Tampilan terbaik, gunakan pixel 1024 x 768 dan Firefox

           | 
Kabupaten Sumba Timur 35,57% Lulus
Kontributor: Nikson   
Rabu, 02 Juli 2008
Waingapu.Com - Apa mo dikata, tapi inilah kenyataan yang sudah dicapai oleh Dunia Pendidikan di Kabupaten Sumba Timur. Kita tahu bahwa hasil ini juga adalah perjuangan keras dari guru-guru dan para siswa yang selama 3 tahun menjalani masa-masa KBM di masing-masing sekolahnya. Tahun ini SMP PGRI terpuruk prosentase kelulusannya di Kabupaten Sumba Timur yaitu hanya 1 orang lulus dari 40 orang peserta ujin.

Komentar
Tulis Komentar RSS
harun dethan, MA  - Mari Bangkit untuk Belajar   |03-07-2008 23:35:14
[b]Jika melihat presentasi kelulusan, mengetuk hati setiap manusia pembelajar agar mau memberikan sesuatu untuk daerah. bagi para guru, ayo bangkit lagi untuk semangat mengajar " mengajar untuk belajar" bagi para murid ayo jangan terpuruk dan putus harapan "anda bisa ketika belajar lebih cerdas" kalian masih ada harapan untuk jadi yang terbaik. ingat bangkit untuk belajar lebih cerdas, wujudkan impianmu menjadi kebanggaan semua orang. Tuhan menyertai, harun dethan/motivator, penulis dan pengkhotbah. ayo bangkit guru dan murid pasti bisa. salam dahsyat.
Ima Monteiro  - "AYO BANGKIT"   |07-07-2008 01:29:57
Sedih juga mendapati kondisi seperti ini.Tapi tidak perlu sedih lama-lama. Ada seorang bijak yang paling saya kagumi mengatakan."bodoh boleh, tapi jangan lama-lama". maksudnya, tidak apa-apa sekarang kita di bawah.tapi jangan lama-lama.AYO BANGKIT. caranya?buka diri, buka wawasan.cari pokok permasalahan.mungkin dari tim pengajar,mungkin dari peralatan penunjang pendidikan.Ayo guru-guru.perluas wawasan,cari ide baru untuk ngajar biar anak-anak lebih tertarik untuk belajar.Saya selalu mengingatkan diri saya bahwa, kalo murid saya blum mengerti penjelasan saya, berarti saya yang belum memaksimalkan cara ngajar saya, dan untuk itu saya harus putar otak untuk membuat mereka menjdi mengerti.Saya yakin, semua guru juga pasti berpikir yang sama.terimakasih."_"
benny  - untuk ibu Ima Monteiro   |10-07-2008 21:53:08
Saya senang dan setuju dengan komentar ibu, secara menurut saya ibu bicara berdasarkan pengalaman (fakta), bukan sekedar analisa belaka.

So, semoga semua guru punya semangat berbenah diri, mau maju dan tidak kalah sama murid-muridnya.


P.S.:
Bu Ima, tolong minta Erin untuk ambil fotonya segera sebelum saya jual:-)
Fatma  - Tetap Semangat!   |08-07-2008 13:38:07
Jangan terpuruk lama-lama. Biarpun gagal, tapi harus tetap bersemangat, semangat untuk terus belajar, mengejar ketertinggalan, dan mencari tahu apa yang menjadi penyebab kegagalan ini. Semoga ini juga menjadi perhatian pihak2 terkait (ortu, guru, dan departemen terkait). Apalagi dengar2 tahun ini NTT menjadi nomor buncit persentase kelulusan seluruh propinsi di Indonesia. Tetap semangat ya...
G 3 NK  - NON MULTA SED MULTUM   |10-07-2008 22:49:16
avatar Membaca artikel ini, saya bertanya: "Ada apa?".
Komentar-komentar umumnya bernada support bagi perubahan di
masa datang.
Saya melihat satu nilai positif (terserah yang lain mau
bilang saya salah). Kelulusan yang cuma sedikit itu mungkin ada bagusnya.
Semakin ketat seleksi dilakukan kemungkinan memberi hasil yang lebih
teruji. Analogikan dengan pemisahan bijih emas dari logam lain.
Pun tak
selamanya ujian akhir merupakan satu-satunya penentu kualitas lulusan.
Apalagi dalam dunia pendidikan kita, polemik KTSP dengan UAN sebagai
standar penentu kelulusan masihlah belum selesai.
Bukan jumlah, tapi
kualitas, seperti judul komentar saya ini.
Ciao!
john_qaked  - TIDAK ADA KATA MENYERAH   |25-07-2008 19:23:39
Dearest all !!

Menanggapi artikel tentang prosentase kelulusan di Waingapu,saya turut sedih, prihatin dan turut merasakan bagaimana perasaan teman2 yang tidak lulus setelah sekian lama berjuang untuk berhasil dalam UJIAN.
Tetapi terlepas dari semua ini, saya berharap TIDAK ADA KATA MENYERAH bagi kita semua termasuk GURU,SISWA dan ORANG TUA/WALI. Mari mulai dari sekarang kita bersama berbenah diri dan mencari tahu di mana letak kesalahannya, bukan mengkambinghitamkan siswa yang tidak lulus.
Bukankah UJIAN kita sebenarnya adalah pada saat kita terjun di masyarakat nanti? Proses BELAJAR tidak hanya di bangku sekolah,tapi bisa dimana saja selagi kita mau untuk belajar.Bukankah KEGAGALAN adalah suatu KEBERHASILAN yang tertunda ? Thomas Alfa Edison sang penemu lampu pijar yang tersohor itu telah 999 kali mengalami kegagalan tapi beliau tidak berputus asa, sehingga pada percobaan yang ke-1000 baru berhasil menciptakan lampu pijar, AMAZING bukan? Dan masih banyak lagi tokoh yang memberi kita contoh TIDAK ADA KATA MENYERAH a.l Elbert Einstein, Abraham Lincoln, Leonardo da Vinci, Bill Gates,Wright bersaudara, Mahatma Gandhi, Liem Sio Liong, Bob Sadino,etc.

SEMOGA hal ini menjadi cambuk buat kita semua dalam berbenah diri sehingga melahirkan Putra-Putri Sumba yang memiliki SEMANGAT yang tinggi dalam mencapai cita-cita. MAJU TERUS PANTANG MUNDUR !! BRAVO !

john_qaked
alumnus SMANSA 1 WGP
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
Silahkan masukan kode anti-spam yang Anda lihat di dalam gambar.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >