Simpati pada KPK: Pasien dan Karyawan Rumah Sakit Galang Dana Sukarela
Ditulis oleh ion  
Kamis, 28 Juni 2012 22:15

Waingapu.Com - Geram dengan korupsi yang terus merajalela, hingga sikap DPR-RI yang enggan menyetujui anggaran bagi pembangunan gedung baru KPK, menjadi motivasi dasar sejumlah pasien dan karyawan pada salah satu Rumah Sakit Umum (RSU) yang ada di kota Waingapu, kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT. Dengan menenteng kotak bertuliskan koin peduli KPK, penggalangan dana ini di himpun oleh para karyawan dan pasien yang tergabung dalam sebuah wadah yang terbentuk spontan berlabel Komunitas Sipil Sumba Timur Peduli KPK.

Seperti terpantau Kamis siang (28/06), kotak ini dibawa oleh seorang karyawan RSU dengan diikuti sejumlah rekannya berjalan ke sejumlah bangsal. Sebelum menyodorkan kotak sumbangan, para pasien dan keluarganya terlebih dahulu diberikan pemahaman akan maksud dan tujuan penggalangan dana itu.

Para pasein dan keluarga nampak antusias memberikan sumbangan baik berupa koin maupun uang kertas secara sukarela, walau ditengah kesibukan mengurus dan menjaga keluarganya yang sakit. Bahkan ada pasien yang masih tersambung engan tabung dan selang infuse turut antusias memberikan sumbangan.

“Saya sakit malaria pak, tapi untunglah sudah mulai berangsur pulih. Walau sakit ,saya terus ikuti perkembangan berita. Saya prihatin dengan kondisi Negara kita ini yang sebenarnya kaya namun masih terus terpuruk karena korupsi telah berakar dan merajalela hampir di setiapo sendi kehidupan bangsa. Saat ini yang kita bisa harapkan hanyalah KPK. Sementara lembaga Negara lainnya telah terkontaminasi. Jika terus begini, bangsa kita akan terus terpuruk dan bangsa lain akan memandang rendah pada bangsa kita,” tandas Amsal Ginting, salah seorang pasien yang dimintai komentarnya.

“Yang menjadi saya adalah besarnya keinginan saya untuk Indonesia menjadi lebih baik dan kian bersih dari virus korupsi yang merajalela,. Atas dasar ini saya mau memberikan sedikit bentuk kepedulian saya dalam bentuk uang untuk KPK,” jelas Dessy, salah seorang ibu yang sedang menunggui anaknya yang dirawat karena diare dan malaria.

Usai para pasiein memberikan sumbangannya, para karyawan juga secara spontan memberikan sumbangan sukarela dalam bentuk sejumlah uang ke dalam kotak. Direncanakan kotak sumbangan itu masih akan diedarkan hingga dua hari.

“Hasilnya akan kami krimkan ke rekening ICW dan selanjutnya bisa disalurkan bagi pembangunan gedung KPK. Kalau ada warga yang juga mau turut menyumbang kami siap menerima dengan tangan terbuka,” tukas Indah, adalah seorang karyawan ketika dimintai tanggapannya seusai memberikan sumbangan sukarelanya. (ion)

Share