Sumba Timur Bebaskan Biaya Pendidikan |
|
|
|
| Ditulis oleh nelang |
| Minggu, 04 Februari 2007 21:15 |
|
KUPANG--MIOL: Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), membebaskan biaya pendidikan seluruh siswa sekolah dasar (SD), sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP), dan sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) mulai Januari 2007. Menurut Wakil Bupati Sumba Timur Gideon Mbilijora, kebijakan itu diambil untuk memberikan kesempatan kepada semua anak usia sekolah di Sumba Timur bersekolah.Demikian pula agar siswa yang sudah tamat SD bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. "Sekitar 5.000 anak tercatat tidak bersekolah dan tidak melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi karena orang tua mereka tidak mampu membayar biaya sekolah," kata Gideon kepada Media Indonesia di Kupang, Senin (18/12). Untuk tujuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumba Timur mengalokasikan dana Rp15 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumba Timur. Dengan demikian, alokasi biaya pendidikan di Sumba Timur menjadi Rp86 miliar, termasuk gaji guru. Gideon menambahkan, selain untuk sumbangan penyelenggaraan pendidikan (SPP), dana juga akan digunakan untuk membiayai operasional sekolah seperti pengadaan buku-buku dan alat tulis kantor (ATK). Dengan demikian, mulai 2007 tidak ada lagi pungutan yang dikenakan sekolah kepada siswanya karena akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku. Karena itu, dia mengharap kebijakan itu mendapat sambutan positif masyarakat. Orang tua pun dapat mengirim anak-anaknya bersekolah. Pada kesempatan itu, Gideon juga mengungkapkan Sumba Timur sedang berupaya mengentaskan angka buta aksara di daerah itu hingga mencapai nol persen pada 2009. Angka buta aksara di Sumba Timur memang masih tergolong tinggi. "Tetapi mereka dapat berbicara bahasa Indonesia secara baik. Hanya saja, tidak mampu menulis abjad," kata Gideon. (PO/OL-01) Sumber: Media Indonesia |
Berita Terkini
18 May 2012
- 17 May 2012 Jembatan Darurat Payeti: Telah Dibangun dengan Model yang Lebih 'Akrab' dengan Kaum Perempuan
- 16 May 2012 Hujan Berkepanjangan: Cemaskan Warga Pengguna Jembatan Darurat Payeti
- 10 May 2012 MTQ NTT akan Diinkulturasi: Bentuk Dukungan, Usulan Tenun Sumba Jadi Warisan Dunia
- 09 May 2012 Sebrangi Sungai & Bukit Terjal: Siswa SD Bidipraing Akhirnya di Asramakan Selama Pelaksanaan UN
- 08 May 2012 Listrik Proyek PNPM hanya Pajangan: Anak Lai Hiding Belajar Pakai Pelita untuk Hadapi UN
- 03 May 2012 PLN Janji Bina & Tindak Pencatat Meter Nakal
- 27 April 2012 Tikus ‘Invasi’ Lahan Pertanian : Warga Kombapari Terancam Gagal Panen
- 26 April 2012 Warga Mengadu ke DPRD: Diduga Petugas Pencatat Meter PLN Kerja ‘Curi Tulang’
- 24 April 2012 Cara Siswa/i SMPN Nggoa Hadapi UN: Gunakan Lampu Pelita Saat Belajar, Jalan Kaki 7 KM ke Sekolah
- 16 April 2012 Diduga Karena Belum Terima Gaji, Staf Dispenduk Sumba Timur Mogok Berkantor
- 13 April 2012 Naskah Ujian Nasional di Sumba Timur Kurang
- 08 April 2012 18 Tahun Didera Hydrochepalus & Lumpuh: Walau Lirih, Zakarias Tetap Bersenandung
- 06 April 2012 Jemaat GKS Kambaniru Gelar Prosesi Jalan Salib
- 05 April 2012 Sekolah di Sumba Timur, 75% Dibawah Standart Mutu Nasional
- 04 April 2012 Apresiasi Perjuangan Anak Lai Hiding: Dinas PPO Sumba Timur Rencanakan Bangun Sekolah Paralel
- 03 April 2012 Belajar dari Agustinus: Sosok Sederhana di Balik Perjuangan Anak-Anak Lai Hiding
- 31 March 2012 ‘Uji Nyali’ Anak Dusun Lai Hiding: Ke Sekolah Bagaikan Terjun ke Arena Sabung Nyawa
- 29 March 2012 Bangunan Pasar Papuu dan Kiritana Mubazir: TPI & Pabrik Es Waingapu Bernasib Serupa
- 28 March 2012 Harga BBM Belum Resmi Naik: Harga Sejumlah Sembako Menang Satu Langkah!





Komentar
dan harapan saya sebagai warga sumba timur sangat tinggi dan semoga dapat kita realisasikan secepatnya demi kemajuan sumba timur tercinta.....
Hati2..dengan nama2 program yg sekejab dpt membius sejumlah orang... Pdahal pd intinya program tersebut hanya dijadikan simbol bahwa Sumba Timur dalam proses maju...
Sampai saat ini, belum pernah ada orang Sumba, yang mewujudkan omongannya dalam tindakan.... Padahal, sebagai pemimpin, kesempatan itu besar sekali, demi terwujudnya masyarakat Sumba yang cerdas dan bijaksana serta berperikemanusi aan
Beberapa kasus yang terjadi, tetap ada sekolah swasta (bahkan juga negeri)yang memungut biaya. Tentu saja dengan berbagai alasan.
Salut untuk keberanian Pemda. Saya berharap untuk mendapat pendidikan yang berkualitas jangan hanya menggantungkan harapan pada Pemda. Apa yang bisa kita buat untuk mendukung Pemda?
salam
martha
Maksudku Kalo Emang PEMDA Mau Mengurangi Angka Kebodohan, Jangan Cuman 1 Cara Itu Aja Doong.
Wahai,,,SumbaKu ,,,,
Ampe Kapan Kebodohan Itu Berakhir.
:cry:
RSS feed untuk komentar posting ini.