Lupa Password? Lupa Username? Buat akun
Anda berada di >
Jum 10 Februari 2012
Banner

Premium Tercampur Solar di Depot Pertamina Waingapu

PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Dionisius Umbu Ana Lodu   
Rabu, 24 Juni 2009 15:28

Warga kota Waingapu dan sekitarnya beberapa hari terakhir resah terkait sinyalemen tercampurnya bahan bakar minyak (BBM) jenis premium atau bensin dengan solar. Tidak ayal hal itu menjadi alasan warga untuk mengantri bbm di  dua SPBU setempat hingga SPBU yang biasanya melayani hingga 24 jam tutup lebih cepat.

Meski antrian  terus menurun dan tidak lagi terjadi sepanjang hari-hari seblumnya, namun keresahan masyarakat masih terjadi. Masyarakat, meski was-was, namun apadaya, tidak ada pilihan lain untuk tetap mengisi bbm di SPBU.

Seperti halnya Marthen, seorang tukang ojek, meski telah mendengar dan kuatir dengan isu tercampurnya solar dan premium, ia tetap memilih untuk mengisi bbm di SPBU demi kelangsungan usaha ojeknya. ”Saya mau bagaimana lagi, memang tentang bensin tercampur solar sudah saya dengar kemarin, namun mau bagaimana lagi? Walau sebenarnya saya kuatir, motor saya bisa rusak, tapi mau dapat bensin dimana lagi, kalau tidak isi bensin, saya tidak bisa ojek,” keluh Marthen polos.

Sementara itu, hasil penelusuran di salah satu SPBU di kota Waingapu, kini petugas SPBU terus melakukan uji terhadap BBM yang masuk atau yang di drop mobil tangki dari depot Pertamina Waingapu uji ini terus dilakukan atau karena kuatir masih adanya kasus tercampurnya minyak jenis premium dan solar. Padahal kedua jenis BBM ini sangat dibutuhkan oleh warga dalam aktifitas keseharian mereka.

Dugaan terjadinya kesalahan, hingga berakibat tercampurnya premium dan solar makin kuat, ketika salah seorang sopir tangki membenarkan, bahwa mobil tangki yang dipakai depot Pertamina dibatasi dengan alasan yang tidak jelas. Untuk itu sering mobil tangki yang biasanya dipakai untuk mengangkut dan mendistribusi premium, bisa sewaktu-waktu dipakai untuk mengangkut dan  mendistribusikan solar. ”Tidak tahu lagi dengan kantor pertamina, mereka semua yang atur. Kami hanya sopir, hari ini disuruh antar bensin kami antar, kemudian disuruh antar solar kami antar. Memang mobil tangki sebenarnya banyak, namun saat ini yang dipakai pertamina hanya 5 unit. Jadi ada mobil yang dalam satu hari bisa antar bensin dan solar,” jelas sopir yang enggan identitasnya di expose itu.

Sementara itu, pihak Depot Pertamina Waingapu, hingga kini belum memberikan keterangan resmi. Bambang Gunawan, kepala Depot setempat ketika hendak ditemui, oleh petugas sekuriti depot dikatakan sedang keluar. Padahal, sebelumnya dengan jelas wartawan melihat mobil sang kepala depot sedang parkir di halalam kantor. Selang beberapa saat kemudian, setelah petugas sekuriti memberikan alasan tidak bisa ditemuinya kepala depot, mobil avanza dengan dikemudiakan oleh seseorang dan berpenumpang kepala Depot justru berlalu keluar. Perilaku, kepala Depot ini tidak ayal ,menimbulakan kesan perilaku pimpinan yang lempar batu sembunyi tangan alias enggan untuk bertanggungjawab.

Meski demikian, hasil pantauan kala itu, pengisian BBM ke truk truk tangki untuk selanjutnya di distribusikan, tetap berlangsung seperti biasa. (ion)

 

Komentar  

 
0 #1 Guest 2009-07-02 13:37
wah..!paya bgt klu seorg pemimpin mlkkan hal yg mrskan msyrkat dan berani berbuat tdk berani bertanggung jawab itu tandanya seorg pemimpuin yg penggecut. bg sy tlg para pemerintah set4 yg berwenang tlg di tdklanjuti utk diproses sesuai perbuatannya sebab org kaya gitu jgn dibiarkan dia berbuat senangnya sendiri.
 

Tambah komentar


Kode keamanan
Refresh