waktu yang silam:
Setiap tarikan nafas adalah masa-masa krisis tatkala puluhan hingga ratusan hewan tumbang demi sebuah tradisi. Betapa tidak karena tradisi telah melahirkan sebuah makna dalam implentasi yang salah. akibatnya perekonomian ambruk.
Lihatlah kebelakang..berapa banyak keringat yang tercurah, berapa banyak darah yang tertumpah, berapa banyak kepingan2 mas/perak/imatasi mamuli dan berapa banyak hinggi dan lau berpindah tangan demi sebuah kaba mata?
waktu sekarang:
Aku melihat situasi yang berbeda, saat luhu liu puru tana mengambil perannya untuk memisahkan seorang anggota keluarga, yang akhirnya membuat suatu pemisahan yang mendasar. Haruskah istilah hunggurung ruku njara dipakai untuk tidak mempertemukan kembali mereka yang pernah bersaudara?
Tragis memang budaya ini
Hanya satu yang tersimpan, dibalik itu semua ada nilai-nilai humanis yang sudah terkubur jauh di generasi sekarang
Find it…. guys!



