|
KUPANG, PK - Menteri Dalam
Negeri (Mendagri), H Mardiyanto, Rabu (16/7/2008) pukul 09.30 Wita, bertempat
di gedung DPRD Propinsi NTT, melantik Drs. Frans Lebu Raya dan Ir. Esthon
Foenay, M.Si sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode 2008 - 2013.
Kepada pemimpin NTT yang baru, Mendagri menitip lima pesan.
Pengambilan sumpah dan pelantikan terjadi dalam rapat
paripurna istimewa DPRD Propinsi NTT, dipimpin Ketua DPRD, Drs. Melkianus Adoe.
Selain anggota Dewan, rapat dengan agenda tunggal pelantikan gubernur dan wakil
gubernur itu dihadiri Mantan Gubernur NTT, Herman Musakabe, Hendrik Fernandez.
Gubernur NTT periode 2003-2008, Piet A Tallo, SH yang kondisi kesehatan belum
fit betulberkesempatan hadir.
Frans Lebu Raya - Esthon Foenay yang diusung PDIP unggul
dalam perolehan suara Pilkada NTT yang dilaksanakan 14 Juni 2008 lalu. Lebu
Raya - Esthon meraih 772.030 suara atau sekitar 37,35 persen dari 2.067.288
total suara sah. Sedangkan pasangan Ibrahim Agustinus Medah-Paulus Moa yang
diusung Partai Golkar dengan mengumpulkan 711.116 suara (34,40 persen) dan
pasangan Gaspar Parang Ehok-Yulius Bobo (Gaul) yang diusung Koalisi Abdi
Flobamora dengan mengumpulkan 584.082 suara atau sekitar 28,25 persen dari
total suara sah.
Mendagri menitip lima pesan kepada Lebu Raya dan Esthon.
Kelima pesan ini, yakni menerapkan prinsip-prinsip transparansi dan
akuntabilitas dalam mengelola keuangan, melaksanakan fungsi fasilitasi dan
pengawasan dalam kapasitas sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, memberikan
dukungan dalam penegakan hukum, menjalin hubungan kerja dengan DPRD, Muspida
dan semua komponen masyarakat serta melakukan konsolidasi birokrasi.
Selain menitip lima pesan ini, Mendagri atas nama Presiden
RI juga menghaturkan terima kasih kepada Piet A Tallo, SH yang bersama Lebu
Raya telah menahkodai NTT selama lima tahun terakhir.
Ia mengatakan, lima pesan ini dengan sengaja ia tegaskan
agar Lebu Raya dan Esthon dapat membangun suatu sistem pemerintahan dan pola
pembangunan yang sesuai dengan kondisi NTT sehingga membawa masyarakatnya ke
hidup yang lebih sejahtera. Terkait dengan ini, ia juga mengingatkan gubernur
dan semua kepala daerah (bupati dan walikota) agar saling menghormati
kewenangan masing-masing.
Acara pelantikan meriah. Sejumlah sanggar kesenian
dilibatkan dengan membawakan tarian yang berasal dari masing-masing daerah,
seperti kabupaten Timor Tengah Selatan dan kabupaten Alor dan Flores Timur.
Karena kapasitasn ruangan sudang utama terbatas sehingga banyak undangan
mengikuti jalannya upacara pelantikan lewat layar televisi yang ditempatkan
pada beberapa titik di luar ruang sidang. Tebuk tangan membahana saat mendagri
menyematkan tanda lambang pada dada dan bahu Lebu Raya dan Esthon. (aca) Sumber: http://www.pos-kupang.com
|