Lupa Password? Lupa Username? Buat akun
Anda berada di >
Sab 19 May 2012
Banner

Terkait Perilaku Preman Oknum Polisi: Rekan Seprofesi Korban Minta Kapolres Tindak Tegas Anggotanya

PDF Cetak Surel
Ditulis oleh ion   
Selasa, 10 Januari 2012 15:42

Waingapu.Com - Simpati terhadap Hafid Harun (32), korban perilaku preman oknum aparat Satuan Lalu Lintas Polres Sumba Timur, NTT, terus berdatangan. Jika beberpa hari terakhir simpati datang dari warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Perpolisian Masyarakat (FKPM) kelurahan Kemala Putih, Kota Waingapu, yang menuntut proses hukum, hingga permohonan maaf Kapolres selaku pimpinan Polri di wilayah itu, kini rasa simpati juga mengalir dari rekan-rekan seprofesi korban, yang setiap hari bergumul dengan anyir dan amis ikan sebagai penjual ikan, di Pasar Inpres (Paris) Waingapu, Sumba Timur (Sumtim).

Rekan rekan korban menyayangkan terjadinya kasus ini, juga berharap tidak kembali terulang hingga pelaku kekerasan diberikan sanksi setimpal. “Kami berharap kasus ini tidak lagi terulang. Tidak hanya pada kami dan rekan kami sesama penjual ikan. Tapi juga kepada masayarat kecil lainnya. Jika masih terjadi, kiranya pelaku dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku,” tohok tegas Chenk, yang diamini sejumlah rekan penjual ikan lainnya.

 

Kapolres Sumtim, AKBP I Made Dharmadi Giri, kala ditemui Selasa (10/01) di sela-sela kesibukannya mengontrol kerja bakti anggotanya, dengan legowo mengakui perilaku aparatnya tidak patut ditiru. Ia memastikan hari ini juga, dirinya akan membawa para pelaku dan sejumlah jajarannya, langsung menyambangi rumah korban.
Apa yang dilakukan ini sebagai bentuk simpati, juga untuk memberi tali asih dan kembali jalin silaturahmi jajarannya dengan korban khususnya, termasuk warga yang tergabung dalam FKPM kelurahan Kemala Putih, Kecamatan kota Waingapu, pada umumnya.

Ditemui terpisah terkait dengan niat damai yang dikemukakan Kapolres, korban Hafid Harun, menyambut dengan tetesan air mata. “Jika pak kapolres mau datang langsung bersama anggotanya yang memukul saya untuk memohon maaf secara langsung, saya juga manusia yang punya hati. Pasti akan menerimanya. Apalagi jika mereka turut meminta maaf pada keluarga saya yakni kakak dan mama saya. Saya terima permohonan maaaf itu karena Kapolres sudah berbesar hati dan menujukan penghargaan pada saya sebagai seorang manusia. Terima kasih juga buat kawan dan saudara wartawan yang turut mengangkat persoalan ini. Saya jatuh air mata karena saya terharu pak Kapolres mau mendengar keluhan saya dan siap menindak anggotanya dan membawa anggotanya untuk secara terbuka meminta maaf pada saya dan keluarga,” jelasnya dengan tetesan airmata haru dan suara terbata-bata. (ion)

 

Untuk mengirim komentar di situs ini, silahkan login dulu, atau gunakan layanan komentar dari facebook di atas :)

Berita Terkini

Drainase Wangga & Kambaniru: Telan Anggaran Lebih dari Rp. 3 Milyar
18 May 2012
article thumbnailWaingapu.com - Banjir yang sering melanda sejumlah wilayah di Kelurahan Wangga dan Kelurahan Kambaniru, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur ( Sumtim), NTT, setiap tahun, pada saat musim...
Banner