Waingapu.Com - Hampir dua minggu terakhir, hutan mangrove (bakau) di areal pesisir pantai Kampung Bugis, Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim) harus diperhadapakan pada invasi (serangan) hama ulat bulu. Akibatnya, puluhan hektar lahan mangrove kini meranggas dan sebagian diantaranya mati karena daun serta dahan hijaunya habis dilahap ulat bulu. Menurut warga sekitar, serangan ulat bulu ini datang begitu saja, dan dengan cepat merambah dan menghabiskan dedaunan serta ranting mangrove.
“Sekitar sembilan hari lalu, kalau tidak salah mulai muncul ulat bulu ini. Awalnya ada kawan yang bilang ada banyak ulat bulu di hutan bakau Padadita, tak sampai tiga hari disini muncul, dan seperti yang adi lihat, banyak daun bakau yang habis bahkan gugur ke laut bersama dengan ulat bulu,” jelas Adi (39) salah seorang warga Kampung Bugis yang ditemui Senin (11/06) kemarin.
Seperti terpantau, hingga kini tak hanya tanaman mangrove yang dipenuhi ulat bulu, air laut dipantai ini juga dipenuhi bangkai ulat bulu. Bahkan ulat bulu ini bersarang dan menyebar di perahu dan sampan para nelayan.
“Kami jadi ragu-ragu kalau mau melaut, ini ulat bulu ada diperahu, sampan juga tali tambatan perahu. Kalau mau paksa diri melaut yaa harus siap kena bulunya dan gatalnya minta ampun, jadi tidak semua kami sekarang mau melaut,” imbuh Alvian (40), warga Kampung Bugis yang berrpofesi sebagai nelayan ini.Penyakit gatal-gatal juga mulai menyerang warga. Bintil-bintil merah nampak pada kulit warga. “Ini bekas kena gigit ulat bulu. Sekarang bahkan sudah ada yang mulai naik di rumah bahkan ada yang masuk kamar tidur,” jelas Alvian.
Hingga kini belum adanya penanganan dari instansi terkait. Akibatya warga masih diliputi kecemasan akan keselamatan hutan mangrove yang selama ini juga menjadi harapan warga berlindung dari terjangan air pasang dan gelombang tinggi. Selain itu berdampak pada menurunnya penghasilan warga yang dominan berprofesi sebagai nelayan, juga penyakit gatal yang terus menghantui. (ion)