Terpencil dari Gemilau Kota: Kemiskinan & Kinerja Buruk Tenaga Medis, Sandungan Pengobatan Bayi Bersisik |
|
|
|
| Ditulis oleh ion |
| Jumat, 10 Februari 2012 23:55 |
|
Jalan yang terjal berbatu dan berlubang, adalah satu-satunya akses yang menhubungkan kota Waingapu dengan kediaman Pasangan Suami Isteri (Pasutri) Pura Ndjurumana dan Herlina Mora Lambu. Pasutri yang diberi kepercayaan Sang Khalik menanggung deraan cobaan berat, Pasutri yang dipilih Penguasa Semesta untuk menyatakan kebesaran dan kuasa-Nya.
Pasutri petani miskin dan pengayam tikar ini saban hari didera kepiluan, bidadari bungsunya, beberpa jam pasca dilahirkan, kulitnya mengering lalu mengelupas, hingga nampak bersisik layaknya kulit ular kala berganti kulit. Kediaman mereka yang dihiasi pohon papaya yang daunnya telah habis dijadikan sayur, dan dikelilingi jagung yang telah berbunga, memang nampak asing ditengah gemelap kecamatan kota. Jangankan mobil, pengendara sepeda motor harus berjibaku untuk mencapai rumah pasutri papa ini. Keterbatasan akses, minimnya penghasilan keluarga, terbatasnya SDM keluarga ini, hingga tidak optimalnya pelayanan para medis, seakan terakumulasi pada penderitaan Frederika yang hingga kini masih terus berlanjut. “Kalau saja ada yang beli kucing, saya akan jual kucing. Kami sudah jual ayam, telur ayam, babi dan anjing untuk biaya obat dan makan. Kami hanya petani pak, paling sebulan satu kali lihat uang limapuluh ribu saja sudah syukur. Memang kami dengar ada pengobatan gratis buat keluarga miskin, tapi kalau mau ke rumah sakit di kota, kalau ojek 60 ribu pulang pergi, itu untuk satu orang,” jelas Pura ketika ditemui beberapa hari lalu. Visi dan misi para medis dan pemerintah setempat, dengan mencuatnya pemberitaan tentang Frederika dan penyakitnya, suka atau tidak perlu di ‘refresh’ lagi. Hingga tak terkesan hanya pemanis papan informasi instansi terkait. Betapa tidak, justru selama 11 bulan, Dinas Kesehatan setempat tak pernah tahu kondisi kasus Frederika ini, dan justru baru tahu dari para wartawan. “Memang belum pernah ada laporan secara khusus tentang anak ini. Kami akui itu, tapi tadi petugas puskesmas telah menjelaskan pada saya dan esok kami akan turunkan tim kesana,” jelas Rien Tamu Ina Tipa, Kadis Kesehatan Sumtim kala ditemui diruang kerjanya, Rabu ( 8/2) lalu. Jalan berlubang dan terjal berbatu, tentunya akan diperhitungkan atau bahkan tak akan mau dan sukar dilalui mobil mewah para wakil rakyat. Minimnya akses kesehatan yang semestinya menjamah Frederika, berbanding terbalik dengan beban tunjangan kesehatan para petinggi negeri, biaya ganti kursi dan pengadaan kalender serta pengharum ruangan serta toilet mewah wakilnya di Senayan. (ion) |
Berita Terkini
18 May 2012
- 17 May 2012 Jembatan Darurat Payeti: Telah Dibangun dengan Model yang Lebih 'Akrab' dengan Kaum Perempuan
- 16 May 2012 Hujan Berkepanjangan: Cemaskan Warga Pengguna Jembatan Darurat Payeti
- 10 May 2012 MTQ NTT akan Diinkulturasi: Bentuk Dukungan, Usulan Tenun Sumba Jadi Warisan Dunia
- 09 May 2012 Sebrangi Sungai & Bukit Terjal: Siswa SD Bidipraing Akhirnya di Asramakan Selama Pelaksanaan UN
- 08 May 2012 Listrik Proyek PNPM hanya Pajangan: Anak Lai Hiding Belajar Pakai Pelita untuk Hadapi UN
- 03 May 2012 PLN Janji Bina & Tindak Pencatat Meter Nakal
- 27 April 2012 Tikus ‘Invasi’ Lahan Pertanian : Warga Kombapari Terancam Gagal Panen
- 26 April 2012 Warga Mengadu ke DPRD: Diduga Petugas Pencatat Meter PLN Kerja ‘Curi Tulang’
- 24 April 2012 Cara Siswa/i SMPN Nggoa Hadapi UN: Gunakan Lampu Pelita Saat Belajar, Jalan Kaki 7 KM ke Sekolah
- 16 April 2012 Diduga Karena Belum Terima Gaji, Staf Dispenduk Sumba Timur Mogok Berkantor
- 13 April 2012 Naskah Ujian Nasional di Sumba Timur Kurang
- 08 April 2012 18 Tahun Didera Hydrochepalus & Lumpuh: Walau Lirih, Zakarias Tetap Bersenandung
- 06 April 2012 Jemaat GKS Kambaniru Gelar Prosesi Jalan Salib
- 05 April 2012 Sekolah di Sumba Timur, 75% Dibawah Standart Mutu Nasional
- 04 April 2012 Apresiasi Perjuangan Anak Lai Hiding: Dinas PPO Sumba Timur Rencanakan Bangun Sekolah Paralel
- 03 April 2012 Belajar dari Agustinus: Sosok Sederhana di Balik Perjuangan Anak-Anak Lai Hiding
- 31 March 2012 ‘Uji Nyali’ Anak Dusun Lai Hiding: Ke Sekolah Bagaikan Terjun ke Arena Sabung Nyawa
- 29 March 2012 Bangunan Pasar Papuu dan Kiritana Mubazir: TPI & Pabrik Es Waingapu Bernasib Serupa
- 28 March 2012 Harga BBM Belum Resmi Naik: Harga Sejumlah Sembako Menang Satu Langkah!



Waingapu.Com - Terbatasnya akses jalan dan komunikasi hingga kini masih menjadi ‘penyakit akut’ sejumlah wilayah di Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT. Janganlah heran, jika layanan prima yang senantiasa digaungkan oleh para petinggi negeri, jauh dari kata realisasi bagi rakyat kebanyakan, khususnya warga miskin di pedalaman. Kondisi inilah yang akrab dengan Frederika Luya Kupang, bayi berusia 11 bulan, yang menderita kelainan kulit, hingga nampak bersisik seperti kulit ular, di desa Mbatakapidu, Kecamatan kota Waingapu. Kediaman Frederika bersama keluarganya, memang masuk dalam wilayah Kecamatan Kota, namun, gemilau kota bak alergi menyapa hati, mata dan keseharian mereka.