Persaingan Merupakan Salah Satu Motivasi Pelajar SMA dalam Berprestasi
Ditulis oleh Diana Debi Timoria  
Minggu, 17 April 2011 22:54
Diana Debi Timoria

Pendidikan bukanlah suatu hal yang asing untuk dibahas. Sering sekali kita  mendengar pembahasan tentang pendidikan. Baik dalam acara formal, misalnya seminar atau sosialisasi-sosialisasi bertemakan pendidikan, maupun dalam pembicaraan non-formal yang sering terjadi dalam kelompok-kelompok keseharian kita.

Tidak dapat di pungkiri lagi bahwa pendidikan telah menjadi suatu topik yang tak habis di bicarakan karena telah menjadi sebuah penghasil aset berharga bagi kemajuan SDM dalam suatu daerah yang menuntut keseriusan dalam pelaksanaannya. Dalam proses pendidikan seorang pelajar cenderung mengalami dua hal yang saling bertolak belakang, yaitu membanggakan dan mengecewakan. Hal itu merupakan akibat dari adanya persaingan dalam usaha menjadi yang terbaik di antara teman-temannya. Lalu, sejauh manakah persaingan ini melahirkan generasi Sumba Timur yang berprestasi?

Sebuah persaingan tentunya akan ada dalam proses pendidikan. Banyak sekali ajang atau wadah yang menjadi tempat bersaing siswa. Mulai dari dalam kelas hingga kegiatan-kegiatan luar kelas baik dalam bidang ademik maupun non akademik.

Olimpiade Sains yang diadakan tiap tahun merupakan salah satu contoh wadah bergengsi yang diminati oleh siswa. Banyak siswa berlomba-lomba ingin menjadi yang terbaik di mata gurunya agar bisa terpilih mewakili sekolahnya dalam ajang olimpiade tersebut. Sifat selektif yag dimiliki guru terkadang menghasilkan kebanggaan bagi siswa yang terpilih dan kekecewaan dalam diri siswa yang tidak terpilih. Itu harus dimaknai sebagai sebuah persaingan. Setiap siswa dituntut agar mampu bersaing dan menjadi yang terpilih.

Tak jarang dalam proses persaingan itu, terjadi saling sindir dan mengejek antara yang terpilih dan yang tidak terpilih. Sebagai seorang siswa yang duduk di bangku SMA tentunya hal itu merupakan cerminan dari sikap kekanak-kanakan yang masih tertanam dalam diri selain itu juga merupakan bentuk kekecewaan yang tidak dapat dikendalikan. Sebagai seorang yang menuju kedewasaan, seorang siswa terpilih harus mampu menerjemahkan semua tantangan yang dilaluinya dalam usaha mendapatkan predikat siswa terpilih sebagai suatu motivasi yang mampu menambah semangat belajar. Seorang siswa terpilih harus membuktikan bahwa ia bisa memberikan prestasi yang membanggakan dan tidak mengecewakan guru-guru, teman-teman dan sekolahnya pada tingkat yang lebih tinggi.

Tidak hanya dalam lingkup sekolah saja. Siswa dengan kemampuan terbaik dari sebuah sekolah pun harus mampu bersaing lagi dengan siswa terbaik dari
sekolah-sekolah lain. Nama baik sekolah pun dipertaruhkan. Setiap siswa tentunya ingin agar sekolahnya terkenal dengan hal-hal positif. Citra sekolahnya menjadi tanggung jawabnya ketika ia dengan segala kemampuan yang dimilikinya berusaha mengerjakan soal-soal yang terdapat di depannya. Semua pengetahuan yang didapatnya dari pengabdian seorang guru di tuangkan dalam lembar jawaban. Namun, lagi-lagi sebuah persaingan selalu melahirkan yang terbaik dan yang lainnya harus puas dengan apa yang diraihnya walau bukan yang terbaik.

Persaingan yang terjadi antar sekolah di sumba timur telah menciptakan siswa yang berprestasi dan mampu bersaing ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Selain itu, nama baik sekolah pun terjaga. Sebut saja, SMA Negeri 1 Waingapu, SMA Negeri 2 Waingapu dan beberapa SMA lainnya yang dikenal melalui siswa-siswanya yang berprestasi dalam berbagai perlombaan. Merupakan sebuah sumbangan besar bagi sekolahnya bila seorang siswa mampu bersaing dalam berbagai kompetisi bergengsi. Namun semua prestasi itu, tidak terlepas dari keinginan yang kuat dalam diri
seorang siswa agar memberikan yang terbaik buat sekolah yang sudah mendidiknya. Dorongan belajar yang kuat dalam dirinya telah memberikn motivasi untuk berusaha menjadi yang terbaik. Tentunya hampir semua siswa ingin menjadi nomor satu. Di sinilah motivasi dan semangat belajar diuji melalui persaingan antar siswa. Menjadi yang terbaik diantara begitu banyak siswa tidaklah gampang. Setiap siswa harus memperlihatkan kemampuannya agar dapat memperoleh pengakuan menjadi siswa terbaik. Dukungan dan kinerja guru pun menjadi tolok ukur kemampuan bersaing siswa.

Jiwa bersaing mutlak di perlukan dalam diri setiap siswa untuk membuktikan eksistensinya dalam berprestasi. Mampu memilih ajang pembuktian kepintaran adalah suatu modal pengembangan kemampuan agar dapat mencapai prestasi yang membanggakan. Meski tidak selamanya harus menang dalam perlombaan, tetapi berani mencoba berpartisipasi dalam berbagai kompetisi adalah awal yang baik bagi siswa yang ingin maju.

Oleh karena itu, seorang siswa dituntut agar mampu bersaing demi masa depannya dan nama baik almamaternya. Dibutuhkan kerja sama dari berbagai pihak untuk peningkatan motivasi bersaing siswa. Sekolah sebagai tempat mendidik siswa harus jeli melihat peluang pengembangan belajar siswa khususnya dalam menempatkan siswa untuk bersaing dalam perlombaan-perlombaan.[]

*) Penulis adalah mahasiswi jurusan KLKK Fakultas Kesehatan Masyarakat Uiversitas Nusa Cendana, Kupang

Share