|
KUPANG--MIOL: Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), membebaskan biaya pendidikan seluruh siswa sekolah dasar (SD), sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP), dan sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) mulai Januari 2007.
Menurut Wakil Bupati Sumba Timur Gideon Mbilijora, kebijakan itu diambil untuk memberikan kesempatan kepada semua anak usia sekolah di Sumba Timur bersekolah. Demikian pula agar siswa yang sudah tamat SD bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. "Sekitar 5.000 anak tercatat tidak bersekolah dan tidak melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi karena orang tua mereka tidak mampu membayar biaya sekolah," kata Gideon kepada Media Indonesia di Kupang, Senin (18/12). Untuk tujuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumba Timur mengalokasikan dana Rp15 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumba Timur. Dengan demikian, alokasi biaya pendidikan di Sumba Timur menjadi Rp86 miliar, termasuk gaji guru. Gideon menambahkan, selain untuk sumbangan penyelenggaraan pendidikan (SPP), dana juga akan digunakan untuk membiayai operasional sekolah seperti pengadaan buku-buku dan alat tulis kantor (ATK). Dengan demikian, mulai 2007 tidak ada lagi pungutan yang dikenakan sekolah kepada siswanya karena akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku. Karena itu, dia mengharap kebijakan itu mendapat sambutan positif masyarakat. Orang tua pun dapat mengirim anak-anaknya bersekolah. Pada kesempatan itu, Gideon juga mengungkapkan Sumba Timur sedang berupaya mengentaskan angka buta aksara di daerah itu hingga mencapai nol persen pada 2009. Angka buta aksara di Sumba Timur memang masih tergolong tinggi. "Tetapi mereka dapat berbicara bahasa Indonesia secara baik. Hanya saja, tidak mampu menulis abjad," kata Gideon. (PO/OL-01) Sumber: Media Indonesia
|