Terkait Perilaku Polisi Ala Preman: Kapolda NTT Minta Maaf, Perintahkan Sidang Disiplin |
|
|
|
| Ditulis oleh ion |
| Kamis, 12 Januari 2012 11:00 |
|
Hal itu disampaikan Sitohang saat melakukan kunjungan kerja ke Sumba Timur, Rabu (11/01). Dalam kesempatan yang sama, Kapolda juga meminta maaf kepada korban yang diundang khusus hadir di aula polres setempat. ”Saya mohon maaf kepada korban dan keluarganya atas perilaku tidak terpuji anggota saya. Saya juga tegaskan agar jangan sampai kejadian serupa terjadi. Dan kepada oknum yang bersangkutan telah saya minta Kapolres untuk dalam waktu seminggu menuntaskan kasus ini dengan melakukan pemeriksaan, sidang disiplin hingga pemberian sanksi dan bila perlu ditahan selama 21 hari,” tegasnya.
Adapun malam sebelumnya (10/01) Kapolres Sumba Timur bersama jajarannya telah berkunjung ke rumah Hafid harun (32) yang merupakan korban perilaku brutal oknum satuan lalu lintas berinisial M, guna meminta maaf dan berdialog dengan masyarakat yang tergabung dalam Forum Komunikasi Perpolisian Masyarakat (FKPM) kelurahan Kemala Putih, kecamatan Kota Waingapu. (ion) |
Berita Terkini
18 May 2012
- 17 May 2012 Jembatan Darurat Payeti: Telah Dibangun dengan Model yang Lebih 'Akrab' dengan Kaum Perempuan
- 16 May 2012 Hujan Berkepanjangan: Cemaskan Warga Pengguna Jembatan Darurat Payeti
- 10 May 2012 MTQ NTT akan Diinkulturasi: Bentuk Dukungan, Usulan Tenun Sumba Jadi Warisan Dunia
- 09 May 2012 Sebrangi Sungai & Bukit Terjal: Siswa SD Bidipraing Akhirnya di Asramakan Selama Pelaksanaan UN
- 08 May 2012 Listrik Proyek PNPM hanya Pajangan: Anak Lai Hiding Belajar Pakai Pelita untuk Hadapi UN
- 03 May 2012 PLN Janji Bina & Tindak Pencatat Meter Nakal
- 27 April 2012 Tikus ‘Invasi’ Lahan Pertanian : Warga Kombapari Terancam Gagal Panen
- 26 April 2012 Warga Mengadu ke DPRD: Diduga Petugas Pencatat Meter PLN Kerja ‘Curi Tulang’
- 24 April 2012 Cara Siswa/i SMPN Nggoa Hadapi UN: Gunakan Lampu Pelita Saat Belajar, Jalan Kaki 7 KM ke Sekolah
- 16 April 2012 Diduga Karena Belum Terima Gaji, Staf Dispenduk Sumba Timur Mogok Berkantor
- 13 April 2012 Naskah Ujian Nasional di Sumba Timur Kurang
- 08 April 2012 18 Tahun Didera Hydrochepalus & Lumpuh: Walau Lirih, Zakarias Tetap Bersenandung
- 06 April 2012 Jemaat GKS Kambaniru Gelar Prosesi Jalan Salib
- 05 April 2012 Sekolah di Sumba Timur, 75% Dibawah Standart Mutu Nasional
- 04 April 2012 Apresiasi Perjuangan Anak Lai Hiding: Dinas PPO Sumba Timur Rencanakan Bangun Sekolah Paralel
- 03 April 2012 Belajar dari Agustinus: Sosok Sederhana di Balik Perjuangan Anak-Anak Lai Hiding
- 31 March 2012 ‘Uji Nyali’ Anak Dusun Lai Hiding: Ke Sekolah Bagaikan Terjun ke Arena Sabung Nyawa
- 29 March 2012 Bangunan Pasar Papuu dan Kiritana Mubazir: TPI & Pabrik Es Waingapu Bernasib Serupa
- 28 March 2012 Harga BBM Belum Resmi Naik: Harga Sejumlah Sembako Menang Satu Langkah!




Waingapu.Com - Kapolda NTT, Brigjen (Pol) Ricky HP. Sitohang memberi deadline waktu seminggu kepada Kapolres Sumba Timur, AKBP. I Made Dharmadi Giri, untuk menuntaskan pemeriksaan, sidang hingga pemberian sanksi tegas, kepada oknum polisi yang melakukan tindakan kekerasan ala preman kepada seorang penjual ikan, pada malam perayaan tahun baru lalu.
Di sisi lain arahannya Kapolda juga menegaskan anggotanya, agar tahu diri, tidak sok dan tinggi hati. Tetapi harus menjadi teladan bagi warga masyarakat lainnya. ”Jadi polisi berarti anda siap jadi pelayan masyarakat. Kasarnya jadi jongosnya masyarakat. Jadi jangan justru sok dan tinggi hati. Mulai saat ini kalau merasa sudah capai jadi polisi itu, segera masukan surat pengunduran diri biar saya proses. Gaya tilang sana tilang sini, padahal ada juga anggota yang pakai motor dengan knalpot racing, kebut-kebutan dan minum minuman keras. Selain saya akan tindak tegas jika ada laporan dari masyarakat, juga tentunya akan dicibirin dan disumpahin masyarakat,” tohok Sitohang.