Tampilan terbaik, gunakan pixel 1024 x 768 dan Firefox

           | 
Mendagri Lantik Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode 2008-2013
Kontributor: Nikson   
Kamis, 17 Juli 2008

KUPANG, PK - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), H Mardiyanto, Rabu (16/7/2008) pukul 09.30 Wita, bertempat di gedung DPRD Propinsi NTT, melantik Drs. Frans Lebu Raya dan Ir. Esthon Foenay, M.Si sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode 2008 - 2013. Kepada pemimpin NTT yang baru, Mendagri menitip lima pesan.

Pengambilan sumpah dan pelantikan terjadi dalam rapat paripurna istimewa DPRD Propinsi NTT, dipimpin Ketua DPRD, Drs. Melkianus Adoe. Selain anggota Dewan, rapat dengan agenda tunggal pelantikan gubernur dan wakil gubernur itu dihadiri Mantan Gubernur NTT, Herman Musakabe, Hendrik Fernandez. Gubernur NTT periode 2003-2008, Piet A Tallo, SH yang kondisi kesehatan belum fit betulberkesempatan hadir.

Frans Lebu Raya - Esthon Foenay yang diusung PDIP unggul dalam perolehan suara Pilkada NTT yang dilaksanakan 14 Juni 2008 lalu. Lebu Raya - Esthon meraih 772.030 suara atau sekitar 37,35 persen dari 2.067.288 total suara sah. Sedangkan pasangan Ibrahim Agustinus Medah-Paulus Moa yang diusung Partai Golkar dengan mengumpulkan 711.116 suara (34,40 persen) dan pasangan Gaspar Parang Ehok-Yulius Bobo (Gaul) yang diusung Koalisi Abdi Flobamora dengan mengumpulkan 584.082 suara atau sekitar 28,25 persen dari total suara sah.

Mendagri menitip lima pesan kepada Lebu Raya dan Esthon. Kelima pesan ini, yakni menerapkan prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam mengelola keuangan, melaksanakan fungsi fasilitasi dan pengawasan dalam kapasitas sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, memberikan dukungan dalam penegakan hukum, menjalin hubungan kerja dengan DPRD, Muspida dan semua komponen masyarakat serta melakukan konsolidasi birokrasi.

Selain menitip lima pesan ini, Mendagri atas nama Presiden RI juga menghaturkan terima kasih kepada Piet A Tallo, SH yang bersama Lebu Raya telah menahkodai NTT selama lima tahun terakhir.

Ia mengatakan, lima pesan ini dengan sengaja ia tegaskan agar Lebu Raya dan Esthon dapat membangun suatu sistem pemerintahan dan pola pembangunan yang sesuai dengan kondisi NTT sehingga membawa masyarakatnya ke hidup yang lebih sejahtera. Terkait dengan ini, ia juga mengingatkan gubernur dan semua kepala daerah (bupati dan walikota) agar saling menghormati kewenangan masing-masing.

Acara pelantikan meriah. Sejumlah sanggar kesenian dilibatkan dengan membawakan tarian yang berasal dari masing-masing daerah, seperti kabupaten Timor Tengah Selatan dan kabupaten Alor dan Flores Timur. Karena kapasitasn ruangan sudang utama terbatas sehingga banyak undangan mengikuti jalannya upacara pelantikan lewat layar televisi yang ditempatkan pada beberapa titik di luar ruang sidang. Tebuk tangan membahana saat mendagri menyematkan tanda lambang pada dada dan bahu Lebu Raya dan Esthon. (aca)

Sumber: http://www.pos-kupang.com

Komentar
Tulis Komentar RSS
ace   |28-07-2008 13:19:59
avatar Selamat ya..buat gubernur dan wagub yang baru harapan saya sebagai salah satu dari anak NTT yang ada di perantauan yaitu supaya NTT bisa dibawa ke tingkat Kehidupan yang lebih layak dan harap adakan program beasiswa yang lebih banyak lagi..karna banyak orang pintar di NTT yang ga mampu sekolah karena ga ada biaya...makasih.GBU.
jerufael manoradja   |29-07-2008 10:48:51
selamat dan kiranya tetap sejahtera selalu setelah menerim mandat dan amanah dari seluruh warga NTT yang sangat plural kiranya TUHAN berkenan melimpahkan HIKMAT dalam memimpin NTT manise....
Kalau boleh titip pesan " tolong beri perhatian yang intens dan mau mengakomodir suara dan ide orang2 NTT yang ada di luar NTT". mungkin yang paling tepat adalah sarana internet gratis(contohnya ya.... seperti Waingapu.com ini..perlu mendapat perhatian dan dukungan  pemerintah daerah...)Tuhan memberkati Pemimpin.
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
Silahkan masukan kode anti-spam yang Anda lihat di dalam gambar.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >