Re Nda Maka Lolo Masu Go |
|
|
|
| Ditulis oleh Yongky HS |
| Minggu, 05 April 2009 21:53 |
|
Cover Buku.
Tulisan ini telah dibukukan di dalam buku Bupati Sumba Pinggir terbitan Pointer Book. Sinopsis Bupati Sumba Pinggir Sumba Timur merupakan suatu wilayah kabupaten dengan ibu kota Waingapu yang dihuni oleh berbagai suku bangsa yang ada di Indonesia. Pernak-pernik interaksi masyarakat kota Waingapu ini menjadi tema sentral tulisan Yongky HS yang terangkai dalam buku berjudul BUPATI SUMBA PINGGIR. Karena itu, boleh dibilang buku ini merupakan seri lanjutan buku CARA MUDAH MASUK SORGA (Sebuah Kepura-Puraan) yang terbit tahun 2008. Buku yang merupakan kumpulan tulisan esay dan parodi ini walau tersusun secara acak namun tak terlepas dari tema politik, sosial-budaya, perilaku, etika pergaulan, permenungan atau introspeksi diri bahkan juga soal agama, semuanya dihadirkan secara segar dengan bumbu-bumbu humor dengan dialek ’Waingapu-an’ yang tidak norak. Keseriusan penulis dalam berhumor bisa dilihat dari berbagai pernik kehidupan yang diangkat dan disorotinya. Masalah suksesi, otonomi daerah, pemilu, legislatif, tata kota, tradisi, keagamaan, perilaku pribadi, etika pergaulan dan sebagainya. Bahkan bolehlah dibilang bahwa buku ’ringan’ ini merupakan kritik sosial atau kegelisahan penulis terhadap kondisi sosial budaya kita di Sumba Timur. Ukuran: 11 x 17 cm Cover: Kertas Ivory 210gr + Doff Isi: 187 halaman Terbit Tahun: 2010 Harga: Rp.40.000,- (sudah termasuk ongkos kirim kilat khusus dlm wilayah indonesia) Segera Pesan melalui email di pointerbook[at]waingapu.com |




Permisi sebelumya, bolehlah Anda menerka apa kira-kira maksud dari rentetan kata-kata yang menjadi judul tulisan ini. Mohon maaf pula bila Anda kesulitan menerka artinya bahkan mungkin Anda mengira itu bahasa Asing. Padahal ini hanyalah pemeo dan permainan kata dalam dialek Sabu (Masara) yang pernah muncul di Waingapu tempo dulu.

Komentar
sa pi sa pu mama(sapi sapu mama)???
saya pergi ke saya punya mama hehehehe.....
su kaya "lele" kalian...tuh istilah gaul anak sumba di ygy he...
predhtz, ko pi rebus ko pu adik? macam petatas saja, ko pu adik itu....
ha...ha... ha...
Sesuai dengan Firman TUHAN, Musa memukul tebing batu dan keluarlah air dari batu tersebut, sehingga bangsa itu dapat minum.
Lalu berserulah bangsa itu : "Sekarang... sumber air... su deka......at. Beta sonde....... terlambat lagi. Sekarang...... beta bisa...... bantu mama...... ambil air...... buat rebus adik...".
ko pi mana = kamu pergi ke mana?
memang, saudara kita, do hawu dorang, ini, suka bikin lucu.. tapi, itulah keindahan Waingapu... sangat indah berada ditengah2 mereka, meski saya sendiri juga tidak bisa bahasa Sabu..
sukses bung......
RSS feed untuk komentar posting ini.