Tiap Hari Anak SD Mbatakapidu Jalan Kaki 16 KM
Ditulis oleh ion  
Jumat, 01 Juni 2012 21:59

Waingapu.Com - Menyusuri jalan panjang di bawah sinar mentari pagi saat kesekolah, sudah menjadi rutinitas anak-anak asal kampung Uhu Mutung dan Manurara, Desa Mbatakapidu, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, NTT. Mereka menempuhnya dengan berjalan kaki. Selain meniti jalan setapak mereka juga melewati jalan beraspal kasar yang membelah bukit dan padang sabana. Dalam sehari para siswa SD itu harus berjalan kaki sepanjang 16 kilometer (8 km pergi dan pulang sekolah). Letih? sudah pasti menjadi menu harian mereka, seragam lusuh dan tak lengkap sudah menjadi kondisi kesehariannya. Tapi semangat untuk belajar demi mencapai cita-cita dan masa depan yang lebih cerah, tak pernah luntur dari anak-anak desa ini.

“Saya dengan kawan-kawan tiap hari ikut ini jalan kalau pergi dan pulang sekolah. Kalau ke sekolah biasaynya jam enam atau stengah tujuh. Kalau plang biasnya kami sampai rumah jam tiga atau setengah empat,” tutur David bersama Intan adiknya dan sejumlah temannya yang ditemui Kamis (31/05) saat menyusuri jalan setapak ditengah padang Sabana.

David dan rekan-rekannya juga menjelaskan, meski harus menempuh perjalanan panjang dan tiba di rumah menjelang sore, mereka tak terbiasa membawa bekal. “Kami tidak bawa bekal, kami sudah biasa tiap hari begini,” tukas David.

Hina Kapu Enda, Kepala sekolah (Kepsek) SD Masehi Mbatakapidu, tempat para anak ini menuntut ilmu menuturkan, lebih dari 50 persen siswa/i di sekolahnya rumah tergolong jauh dari sekolah.

“Bisa dua hingga lebih dari delapan kilometer jarak rumah anak anak itu kesekolah. Kendati begitu anak-anak tetap semangat untuk sekolah. Walau kadang ada anak yang lambat tiba sekolah, kami tetap berikan toleransi untuk mereka yang jauh,” jelasnya.

Desa Mbatakapidu, adalah desa yang masuk dalam kecamatan Kota Waingapu, sayangnya walau masuk dalam wilayah kota, kehidupan warga disana masih sangat jauh dari gemerlap kehidupan kota. Tak ada listrik, tak ada moda transportasi memadai selain ojek. Namun sayang, medan jalan yang belum semuanya beraspal, jarang ada ojek yang beroperasi di daerah ini, kalaupun ada tarifnya cukup mahal untuk ukurn kantong warga desa. (ion)

Share