Siapkan Menu Makan: Imigran dan Relawan Berkolaborasi
Ditulis oleh har  
Minggu, 10 Juni 2012 14:49

Waingapu.Com - Tidur di lantai beralaskan spon bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), dan menyantap makanan yang disajikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menjadi rutinitas 59 imigran asal Timur Tengah (Timteng) dalam penampungan mereka di Mapolres Sumba Timur. Namun seiring berjalannya waktu, selera dan rasa itu tak bisa mereka bendung, ketidakcocokan selera dan cara masak sempat dikeluhkan para imigran. Akhirnya oleh tim Dinas Sosial dan relawan BPNB setempat, para imigran ini diperkenankan untuk berkolaborasi dalam hal masak dan penyajian menu makanan.

“Sudah beberapa hari ini mereka sama-sama tim relawan memasak mereka yang minta kalau bisa mereka turut memasak. Alasan mereka, lidah mereka tidak sesuai dengan bumbu dan cara masak kita. Daripada setelah dimasak para imigran ini enggan makan dan akibatnya banyak makanan mubazir, ya kami perkenankan mereka untuk sama-sama masak dengan tim kami. Dan adi bisa lihat sendiri, mereka senang bisa masak sama-sama dengan kita,” jelas Maramba Meha, kadis Sosial setempat, saat ditemui di areal penampungan Sabtu (09/06) siang kemarin.

Seperti terpantau saat itu, seorang imigran nampak dipercayakan oleh rekan- rekannya untuk menjadi koki dadakan. Dengan telaten dia menanak nasi dan mengatur besarnya api di tungku berbahan bakar minyak tanah. Dengan cekatan pula ia nampak meracik bumbu dan menggoreng daging ayam untuk menjadi santapan siang ia dan rekan-rekannya.

Di sudut lain penampungan ini nampak imigran lainnya sibuk dengan aktifitas mencukur kumis dan jenggotnya. Juga nampak banyak yang antri untuk digunting rambutnya oleh dua imigran yang dengan cepat dan tangkas telah menggunting rambut tiga rekan mereka hanya dalam waktu tak lebih dari sejam dengan gunting yang dipinjamkan Wakapolres Sumtim Kompol. Nugroho AS.

“Cepat sekali dia gunting rambut, rapi lagi. Tadi dia minta kalau bisa kami pinjamkan gunting dan sisir, jadi kami pinjamkan. Senang juga bisa melihat kesibukan mereka, apalagi hampir tiap sore mereka bemain bola di lapangan sepakbola Polres,” urai Nugroho.

Adapun ke-59 orang imigran gelap asal Timteng ini, Minggu (3/06/2012) lalu, sekitar pukul 15.00 Wita terdampar di perairan Tanjung Batu-Watu Rara, Desa Kadahang, Kecamatan Haharu, Sumtim, akibat kapal sewaan mereka alami kerusakan mesin dan terombang- ombang gelombang hingga terdampar dan ditemukan warga setempat. (har)

Share