Waingapu.Com - Puluhan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Kristen Wira Wacana, Waingapu, Sumba Timur (Sumtim), sejak Jumat (09/12) pagi hingga siang hari, menggelar aksi demontrasi dan orasi damai, di dalam lingkungan kampus. Mereka menuntut transparansi pemberian beasiswa.
Hari anti korupsi sedunia, boleh jadi dipandang saat yang paling tepat bagi puluhan mahasiswa STIE Krisen Wira Wacana ini,menyampaikan aspirasinya. Puluhan mahasiswa menggelar aksinya dilandasi kekecewaan pada pemberian beasiswa bagi para mahasiswa yang dinilai tidak transparan.
Waingapu.Com - Puluhan murid SMA Negeri 1 Haharu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, NTT pagi hingga siang hari (24/10) kesurupan. Teriakan histeris para siswi yang kesurupan membuat panik para siswa dan seluruh staf pengajar dan tata usaha di sekolah ini.
Sejumlah siswi mendadak histeris saat baru saja dimulainya kegiatan belajar mengajar (KBM) pagi hari tadi. Para siswa ada yang sampai pingsan tak sadarkan diri. Sejumlah siswa dan guru di sekolah ini menduga para siswi malang ini kesurupan makhluk halus penghuni sekolah ini yang merasa terusik dengan keriuhan dan aneka tingkah laku murid yang mengganggu ketenangan mereka.
Waingapu.Com - Hari Anak Nasional yang jatuh pada setiap tanggal 23 Juli diperingati dengan berbagai kegiatan yang dikoordinir oleh Wahana Visi Indonesia (WVI). Agenda yang cukup padat yang berlangsung selama 12 hari sejak 18-29 Juli 2011 telah mewarnai suasana kota Waingapu karena melibatkan anak-anak sebagai subyek kegiatan tersebut.
Lebih dari 65 tahun NKRI merdeka, lebih dari 52 tahun Kabupaten Sumba Timur dan Propinsi NTT berdiri menjadi daerah otonomi. Namun kondisi memperihatinkan masih dapat dengan mudah dijumpai. Ditengah gelora semangat untuk meningkatkan taraf pendidikan anak bangsa, ternyata masih banyak yang belum sepenuhnya menikmati kenyamanan dalam upaya menggapai cita-cita dan masa depan yang lebih cerah. Inilah fakta yang terjadi di wilayah kelurahan Maulumbi, kecamatan Kambera, kabupaten Sumba Timur (Sumtim).
Kamis, 12 Mei 2011 adalah hari terakhir Ujian Nasional tingkat Sekolah Dasar (SD). Hal yang sama juga dilaksanakan oleh Sekolah Dasar Luar Biasa. Pelaksanaan ujian di sekolah umum (reguler) tentu berbeda pelaksanaan dan metodenya jika dibandingkan dengan Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB). Namun bisa jadi, tekad dan semangat untuk memperoleh hasil maksimal tetaplah sama. Walau disisi lain, siswa-siswi SDLB memiliki sejumlah keterbatasan.
Seorang siswi kelas 12 (kelas tiga) SMA Negeri Haharu, Kecamatan Kanatang, Kab. Sumba Timur, tidak diperkenankan ikut Ujian Nasional (UN) oleh sekolahnya. Pihak sekolah berdalil sang siswi tidak bisa menunjukan ijazah asli SMP/sederajat, atau minimal foto copynya yang terlegalisir.