Polisi Tangkap 14 Calon TKW |
|
|
|
|
Ditulis oleh Yongky HS
|
|
Sabtu, 14 Februari 2009 08:56 |
WAINGAPU, Timex - Tim Buru Sergap (Buser) Polres Sumba Timur, Rabu (11
Februari) sekitar pukul 19.00 Wita menangkap dan menahan 14 calon
tenaga kerja wanita (TKW) asal Kabupaten Sumba Barat yang akan
diberangkatkan menuju... Kupang menggunakan KM Awu karena diduga
illegal. Tiga dari 14 calon TKW masih dibawah umur.
Penangkapan terhadap 14 calon TKW yang diduga illegal itu dibenarkan
Kapolres Sumba Timur, AKBP Tetra M Putra melalui Kasat Reskrim, Iptu
Wilson BF Pasaribu kepada Timor Express diruang kerjanya.
Dari laporan yang ada demikian Wilson, pihaknya mencurigai ada yang
tidak beres dengan kelengkapan administrasi 14 calon TKW itu.
Dikatakan, penangkapan berawal dari laporan warga bila tiga dari 14
calon TKW asal Sumba Barat berupaya melarikan diri dari petugas
lapangan yang diutus koordinator PT Gunawan Sukses Abadi wilayah Sumba
Barat, Charitas Adi Rambu (Ica).
"Tiga calon TKW yang diduga masih dibawah umur itu melarikan diri dari
hotel Sandlewood tempat mereka diinapkan sementara menunggu jadwal
keberangkatan KM AWU malam ini. Ketika akan menuju lokasi dermaga untuk
menumpang kapal, tiga dari 14 calon TKW itu melarikan diri. Salah
satunya bahkan berusaha sembunyi dirumah salah seorang penduduk di
Kelurahan Matawai Kecamatan Kota. Karena curiga, warga melaporkan hal
ini pada kami dan itu kita tindaklanjuti dengan mengamankan mereka para
calon TKW tersebut di Mapolres Sumba Timur," tegasnya.
Wilson mengungkapkan, dari informasi yang diperoleh, tiga calon TKW
yang diduga masih dibawah umur itu tidak mengantongi surat izin dari
orangtua. Surat izin dari orangtua ketiga TKW tersebut terangnya,
direkayasa oleh Charitas Adi Rambu termasuk kartu tanda penduduk (KTP).
"Kami sudah menelpon koordinator wilayah Sumba Barat dari PT Gunawan
Sukses Abadi, Charita Adi Rambu yang sedang berada di Waikabubak-Sumba
Barat agar datang ke Polres Sumba Timur untuk diperiksa dalam kasus
ini," paparnya.
Menurut mantan Kapolsek Melolo dan Lewa ini, para TKW tersebut
diinapkan sementara di hotel Sandlewood sejak Selasa (10 Februari)
lalu. Pantauan Timor Express, 14 calon TKW tersebut masih menjalani
pemeriksaan Satuan Reskrim Polres Sumba Timur. (jun)
Artikel ini dicuplik dari Timor Expres Edisi Jumat, 13-02-2009
|
Komentar
jadilah PT yang mempunyai ijin yang sah bukan menggoda anak2 dibawah umur untuk mendapat potongan persen......yang pada akhirnya yang menjadi sasaran adalah anak2 dibawah yang menjadi korban labour force illegal...
Kan kasian, mereka juga manusia seperti kita,,,,yang hak2nya perlu dihargai dan dilindungi...
Thanks
jadilah PT yang mempunyai ijin yang sah bukan menggoda anak2 dibawah umur untuk mendapat potongan persen......yang pada akhirnya yang menjadi sasaran adalah anak2 dibawah yang menjadi korban labour force illegal...
Kan kasian, mereka juga manusia seperti kita,,,,yang hak2nya perlu dihargai dan dilindungi...
Thanks
mengapa tidak dibiayai untuk sekolah?
jika terjadi demikian siapa yang dipersalah kan?
pemerintah harus lebih sadar diri dengan segala kejadian bahwa itu menunjukkan ketidak mampuan pemerintah membuka lapangan usaha dan membiayai sekolah anak orang tidak mampu.
jika pendidikan anak-anak daerah diutamakan maka sangat tidak mungkin mereka menghalalkan segala cara untuk memperbaiki hidup meskipun dengaqn hal yang bertentangan dengan aturan negara.
coba anggap aja jika kita yang ada dipihak mereka, bagaimana rasanya dan apa yang anda lakukan?
RSS feed untuk komentar posting ini.