‘Risalah’ Kunjungan SBY di Sumtim: Puskesmas Bercat Biru, Ayam betina, Pejabat yang Ngantuk hingga Aksi Narsis
Ditulis oleh ion  
Sabtu, 07 Juli 2012 10:54

Waingapu.Com - Presiden SBY dan rombongan memang telah kembali ke Jakarta Kamis (5/07) lalu. Namun masih belum lekang dari ingatan sejumlah khalayak, ragam fakta dan kisah baik sebelum maupun selama SBY dan rombongan berada di Sumba Timur (Sumtim) yang boleh jadi diluar perkiraan dan rancangan acara.

Kisah bermula dari tersajinya pergantian ‘kostum’ dari Puksesmas Kawangu, Kecamatan Pandawai, dari sebelumnya. Dimana sejak berdirinya fasilitas kesehatan ini akrab dengan warna putih pada temboknya. Namun beberpa hari sebelum kunjungan SBY dan rombongan, tembok puskesmas ‘disulap’ berwarna biru.

Yang juga menjadi kejutan dalam kunjungan ini adalah, suasana kota Waingapu yang mendadak menjadi kota yang layak mendapatkan piala Adipura karena saking bersih dan teraturnya, tentunya minus Pasar Inpres dan dua jembatan (jembatan Payeti dan Manubara) yang hingga kini masih belum jelas kapan bisa dimanfaatkan.

Acara tatap muka dengan tokoh masyarakat Sumtim dan warga peternak di Desa Maubokul, kecamatan Pandawai juga menyisakan kisahnya sendiri. Desa yang sejak lahirnya jarang ditapaki oleh ban mobil kelas ‘Kijang’ ke atas justru seminggu terakhir terasa berat menampung beban jubelan kendaraan aneka jenis, bahkan hingga kendaraan lapis baja.

Belum lagi banyaknya kuda dan sapi di wilayah ini seakan-akan berusaha diimbangi dengan jubelan oknum berpakaian loreng dibalik gunung, hutan dan rumput belukar. Prosedur tetap yang memang harus dilakukan untuk mengamankan orang nomer satu di negara ini, boleh jadi menjadi dalil kondisi itu.

Bukan aksi warga yang justru merepotkan panitia dan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspamres) menjelang acara tatap muka dilaksanakan. Melainkan seekor ayam betina lengkap dengan sejumlah ‘anak kandungya’ yang memasuki arena tepat dihadapan panggung dan podium yang nantinya akan digunakan SBY duduk dan berpidato. Untung sang ayam betina itu tidak turut mengajak ayam jago, sebagai figur yang paling bertanggung jawab hingga nongolnya barisan ‘cicit-cuit’ anak ayam.

Suasana lain yang juga tersaji dalam acara tatap muka ini adalah, polah tingkah para pejabat lokal maupun pusat yang mungkin karena kelelahan atau memang sudah menjadi ‘penyakit akut’ adalah ngantuk dan tertidur, selama acara. Mereka akan terjaga dan tersentak kaget jika ada tepukan tangan warga saat Presiden SBY atau Menteri Pertanian Siswono mengeluarkan statement yang menytuh hati undangan yang hadir.

Rerumputan coklat dan berkilau layaknya emas jika tertimpa matahari menjelang sore, juga memikat Presiden SBY dan Ibu Negara Ani Yudhoyono bersama rombongan. Tak terhitung berapa kali kamera cannon Ibu Ani membidik target. Padang sabana, dihiasi dengan ribuan sapi dan ratusan kuda kali itu memang menjadi pemandangan yang tidak lazim bagi Presiden dan rombongan. Penunggang kuda sandlewood tanpa sadel juga menjadi target bidik kamera rombongan yang berjumlah lebih dari 100-an orang itu.

‘Narsis Ria’ ala Presiden SBY dan ibu Negara serta rombongan menteri dan perjabat lainnya kala itu tersaji. Pose berlatar padang sabana dengan ribuan sapi, ratusan kuda, hingga pose bersama para lelaki Sumtim berpakaian adat dengan kain tenun khasnya, menjadi hasrat yang harus tuntas kala itu juga oleh Ibu Ani dan rombongan. Bahkan untuk mendapatkan hasil terbaik, Presiden SBY sampai harus membantu Paspampres dan juru foto istana negara mengarahkan ‘keliaran’ sejumlah lelaki sumba berpakaian khas yang seakan tak percaya diajak figur sang RI-1 berpose bersama. (ion)

Share