Home > Blog Member > Puisi > Telah Kau Petik Kuntum Mawar (Kenangan buat Bpk. Ir. Umbu Mehang Kunda)
Telah Kau Petik Kuntum Mawar (Kenangan buat Bpk. Ir. Umbu Mehang Kunda) Cetak Email
Kontributor: Frans W. Hebi   
Minggu, 11 Januari 2009 04:12

Tuhan…

Telah Kau petik kuntum mawar

Dari persada bumi Marapu

Ketika matahari senja belum menggapai cakrawala

Dan membenam di pelupuk malam

Tuhan…
Telah Kau petik kuntum mawar
Dari persada bumi Marapu
Ketika harum semerbak ditiup semilir angin
Memenuhi lembah dan bukit negeri ini
Di relung dada terukir sebuah nama
Yang tak kan redup oleh hempasan waktu
Karena dia memiliki semua

Tuhan…
Kini bumi Marapu diselimuti kabut malam
Kini bumi Marapau diterjang badai yang kencang
Sebentuk kesedihan mendera wajah-wajah pengap harap

Tuhan…
Jangan biarkan tetesan air mata kami menitik ke bumi
Jangan biarkan kami menderita karena rindu pada kehadirannya
Hembuskan angina surgawi-Mu
Yang membawa kesejukan dan harapan baru
Teteskan embun rahmat-Mu
Ke atas bumi Marapu yang ditinggal tanpa pesan
Agar bersemi tunas-tunas baru
Guna melepas rindu pada bumi kenangan

Gubahan: Frans W. Hebi

 

Komentar  

 
0 # Guest 2009-01-17 19:00
LALU LANGIT MENANGIS

lalu langit menangis
diatas ubun-ubun
terik mentari tanah sumba
ada rasa yang hilang
ada asa yang tercabik
ada rindu yang jadi kering kerontang

menangislah engkau umbu
histerislah engkau rambu tanah sumba
katakanlah pada para marapu
di praing marapu
tak kuasa engkau menahannya
TUHAN SUDAH JEMPUT KEMBALI ANAKNYA

kapan lagi langit tanpa awan
mencucurkan air mata
hanya saat
Umbu kembali ke haribaanNya

Kukirim sebuah tanda duka dari Yogya
C. Mouwlaka

NB. silahkan akses kembali
http://www.sumbatimurkab.go.id
Balas | Balas dengan kutipan | Kutip
 
 
0 # Guest 2009-02-03 06:21
dalam diam
dalam tidur panjangmu
dalam semua kesenyapanmu
aku anakmu
mau menyatakan padamu
aku sungguh menghormatimu
kini aku tahu
arti tatapanmu,
arti marahmu
arti teguranmu
arti dari arti yang tidak dapat kuartikan dahulu
walau aku tahu kita tak akan pernah bertemu lagi
tapi kuyakini sunyi, sepi ini mampu membisikan padamu kesadaranku yang terdalam.....
Terimakasih Bapak
Balas | Balas dengan kutipan | Kutip
 

Tambah komentar

Komentar harus disesuikan dengan isi atau tema artikel. Komentar yang tidak sesuai akan dihapus


Kode keamanan
Refresh