Lupa Password? Lupa Username? Buat akun
Anda berada di >
Sab 11 Februari 2012
Banner

Siswa-siswi SLB Negeri Tetap Berprestasi: Titip Pesan Berantas Korupsi Untuk Presiden Terpilih

PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Dionisius Umbu Ana Lodu   
Selasa, 07 Juli 2009 21:17

Hingar bingar para politisi menghadapi hajatan demokrasi pemilihan presiden memang beraneka bentuk. Tempat yang strategis dan berpeluang untuk meraih simpati massa dikunjungi dengan tujuan penyebaran serta didengungkan ragam propaganda.Tempat seperti pasar tradisonal hingga tempat pelelangan ikan, msialnya didatangi. Namun di sisi lain ada beberapa kalangan yang juga merupakan anak-anak bangsa, justru merasa terpinggirkan atau terlupakan.Mereka adalah para penyandang cacat dan keterbatasan fisik dan mental.

Kaum penyandang cacat dan yang bernasip kurang beruntung itu,acapkali terlupakan. Padahal mereka memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagai warga NKRI. Jika di review kembali, boleh dikata tidak ada satupun capres dan cawapres bahkan tim sukses sekalipun yang sudi meluangkan waktunya untuk mengunjungi dan memberi harapan pada kaum jompo dipanti jompo maupun bagi mereka yang memiliki cacat tubuh dan keterbatsan mental. Padahal para penyandang  keterbatasan  fisik dan mental yang telah memiliki hak pilih, suaranya sama nilainya, sama berharganya bagi para capres dan cawapres dan bagi perkembangan demokrasi bangsa.

Seperti halnya para murid Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Waingapu, meski mengakui acapkali terpinggirkan dan dipandang sebelah mata. Namun mereka masih memiliki kepedulian dan tetap mempunyai harapan berharap pada presiden terpilih nanti akan memberi harapan. Walau mereka mengaku tidak mengetahui siapa saja capres dan cawapres yang bertarung dalam hajatan demokrasi Pilpres.

“Saya tidak tahu siapa saja capres dan cawapres, apalagi saya juga belum miliki hak pilih dan jarang baca koran dan nonton TV. Namun saya berharap presiden terpilih nantinya lebih peduli pada pendidikan khususnya bagi kami-kami yang memiliki keterbatasan fisik dan mental,” ungkap Nasa, salah seorang siswa kelas satu SMP pada SLB Waingapu ketika ditemui wartawan, sabtu lalu.

Adapun Nasa merupakan siswa yang memiliki cacat bawaan sejak lahir pada tangan kiri dan kaki kirinya. Namun semangat untuk berperstasi tetap membaja. Terbukti, ia meraih juara dua lomba lukis tingkat propinsi NTT beberapa waktu lalu. Ketika wartawan mendatangi sekolah ini, ternyata bertepatan dengan syukuran yang dikemas untuk menyambut liburan dan syukuran kenaikan kelas maupun kelulusan siswanya.

Para siswa menggelar pentas seni, yang mana pentas seni ini sekaligus menjadi ucapan selamat kepada beberpa siswa di sekolah ini,  yang dalam pilpres mendatang akan menjadi pemilih pemula. Theresia dan Melvy, dua dari siswa yang telah memperoleh hak pilih, ketika ditemui memberi pesan bagi  Presiden dan Wakil presiden terpilih untuk lebih memperhatikan nasib dan pendidikan kaum cacat dan yang mengalami nasib kurang beruntung layaknya mereka.

Selain itu, mereka juga meminta, pemerintah untuk untuk lebih gencar memberantas KKN. “Untuk presiden  dan wakil presiden yang nantinya terpilih saya harapkan untuk lebih memperhatikan dunia pendidikan, khususnya pendidikan bagi kami-kami yang selama ini seolah dilupakan. Selain itu, pemebrantasan korupsi, kolusi dan nepotisme tetap harus gencar dan tidak pandang bulu,” tandas Melvy senada dengan pendapat Theresia.

Adapun di sekolah yang berdiri sejak tahun 1986 ini, sesuai dengan penjelasan Dominggus Nd. Mbadi, terdapat 89 anak penyandang cacat dan keterbatasan fisik dan mental yang dididik dan diayomi. “Meski anak-anak yang kami didik di sini miliki sejumlah keterbatasan fisik dan mental namun justru tidak menghalangi mereka untuk berprestasi. Kami disini punya Anton, juara tari tradisional tingkat propinsi. Namun karena persoalan teknis batal mengikuti lomba di level nasional. Kami juga punya juara bulutangkis dan juara nyanyi solo,” beber Dominggus.

Berangkat dari realita itu, para penyandang cacat fisik dan mental itu, dengan segala keterbatasannya, mengharapkan dengan sepenuh hati, agar nantinya pemimpin terpilih, lebih memperhatikan mereka.

 

Tambah komentar


Kode keamanan
Refresh