Tampilan terbaik, gunakan pixel 1024 x 768 dan Firefox

           | 
Sumba Timur Bebaskan Biaya Pendidikan
Kontributor: nelang   
Minggu, 04 Pebruari 2007

KUPANG--MIOL: Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), membebaskan biaya pendidikan seluruh siswa sekolah dasar (SD), sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP), dan sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) mulai Januari 2007.

Menurut Wakil Bupati Sumba Timur Gideon Mbilijora, kebijakan itu diambil untuk memberikan kesempatan kepada semua anak usia sekolah di Sumba Timur bersekolah.

Demikian pula agar siswa yang sudah tamat SD bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.

"Sekitar 5.000 anak tercatat tidak bersekolah dan tidak melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi karena orang tua mereka tidak mampu membayar biaya sekolah," kata Gideon kepada Media Indonesia di Kupang, Senin (18/12).

Untuk tujuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumba Timur mengalokasikan dana Rp15 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumba Timur. Dengan demikian, alokasi biaya pendidikan di Sumba Timur menjadi Rp86 miliar, termasuk gaji guru.

Gideon menambahkan, selain untuk sumbangan penyelenggaraan pendidikan (SPP), dana juga akan digunakan untuk membiayai operasional sekolah seperti pengadaan buku-buku dan alat tulis kantor (ATK). Dengan demikian, mulai 2007 tidak ada lagi pungutan yang dikenakan sekolah kepada siswanya karena akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.

Karena itu, dia mengharap kebijakan itu mendapat sambutan positif masyarakat. Orang tua pun dapat mengirim anak-anaknya bersekolah.

Pada kesempatan itu, Gideon juga mengungkapkan Sumba Timur sedang berupaya mengentaskan angka buta aksara di daerah itu hingga mencapai nol persen pada 2009.

Angka buta aksara di Sumba Timur memang masih tergolong tinggi. "Tetapi mereka dapat berbicara bahasa Indonesia secara baik. Hanya saja, tidak mampu menulis abjad," kata Gideon. (PO/OL-01)

Sumber: Media Indonesia

Komentar
Tulis Komentar RSS
umbumaryjan  - SAMPAI KAPAN,,,,??????????   |03-08-2007 03:21:35
avatar Saya Sangat Tertarik Dengan Program Ini, Karena Kalo Emang Benar Demikian Adanya, Ya Syukurlah N Semoga Aja Dapat Mengurangi Angka Kebodohan Di Sumba Timur. Hanya Saja Saya Pertanyakan Ampe Kapan Program Tersebut. Jangan2 Cuman Omong Kosong Belaka. Saya Sarankan Agar Kualitas Tenaga Pengajar Juga Harap Diperhatikan Terutama Yang Dikampung2. Soalnya Slogan Guru Di Kampung2 Adalah "ABIS BULAN TRIMA GAJI" Mengajar Tidak Pernah. Maunya Apaaaaaaaaaa,,??.
Maksudku Kalo Emang PEMDA Mau Mengurangi Angka Kebodohan, Jangan Cuman 1 Cara Itu Aja Doong.
Wahai,,,SumbaKu,,,,
Ampe Kapan Kebodohan Itu Berakhir.
:cry
jeru   |30-01-2008 12:52:44
avatar hati2 dengan program seperti itu!!!! biasanya judul nya bagus banget...." Sumba Timur Bebaskan Biaya Pendidikan " tapi tujuan uatamanya agar bisa menggelembungkan dana APBD sehingga bisa di utak atik dengan mengatasnamakan proyek2 pengadaan ATK lah,peningkatan mutu guru..lah, yah seperti itu lah...namanya juga......... apa ya.. jawab sendiri lah. tapi apapun itu kita syukri saja niat baik itu, semoga Tuhan Memberkati kita semua Amin.
martha   |30-01-2008 16:31:22
Pendidikan gratis....proficiat untuk Pemda Sumba Timur. Usul saya, Pemda SEHARUSNYA duduk bersama pengelola pendidikan swasta, sehingga juga mendapat input tentang pengganggaran.

Beberapa kasus yang terjadi, tetap ada sekolah swasta (bahkan juga negeri)yang memungut biaya. Tentu saja dengan berbagai alasan.

Salut untuk keberanian Pemda. Saya berharap untuk mendapat pendidikan yang berkualitas jangan hanya menggantungkan harapan pada Pemda. Apa yang bisa kita buat untuk mendukung Pemda?

salam
martha
Kaparrak   |05-02-2008 14:18:09
avatar Setuju...

Sampai saat ini, belum pernah ada orang Sumba, yang mewujudkan omongannya dalam tindakan.... Padahal, sebagai pemimpin, kesempatan itu besar sekali, demi terwujudnya masyarakat Sumba yang cerdas dan bijaksana serta berperikemanusiaan
samba  - gratis pendidikan   |18-06-2008 17:53:30
pendidikan gratis adalah baik bagi masyarakat yang perlu di perhatikan adalah apakah pelayanan mendapatkan pendidikan yang bermutu di dapatkan bagi siswa/pelajar? dilain pihak alokasi anggaran pendidikan pasti akan di bengkakkan maka perlu di pantau penggunaan anggaran tersebut agar penggunaan nya tepat dan tidak di korupsi oleh para pejabat, sebab perlu di ketahui oleh masyarakat siswa gratis sekolah tetapi beban itu berpindah pada pemerintah yang mengalokasi anggaran pendidikan naik!
DIS AGREE  - Janji Manis   |10-07-2008 23:05:29
hati hati makin manis apa yang diucapkan makin sulit pula implementasinya, mau tanya apa nutup tuh biaya pendidikan, trus dari mana uangnya ah sprtnya introspeksi diri dulu jgn buat kebijakan yg artifisial tapi mencederai harapan masyarakat.
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
Silahkan masukan kode anti-spam yang Anda lihat di dalam gambar.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >