Tuhan…
Telah Kau petik kuntum mawar
Dari persada bumi Marapu
Ketika matahari senja belum menggapai cakrawala
Dan membenam di pelupuk malam
Tuhan…
Telah Kau petik kuntum mawar
Dari persada bumi Marapu
Ketika harum semerbak ditiup semilir angin
Memenuhi lembah dan bukit negeri ini
Di relung dada terukir sebuah nama
Yang tak kan redup oleh hempasan waktu
Karena dia memiliki semua
Tuhan…
Kini bumi Marapu diselimuti kabut malam
Kini bumi Marapau diterjang badai yang kencang
Sebentuk kesedihan mendera wajah-wajah pengap harap
Tuhan…
Jangan biarkan tetesan air mata kami menitik ke bumi
Jangan biarkan kami menderita karena rindu pada kehadirannya
Hembuskan angina surgawi-Mu
Yang membawa kesejukan dan harapan baru
Teteskan embun rahmat-Mu
Ke atas bumi Marapu yang ditinggal tanpa pesan
Agar bersemi tunas-tunas baru
Guna melepas rindu pada bumi kenangan
Gubahan: Frans W. Hebi