Sriyati Konga Wandal TKW asal Kawangu Belum Diketahui Nasibnya |
|
|
|
| Ditulis oleh Frans W. Hebi |
| Rabu, 13 April 2011 09:28 |
|
Sudah 5 tahun berangkat ke Malaysia tapi belum sekalipun kontak dengan kami, kata Hina Lakihamba (ayah) dan Diawa Ruy (ibu) dari Sriyati Konga Wandal, TKW asal Kamaru, RT 013, Desa Kawangu, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, NTT, Indonesia. Sriyati Konga Wandal ketika direkrut PT Surya Pasifik Jaya, Surabaya melalui Faisal, kepala cabang di Waingapu baru berumur 15 tahun (lahir 7-9-1990). Soal umur kami yang atur, kata Faisal sebagaimana dituturkan Diawa Ruy ibu Sriyati Konga Wandal. Akhirnya kedua orang tua yang tidak faham aturan bahwa umur 18 tahun tidak boleh direkrut merelakan putri mereka yang masih lugu dan hanya kelas V SD. Ini terjadi pada 10-8-2006. Setelah PT Surya Pasifik Jaya Surabaya yang beralamat di Jalan HRM. Mangundiprojo No.556, Buduran Sidoarjo, 61252 menampung Sriyati Konga Wandal selama 2 bulan, akhirnya dia diberangkatkan ke Malaysia pada 7-10-2006. Menurut kedua orang tua Sriyati yang diiyakan oleh Ama nai Retang (kakek Sriyati), baik saat masih di penampungan PT Surya Pasifik Jaya maupun selama berada di Kuala Lumpur, Malaysia, tidak sekalipun mengadakan kontak dengan kami, jangankan mengirim uang. Pada 11-1-2011 orang tua Sriyati melapor ke Depnaker, barulah berkas-berkas menyangkut TKW ini diserahkan Faisal ke Depnaker, tapi berkas itu tidak bisa terbaca karena sudah lusuh, kata Diawa Ruy ibu Sriyati. Menurut laporan Faisal ke keluarga, tahun 2007 Sriyati pernah minggat dari tempat kerja (sebagai pembantu rumah tangga) tapi selanjutnya tidak ada pemberitahuan lagi kepada kami, tukas Diawa Ruy. Siapa nama majikan Sriyati, dimana alamat di Kuala Lumpur sama sekali tidak diketahui keluarganya. Sebenarnya Sriyati kami berikan HP dengan maksud agar dia selalu mengontak kami, ternyata tidak pernah. Kami menduga HP itu rupanya sudah diamankan majikan, tukas Diawa Ruy. Sebagai pegangan seharusnya kami keluarga mendapatkan surat kontrak kerja buat anak kami yang kami tahu isinya berisi data sponsor, majikan. Memang kami pernah pernah diminta menandatangani sebuah surat, mungkin surat itu, karena kami tidak diberi kesempatan membacanya, kata Diawa Ruy. Setelah 2 tahun di Malaysia, keluarga pernah menanyakan kepada Faisal bagaimana keadaan anak mereka karena tidak pernah ada berita. Faisal malahan dongkol, tutur keluarga. Jangan mengganggu, dia sedang sibuk kerja, jawab Faisal seperti di tuturkan Diawa Ruy. Keluarga juga meminta foto/klise anak mereka tapi tidak diberikan, karena di rumah mereka tidak punya foto Sriyati sebagai dokumen. Karena semakin runyam memikirkan nasib anak mereka, keluarga lagi-lagi menghadap ke Depnaker pada tanggal 12-13 Januari 2011 untuk mencari tahu anak mereka. Depanaker berjanji 2 minggu lagi baru mendapatkan kepastian, demikian juga mereka menghadap Faisal pada 14-1-2011. Faisal janji akan segera menelpon PT Surya Pasifik Jaya. Sampai hari ini 12-4-2011 tidak ada berita baliknya, kami akan proses melalui jalur hukum, ungkap Ama nai Retang kakek Sriyati bersama kedua orang tuanya.(fwh) |
Berita Terkini
18 May 2012
- 17 May 2012 Jembatan Darurat Payeti: Telah Dibangun dengan Model yang Lebih 'Akrab' dengan Kaum Perempuan
- 16 May 2012 Hujan Berkepanjangan: Cemaskan Warga Pengguna Jembatan Darurat Payeti
- 10 May 2012 MTQ NTT akan Diinkulturasi: Bentuk Dukungan, Usulan Tenun Sumba Jadi Warisan Dunia
- 09 May 2012 Sebrangi Sungai & Bukit Terjal: Siswa SD Bidipraing Akhirnya di Asramakan Selama Pelaksanaan UN
- 08 May 2012 Listrik Proyek PNPM hanya Pajangan: Anak Lai Hiding Belajar Pakai Pelita untuk Hadapi UN
- 03 May 2012 PLN Janji Bina & Tindak Pencatat Meter Nakal
- 27 April 2012 Tikus ‘Invasi’ Lahan Pertanian : Warga Kombapari Terancam Gagal Panen
- 26 April 2012 Warga Mengadu ke DPRD: Diduga Petugas Pencatat Meter PLN Kerja ‘Curi Tulang’
- 24 April 2012 Cara Siswa/i SMPN Nggoa Hadapi UN: Gunakan Lampu Pelita Saat Belajar, Jalan Kaki 7 KM ke Sekolah
- 16 April 2012 Diduga Karena Belum Terima Gaji, Staf Dispenduk Sumba Timur Mogok Berkantor
- 13 April 2012 Naskah Ujian Nasional di Sumba Timur Kurang
- 08 April 2012 18 Tahun Didera Hydrochepalus & Lumpuh: Walau Lirih, Zakarias Tetap Bersenandung
- 06 April 2012 Jemaat GKS Kambaniru Gelar Prosesi Jalan Salib
- 05 April 2012 Sekolah di Sumba Timur, 75% Dibawah Standart Mutu Nasional
- 04 April 2012 Apresiasi Perjuangan Anak Lai Hiding: Dinas PPO Sumba Timur Rencanakan Bangun Sekolah Paralel
- 03 April 2012 Belajar dari Agustinus: Sosok Sederhana di Balik Perjuangan Anak-Anak Lai Hiding
- 31 March 2012 ‘Uji Nyali’ Anak Dusun Lai Hiding: Ke Sekolah Bagaikan Terjun ke Arena Sabung Nyawa
- 29 March 2012 Bangunan Pasar Papuu dan Kiritana Mubazir: TPI & Pabrik Es Waingapu Bernasib Serupa
- 28 March 2012 Harga BBM Belum Resmi Naik: Harga Sejumlah Sembako Menang Satu Langkah!




