Penemuan Mayat: Indikasi Korban Dibunuh Makin Menguat |
|
|
|
| Ditulis oleh ion |
| Jumat, 18 Februari 2011 20:14 |
Korban Dalam Kantong Mayat
Penemuan mayat dengan kondisi menggenaskan dan telah menebarkan bau di pekuburan umum Hambala (13/2) lalu, hingga kini masih dalam proses penyelidikan intensif aparat penyidik Polres Sumba Timur (Sumtim). Demikian ditegaskan oleh kapolres Sumtim, AKBP. I Made Dharmadi Giri, kepada wartawan saat dimintai penjelasannya disela-sela Rapat kerja (Raker) Pamong Praja di Gedung Nasional Umbu Tipuk Marisi, Rabu (16/2) lalu. ”Hingga kini kasus ini masih dalam penyelidikan intensif oleh penyidik kami. Kami akan terus berupaya maksimal untuk menyingkap siapa pelaku dan motif dibaliknya,” jelasnya seraya menambahkan bahwa indikasi korban merupakan korban penganiayaan berat makin menguat. Adapun kasus penemuan mayat ini sempat membuat wilayah kelurahan Hambala, Kota waingapu, (13/02) lalu gempar. Warga menemukan sesosok mayat laki-laki di lokasi TPU Hambala dalam kondisi sangat menggenaskan. Seperti disaksikan di TKP, wajah korban lebam dan hancur, bahkan mayat telah menebarkan aroma tidak sedap. Rauf, salah seorang warga yang rumahnya berada di sekitar TKP mengatakan mayat ditemukan oleh anak-anak yang sedang mencari kambing yang hilang. ”Ada anak-anak yang mau mencari kambingnya yang hilang. Mereka sempat mencium bau tidak sedap dari rimbunan pohon duri jenis lidah buaya. Tidak menduga sebelumnya, mereka kemudian kaget saat melihat tubuh korban tergeletak hingga kemudian mereka lari meberitahukan kepada warga sekitar,” urainya. Usai melakukan olah TKP, petugas dari Polres Sumtim membawa mayat yang kemudian di identifikasi sebagai SAM (19) seorang karyawan pabrik tahu di Manubara ini, ke kamar mayat RSUD Umbu Rara Meha untuk di autopsi.(ion) |
Berita Terkini
18 May 2012
- 17 May 2012 Jembatan Darurat Payeti: Telah Dibangun dengan Model yang Lebih 'Akrab' dengan Kaum Perempuan
- 16 May 2012 Hujan Berkepanjangan: Cemaskan Warga Pengguna Jembatan Darurat Payeti
- 10 May 2012 MTQ NTT akan Diinkulturasi: Bentuk Dukungan, Usulan Tenun Sumba Jadi Warisan Dunia
- 09 May 2012 Sebrangi Sungai & Bukit Terjal: Siswa SD Bidipraing Akhirnya di Asramakan Selama Pelaksanaan UN
- 08 May 2012 Listrik Proyek PNPM hanya Pajangan: Anak Lai Hiding Belajar Pakai Pelita untuk Hadapi UN
- 03 May 2012 PLN Janji Bina & Tindak Pencatat Meter Nakal
- 27 April 2012 Tikus ‘Invasi’ Lahan Pertanian : Warga Kombapari Terancam Gagal Panen
- 26 April 2012 Warga Mengadu ke DPRD: Diduga Petugas Pencatat Meter PLN Kerja ‘Curi Tulang’
- 24 April 2012 Cara Siswa/i SMPN Nggoa Hadapi UN: Gunakan Lampu Pelita Saat Belajar, Jalan Kaki 7 KM ke Sekolah
- 16 April 2012 Diduga Karena Belum Terima Gaji, Staf Dispenduk Sumba Timur Mogok Berkantor
- 13 April 2012 Naskah Ujian Nasional di Sumba Timur Kurang
- 08 April 2012 18 Tahun Didera Hydrochepalus & Lumpuh: Walau Lirih, Zakarias Tetap Bersenandung
- 06 April 2012 Jemaat GKS Kambaniru Gelar Prosesi Jalan Salib
- 05 April 2012 Sekolah di Sumba Timur, 75% Dibawah Standart Mutu Nasional
- 04 April 2012 Apresiasi Perjuangan Anak Lai Hiding: Dinas PPO Sumba Timur Rencanakan Bangun Sekolah Paralel
- 03 April 2012 Belajar dari Agustinus: Sosok Sederhana di Balik Perjuangan Anak-Anak Lai Hiding
- 31 March 2012 ‘Uji Nyali’ Anak Dusun Lai Hiding: Ke Sekolah Bagaikan Terjun ke Arena Sabung Nyawa
- 29 March 2012 Bangunan Pasar Papuu dan Kiritana Mubazir: TPI & Pabrik Es Waingapu Bernasib Serupa
- 28 March 2012 Harga BBM Belum Resmi Naik: Harga Sejumlah Sembako Menang Satu Langkah!




