 Kadis Pendidikan Sumba Timur, Dra. Rambu Lika Atahumba Waingapu.com - Suhu udara semakin panas. Saat itu menunjukkan jam 12.00 WITTA, tiba-tiba keluarlah tiga orang pejabat teras Dinas Kabupaten Sumba Timur dari gedung pertemuan dinas pendidikan Kabupaten Sumba Timur seusai bertemu dengan para kepala sekolah menengah atas dan kejuruan se-kabupaten Sumba Timur dalam rangka menerima hasil Ujian Nasional, kami langsung dipersilakan masuk oleh Kepala Dinas Dra. Rambu Lika Atahumba yang didampingi oleh KTU Pendidikan Obed Hilungara, SH., M.Si dan Koordinator Pengawas Drs. Paulus Pungulede. Kami disuruh masuk ke dalam ruangan Hibah, disanalah jumpa pers dilaksanakan.
Kabupaten Sumba Timur memiliki 10 buah SMA dan 5 SMK. Sembilan SMA dan 4 SMK yang mengikuti Ujian Nasional. Dua sekolah lainnya SMA Pandawai dan SMK Rumput Laut Pahunga Lodu adalah sekolah yang baru dibuka. Pada tahun pelajaran 2006/2007 Sumba Timur memiliki peserta ujian SMA berjumlah 1.439 orang dan SMK 382 orang dengan jumlah keseluruhan peserta UN tahun pelajaran 2006/2007 SMA maupun SMK sebanyak 1.821 orang. Dari total tersebut terdapat 657 siswa/i dari SMA dan SMK 259 orang yang tidak lulus. Dari hasil tersebut maka prosentase kelulusannya SMA 54% dan SMK 68% total 57,17%. Bila dibandingkan dari tahun ajaran 2005/2006 perbandingan kelulusannya sangat jauh dimana terdapat 95,28% secara keseluruhan. Dra. Rambu Lika Atahumba menegaskan bahwa jurusan Bahasa dan IPS paling banyak tidak lulus karena mereka lemah di mata pelajaran Bahasa Inggris dan Ekonomi. Ketika ditanya faktor apa yang menyebabkan kegagalan siswa dalam UN tersebut? Rambu Lika mengatakan bahwa standar kelulusan yang tinggi, faktor pengajaran, kekurangan guru secara kualitas maupun kuantitas, kesiapan anak dalam menghadapi Ujian dan juga ketidaksiapan mental anak-anak ketika berhadapan dengan Tim Pemantau Independent yang melaksanakan tugasnya tidak sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya, yang sebenarnya tugas mereka hanya memantau jalannya pelaksanaan ujian tetapi mereka membawa diri seolah-olah pengawas ujian di dalam kelas.  KTU Dinas Pendidikan Sumba Timur Obed Hilungara, SH., M.Si Menyinggung soal kompetensi guru, Rambu Lika mengatakan bahwa sebenarnya Dinas Pendidikan telah melakukan berbagai upaya dalam hal peningkatan Kompetensi Guru khususnya guru-guru eksakta, Dinas telah melakukan kerja sama dengan Inside Technology dalam hal ini DR. Kebamoto untuk melakukan pelatihan dalam bentuk Center MIPA. Dalam rangka menanggulangi guru Pemda Sumba Timur juga telah memberikan Akta 4 kepada para sarjana luar pendidikan untuk mengikuti pendidikan guru selama 6 bulan bekerja sama dengan UKSW Salatiga dan PGSD D II dan S1 bekerjasama dengan Undana Kupang. Demikian juga menurut Obed Hilungara bahwa kita telah melakukan kepada mahasiswa-mahasiswa putra-putri Sumba yang berada di luar Sumba untuk memberikan bantuan dengan harapan bahwa kelak mereka akan kembali ke Sumba untuk mengabdi. Di sisi lain juga dalam rangka peningkatan kualitas guru Dinas Pendidikan telah memberikan kesempatan bagi guru-guru untuk mengikuti kelas Penjamin Mutu Pendidikan.Pada kesempatan yang sama, Obed Hilungara, SH., M.Si, selaku KTU Pendidikan mengatakan bahwa pada tanggal 19-20 Juni diadakan Ujian Kesetaraan Paket C dimana kami mengharapkan bagi anak-anak yang tidak lulus agar dapat mendaftarkan diri sebagai peserta ujian Kesetaraan Paket C yang pendaftarannya dibuka mulai Sabtu 16 Juni 2007 sampai hari Minggu 17 Juni 2007. Mengenai biaya Ujian Paket C, KTU Pendidikan ini mengatakan bahwa tidak dipungut biaya.
|