09:48
Bupati Sumbar, J.P. Pandango

Maskapai penerbangan Merpati Nusantara Airlines (MNA) untuk sementara tidak melayani penerbangan dari dan ke bandara Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat (Sumbar), NTT. Hal ini dikarenakan, bandara dinilai tidak layak didarati pesawat Merpati karena ketiadaan failitas mobil pemadam kebakaran yang semestinya siaga di bandara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari para penumpang dan penjemput asal Sumba Barat kala ditemui di Bandara Umbu Mehang Kunda (UMK), Waingapu, Sumba Timur (Sumtim) menyebutkan, mereka terpkasa datang ke Waingapu kandara Bandara Tambolaka kini tidak lagi dilayani maskapai Merpati. Merpati tidak lagi ke Tambolaka karena mobil pemadam kebakaran (Damkar) yang semestinya siaga di bandara telah di tarik oleh pemkab Sumba Barat.

Informasi itu juga dibenarkan oleh Hironimus Topan, kepala Bandara UMK. Hironimus mengakui terhentinya penerbangan Merpati ke bandara Tambolaka telah terjadi selama beberapa hari. Imbasnya banyak calon penumpang yang harus mengalihkan penerbangan lewat bandara UMK.

Bandara UMK beberapa hari terakhir memang nampak lebih padat dibanding hari-hari biasanya, imbas dari kondisi di Tambolaka. Sejumlah calon penumpang dan penjemput yang ditemui mengaku kecewa dan harus mengeluarkan biaya ekstra akibat kondisi itu.

Bupati Sumba Barat, Jubilete Pandango, ketika dikonfirmasi melalui handphone ajudannya malam tadi (24/01) membenarkan informasi, bahwa pihaknya menarik mobil Damkar milik pemkab yang selama ini siaga dibandara.

Menurutnya, tindakan itu dilakukan sebagai bentuk pembelajaran kepada pihak MNA agar lebih profesional dan tidak secara sepihak membatalkan atau menunda penerbangan. karena selain merugikan pemerintah juga terlebih merugikan rakyat di wilayahnya. “Merpati sudah sering delay dan batalkan penerbangan. Penumpang sudah sering menunggu sampai berjam-jam lalu kemudian dari loudspeaker diumumkan pembatalan. Saya juga sudah berulangkali alami itu. Kalau di Denpasar atau di daerah lain, ada timbal balik atau ganti rugi terkait penundaan atau pembatalan, di sini tidak, kalau tidak beri sikap tegas sulit untuk ada perubahan,’’ tegas Pandango.

Lebih lanjut Pandango menjelaskan, mobil Damkar milik pemkab hanya akan disiagakan untuk peswat dari maskapai lainnya. Sedangkan Merpati tidak dilayani sampai ada itikad baik untuk berbenah dalam pelayanannya kepada masyarakat dan pemerintah Sumbar. “Dalam beberpa hari kedepan pihak Merpati akan kami panggil ke Sumba Barat untuk kembali tandatangani pernyataan untuk bisa memberikan pelayanan optimal. Saya juga akan rapat Muspika untuk jelaskan penyebab saya ambil tindakan ini,” pungkasnya. (ion)

 

Untuk mengirim komentar di situs ini, silahkan login dulu, atau gunakan layanan komentar dari facebook di atas :)

Berita Terkini

Drainase Wangga & Kambaniru: Telan Anggaran Lebih dari Rp. 3 Milyar
18 May 2012
article thumbnailWaingapu.com - Banjir yang sering melanda sejumlah wilayah di Kelurahan Wangga dan Kelurahan Kambaniru, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur ( Sumtim), NTT, setiap tahun, pada saat musim...
Banner