Lupa Password? Lupa Username? Buat akun
Anda berada di >
Sab 19 May 2012
Banner

Terkait Perilaku Polisi Ala Preman: Kapolda NTT Minta Maaf, Perintahkan Sidang Disiplin

PDF Cetak Surel
Ditulis oleh ion   
Kamis, 12 Januari 2012 11:00

Waingapu.Com - Kapolda NTT, Brigjen (Pol) Ricky HP. Sitohang memberi deadline waktu seminggu kepada Kapolres Sumba Timur, AKBP. I Made Dharmadi Giri, untuk menuntaskan pemeriksaan, sidang hingga pemberian sanksi tegas, kepada oknum polisi yang melakukan tindakan kekerasan ala preman kepada seorang penjual ikan, pada malam perayaan tahun baru lalu.

Hal itu disampaikan Sitohang saat melakukan kunjungan kerja ke Sumba Timur, Rabu (11/01). Dalam kesempatan yang sama, Kapolda juga meminta maaf kepada korban yang diundang khusus hadir di aula polres setempat. ”Saya mohon maaf kepada korban dan keluarganya atas perilaku tidak terpuji anggota saya. Saya juga tegaskan agar jangan sampai kejadian serupa terjadi. Dan kepada oknum yang bersangkutan telah saya minta Kapolres untuk dalam waktu seminggu menuntaskan kasus ini dengan melakukan pemeriksaan, sidang disiplin hingga pemberian sanksi dan bila perlu ditahan selama 21 hari,” tegasnya.

Di sisi lain arahannya Kapolda juga menegaskan anggotanya, agar tahu diri, tidak sok dan tinggi hati. Tetapi harus menjadi teladan bagi warga masyarakat lainnya. ”Jadi polisi berarti anda siap jadi pelayan masyarakat. Kasarnya jadi jongosnya masyarakat. Jadi jangan justru sok dan tinggi hati. Mulai saat ini kalau merasa sudah capai jadi polisi itu, segera masukan surat pengunduran diri biar saya proses. Gaya tilang sana tilang sini, padahal ada juga anggota yang pakai motor dengan knalpot racing, kebut-kebutan dan minum minuman keras. Selain saya akan tindak tegas jika ada laporan dari masyarakat, juga tentunya akan dicibirin dan disumpahin masyarakat,” tohok Sitohang.

Adapun malam sebelumnya (10/01) Kapolres Sumba Timur bersama jajarannya telah berkunjung ke rumah Hafid harun (32) yang merupakan korban perilaku brutal oknum satuan lalu lintas berinisial M, guna meminta maaf dan berdialog dengan masyarakat yang tergabung dalam Forum Komunikasi Perpolisian Masyarakat (FKPM) kelurahan Kemala Putih, kecamatan Kota Waingapu. (ion)

 

Untuk mengirim komentar di situs ini, silahkan login dulu, atau gunakan layanan komentar dari facebook di atas :)

Berita Terkini

Drainase Wangga & Kambaniru: Telan Anggaran Lebih dari Rp. 3 Milyar
18 May 2012
article thumbnailWaingapu.com - Banjir yang sering melanda sejumlah wilayah di Kelurahan Wangga dan Kelurahan Kambaniru, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur ( Sumtim), NTT, setiap tahun, pada saat musim...
Banner