Lupa Password? Lupa Username? Buat akun
Anda berada di >
Sab 19 May 2012
Banner

Perempuan, Yang Dipertuankan

PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Fransiskus Xaverius Sili Dalla (Silvester Dalla)   
Minggu, 17 April 2011 23:28

Kekagumanku dulu, sekarang, hingga selamanya
Tak akan pernah berubah pada sosok perempuan
Ya, perempuan
Makhluk yang istimewa

Perempuan itu makhluk lemah, benarkah ?
Jika demikian, lihatlah proses ketika ia melahirkan anak-anaknya
Suatu proses yang selalu membuat takjub
Dan nyawa taruhannya

Jika ia lemah, bagaimana ia bisa dengan setia mengurus keluarganya ?
Sudah bekerja sebelum yang lainnya bangun
Dan masih bekerja saat yang lainnya telah tertidur pulas
Ia tidak lemah, sebaliknya, ia kuat

Ia kuat menanggung beban hidupnya
Hingga hanya keceriaan yang terpancar dari wajahnya
Ia sanggup menahan rasa egonya
Hingga keluarganyalah yang diutamakannya

Perempuan itu makhluk yang kuat
Ia kuat
Bahkan
Sangat kuat

Perempuan
Yang dipertuankan
Prestasi tertinggi yang patut dihargai dalam hidup
Tatkala dipanggil "mama", oleh suami dan anak-anak

Sosok yang dengan penuh kasih sayang
Merawat kita semua
Dalam segala suka dan duka
Keluargalah, tempat pengabdian terakhirnya

Perempuan
Yang dipertuankan
Yang dihargai pengorbanannya
Dipuja-puji kasih sayangnya

Sosok mama, ine - bahasa moyangku - , menjadi ukuran harga diri
Tak heranlah aku ketika nyawa sesama tak ada artinya
Kala mendengar umpatan berbisa dengan menyebut namamu :
PUKI MAI !!!

Betapa agungnya perempuan
Diperjuangkan harkat dan martabatnya
Seperti kasih sayangnya yang lembut pada kita
Dalam doanya, nama kita selalu disebut

Wujud puncak karir kehambaan yang dipertuankan
Dipertuankan sepanjang hayat hingga ajal menjelang
Keagunganmu menjulang tinggi tatkala prestasi yang diraih melebihi keayuanmu
Inspiratif mendulang prestasi...gapai...capai

Betapa sedih dan dukanya
Ketika sosok perempuan dimodifikasi
Ya, dimodifikasi
Lantaran pudar naluri perempuan

Lihat di sana !
Rambu manandang berbusana celana ukuran sejengkal cekik selangkangan
Lihat di sana !
Potret artis berbugil ria, sumber inspirasi birahi mendongkrak popularitas

Lihat di sana !
Antrian panjang perempuan tanpa batasan umur di salon kecantikan
Pasang susuk, suntik silikon, memperbesar buah dada melebihi kapasitas bra tanpa ukuran
Cekikikan berbaring telentang bak ikan di panggangan

Lihat ! Di sana, di sini, ada perempuan
Namun, sekali perempuan tetaplah perempuan
Patut diberi seribu cinta tiada batas
Karena perempuan, yang dipertuankan

*) Puisi ini dibacakan di acara Hari Perempaun International yang berlangsung di Taman Kota, Waingapu, yang diselanggarakan oleh Komunitas Hambila

 

Untuk mengirim komentar di situs ini, silahkan login dulu, atau gunakan layanan komentar dari facebook di atas :)

Berita Terkini

Drainase Wangga & Kambaniru: Telan Anggaran Lebih dari Rp. 3 Milyar
18 May 2012
article thumbnailWaingapu.com - Banjir yang sering melanda sejumlah wilayah di Kelurahan Wangga dan Kelurahan Kambaniru, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur ( Sumtim), NTT, setiap tahun, pada saat musim...
Banner