Terkait Perilaku Preman Oknum Polisi: Rekan Seprofesi Korban Minta Kapolres Tindak Tegas Anggotanya |
|
|
|
| Ditulis oleh ion |
| Selasa, 10 Januari 2012 15:42 |
|
Rekan rekan korban menyayangkan terjadinya kasus ini, juga berharap tidak kembali terulang hingga pelaku kekerasan diberikan sanksi setimpal. “Kami berharap kasus ini tidak lagi terulang. Tidak hanya pada kami dan rekan kami sesama penjual ikan. Tapi juga kepada masayarat kecil lainnya. Jika masih terjadi, kiranya pelaku dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku,” tohok tegas Chenk, yang diamini sejumlah rekan penjual ikan lainnya.
Kapolres Sumtim, AKBP I Made Dharmadi Giri, kala ditemui Selasa (10/01) di sela-sela kesibukannya mengontrol kerja bakti anggotanya, dengan legowo mengakui perilaku aparatnya tidak patut ditiru. Ia memastikan hari ini juga, dirinya akan membawa para pelaku dan sejumlah jajarannya, langsung menyambangi rumah korban. Ditemui terpisah terkait dengan niat damai yang dikemukakan Kapolres, korban Hafid Harun, menyambut dengan tetesan air mata. “Jika pak kapolres mau datang langsung bersama anggotanya yang memukul saya untuk memohon maaf secara langsung, saya juga manusia yang punya hati. Pasti akan menerimanya. Apalagi jika mereka turut meminta maaf pada keluarga saya yakni kakak dan mama saya. Saya terima permohonan maaaf itu karena Kapolres sudah berbesar hati dan menujukan penghargaan pada saya sebagai seorang manusia. Terima kasih juga buat kawan dan saudara wartawan yang turut mengangkat persoalan ini. Saya jatuh air mata karena saya terharu pak Kapolres mau mendengar keluhan saya dan siap menindak anggotanya dan membawa anggotanya untuk secara terbuka meminta maaf pada saya dan keluarga,” jelasnya dengan tetesan airmata haru dan suara terbata-bata. (ion) |
Berita Terkini
18 May 2012
- 17 May 2012 Jembatan Darurat Payeti: Telah Dibangun dengan Model yang Lebih 'Akrab' dengan Kaum Perempuan
- 16 May 2012 Hujan Berkepanjangan: Cemaskan Warga Pengguna Jembatan Darurat Payeti
- 10 May 2012 MTQ NTT akan Diinkulturasi: Bentuk Dukungan, Usulan Tenun Sumba Jadi Warisan Dunia
- 09 May 2012 Sebrangi Sungai & Bukit Terjal: Siswa SD Bidipraing Akhirnya di Asramakan Selama Pelaksanaan UN
- 08 May 2012 Listrik Proyek PNPM hanya Pajangan: Anak Lai Hiding Belajar Pakai Pelita untuk Hadapi UN
- 03 May 2012 PLN Janji Bina & Tindak Pencatat Meter Nakal
- 27 April 2012 Tikus ‘Invasi’ Lahan Pertanian : Warga Kombapari Terancam Gagal Panen
- 26 April 2012 Warga Mengadu ke DPRD: Diduga Petugas Pencatat Meter PLN Kerja ‘Curi Tulang’
- 24 April 2012 Cara Siswa/i SMPN Nggoa Hadapi UN: Gunakan Lampu Pelita Saat Belajar, Jalan Kaki 7 KM ke Sekolah
- 16 April 2012 Diduga Karena Belum Terima Gaji, Staf Dispenduk Sumba Timur Mogok Berkantor
- 13 April 2012 Naskah Ujian Nasional di Sumba Timur Kurang
- 08 April 2012 18 Tahun Didera Hydrochepalus & Lumpuh: Walau Lirih, Zakarias Tetap Bersenandung
- 06 April 2012 Jemaat GKS Kambaniru Gelar Prosesi Jalan Salib
- 05 April 2012 Sekolah di Sumba Timur, 75% Dibawah Standart Mutu Nasional
- 04 April 2012 Apresiasi Perjuangan Anak Lai Hiding: Dinas PPO Sumba Timur Rencanakan Bangun Sekolah Paralel
- 03 April 2012 Belajar dari Agustinus: Sosok Sederhana di Balik Perjuangan Anak-Anak Lai Hiding
- 31 March 2012 ‘Uji Nyali’ Anak Dusun Lai Hiding: Ke Sekolah Bagaikan Terjun ke Arena Sabung Nyawa
- 29 March 2012 Bangunan Pasar Papuu dan Kiritana Mubazir: TPI & Pabrik Es Waingapu Bernasib Serupa
- 28 March 2012 Harga BBM Belum Resmi Naik: Harga Sejumlah Sembako Menang Satu Langkah!




Waingapu.Com - Simpati terhadap Hafid Harun (32), korban perilaku preman oknum aparat Satuan Lalu Lintas Polres Sumba Timur, NTT, terus berdatangan. Jika beberpa hari terakhir simpati datang dari warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Perpolisian Masyarakat (FKPM) kelurahan Kemala Putih, Kota Waingapu, yang menuntut proses hukum, hingga permohonan maaf Kapolres selaku pimpinan Polri di wilayah itu, kini rasa simpati juga mengalir dari rekan-rekan seprofesi korban, yang setiap hari bergumul dengan anyir dan amis ikan sebagai penjual ikan, di Pasar Inpres (Paris) Waingapu, Sumba Timur (Sumtim).