Sumba Timur Tidak Perlu Wakil Bupati |
|
|
|
| Ditulis oleh Cinta De Angel |
| Sabtu, 04 Oktober 2008 22:57 |
|
Dalam surat yang diterima Pos Kupang, Jumat (12/9/2008), Ranggambani menyarankan, sebaiknya dana untuk pengangkatan seorang wakil bupati seperti gaji, tunjangan, sarana dan prasaranya, biaya rumah tangga dialihkan untuk peningkatan kesejahteraan rakyat, untuk peningkatan mutu kesehatan dan lain-lain, agar masyarakat Sumtim tidak terus dibelenggu kemiskinan dan kebodohan, tidak dilanda gizi buruk. Pertimbangannya, demikian Ranggambani, 50 persen dari penduduk Sumtim sebanyak 211.000 jiwa masih miskin. Keadaan ini sering diperburuk masalah gagal tanam dan gagal panen akibat kekeringan yang berdampak pada rawan pangan, kelaparan dan bertambahnya balita gizi buruk. Berikut pendapatan asli daerah (PAD) sangat kecil, kurang dari 10 persen kontribusi untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Selebihnya, 90 persen adalah bantuan pemerintah pusat. Ia menjelaskan, komposisi APBD sebagian besar (kurang lebih 65 persen) untuk biaya aparatur selebihnya biaya pemeliharaan , pembangunan sarana dan prasarana sehingga porsi untuk rakyat termasuk pemberdayaan dab bantuan lain semakin kecil. Hal lainnya, demikian Ranggambani, pemerintah daerah memiliki struktur organisasi untuk penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Struktur perangkat daerah cukup memadai karena ada sekretaris daerah yang dibantu tiga asisten, kepala dinas, bagian dan lain-lain sehingga bupati tinggal mengefektifkan struktur yang ada, tidak perlu dibantu seorang wakil bupati. Praktek selama ini, kata Ranggambani, wakil bupati hanya membuka dan menutup acara, tidak punya peran strategis dalam kebijakan pembangunan sehingga bukan menjadi kebutuhan yang mendesak untuk masyarakat Sumtim. Apalagi, demikian Ranggambani, sisa waktu kepemimpinan saat ini hanya 18 bulan, sisanya enam bulan diisi kesibukan menyiapkan pilkada 2010 mendatang. Ranggambani menilai, tidak efektif pengangkatan seorang wakil bupati untuk mendampingi Gidion sehingga DPRD Sumtim sebaiknya menolak proses itu.
Sumber : Pos Kupang |
Berita Terkini
18 May 2012
- 17 May 2012 Jembatan Darurat Payeti: Telah Dibangun dengan Model yang Lebih 'Akrab' dengan Kaum Perempuan
- 16 May 2012 Hujan Berkepanjangan: Cemaskan Warga Pengguna Jembatan Darurat Payeti
- 10 May 2012 MTQ NTT akan Diinkulturasi: Bentuk Dukungan, Usulan Tenun Sumba Jadi Warisan Dunia
- 09 May 2012 Sebrangi Sungai & Bukit Terjal: Siswa SD Bidipraing Akhirnya di Asramakan Selama Pelaksanaan UN
- 08 May 2012 Listrik Proyek PNPM hanya Pajangan: Anak Lai Hiding Belajar Pakai Pelita untuk Hadapi UN
- 03 May 2012 PLN Janji Bina & Tindak Pencatat Meter Nakal
- 27 April 2012 Tikus ‘Invasi’ Lahan Pertanian : Warga Kombapari Terancam Gagal Panen
- 26 April 2012 Warga Mengadu ke DPRD: Diduga Petugas Pencatat Meter PLN Kerja ‘Curi Tulang’
- 24 April 2012 Cara Siswa/i SMPN Nggoa Hadapi UN: Gunakan Lampu Pelita Saat Belajar, Jalan Kaki 7 KM ke Sekolah
- 16 April 2012 Diduga Karena Belum Terima Gaji, Staf Dispenduk Sumba Timur Mogok Berkantor
- 13 April 2012 Naskah Ujian Nasional di Sumba Timur Kurang
- 08 April 2012 18 Tahun Didera Hydrochepalus & Lumpuh: Walau Lirih, Zakarias Tetap Bersenandung
- 06 April 2012 Jemaat GKS Kambaniru Gelar Prosesi Jalan Salib
- 05 April 2012 Sekolah di Sumba Timur, 75% Dibawah Standart Mutu Nasional
- 04 April 2012 Apresiasi Perjuangan Anak Lai Hiding: Dinas PPO Sumba Timur Rencanakan Bangun Sekolah Paralel
- 03 April 2012 Belajar dari Agustinus: Sosok Sederhana di Balik Perjuangan Anak-Anak Lai Hiding
- 31 March 2012 ‘Uji Nyali’ Anak Dusun Lai Hiding: Ke Sekolah Bagaikan Terjun ke Arena Sabung Nyawa
- 29 March 2012 Bangunan Pasar Papuu dan Kiritana Mubazir: TPI & Pabrik Es Waingapu Bernasib Serupa
- 28 March 2012 Harga BBM Belum Resmi Naik: Harga Sejumlah Sembako Menang Satu Langkah!




KUPANG, Ranggambani, pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) di Sumba Timur (Sumtim) berpendapat, daerah itu tidak perlu ada wakil bupati, pasca meninggalnya Bupati Sumtim, Ir. Umbu Mehang Kunda, dan pengangkatan Drs. Gidion Mbilijora (Wabup) saat ini menjadi bupati.