Video Pemukulan dengan Aktor Polisi Tersebar & Jadi Buah Bibir, Korban Pemukulan Minta Keadilan |
|
|
|
| Ditulis oleh ion |
| Selasa, 10 Januari 2012 06:49 |
|
Video yang berdurasi lebih dari 30 detik itu, dengan jelas menunjukan perilaku oknum Polantas yang bergaya preman, memukul warga hingga jatuh sempoyongan. Sementara rekan lainnya terkesan lamban merespon dan menahan rekan mereka yang berperilaku brutal. Adalah Hafid Harun (32), korban pemukulan yang berprofesi sebagai penjual ikan itu, hingga kini masih terus diliputi rasa tidak puas dan kecewa terkait peristiwa yang dialaminya. “Saya merasa diperlakukan tidak adil dan dipermalukan. Selain dipukul hingga jatuh oleh aparat berseragam lalulintas saya juga sempat dikejar dan diteriaki maling serta dipukuli sejumlah oknum anggota Sabhara,” urai Hafid yang ditemui Senin (09/12), di kediamannya. Hafid bersama warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Perpolisian Masyarakat (FKPM), RW 09, Kelurahan Kemala Putih, Kecamatan Kota Waingapu, hingga kini masih terus menuntut Kapolres Sumba Timur, memberikan sanksi tegas dan memproses hukum pelaku. Ketua FKPM, Ridwan Puan Duka yang menemani Hafid kala itu, juga mengharapkan itikad baik Kapolres untuk menindak tegas dengan memberikan sanksi disiplin dan juga memproses hukum oknum yang terlibat. “Kami harap ada itikad baik dari kapolres selaku pimpinan institusi Polri di Sumba Timur untuk memberi sanksi tegas kepada oknum Lantas yang terlibat. Juga mengungkapkan pelaku lainnya dari unsur Sabhara. Jangan ditutup-tutupi. Hingga kini baru oknum pelaku brinisial M yang datang minta maaf secara pribadi. Dari Insitusi Kepolisian sendiri belum ada permohonan maaf resmi. Padahal dalam melaksanakan tugas Pengamanan Tahun Baru saat itu aparat berseragam resmi, juga sejumlah petinggi Polres hadir kala itu,” beber Ridwan.
Perilaku aparat polisi di NKRI, belakangan ini memang terkesan meresahkan. Diberbagai wilayah, sejumlah oknum aparat terkesan mengangkangi prosedur tetap (protap) dalam menjalankan tugasnya. Berbagai kejadian yang menggambarkan perilaku layaknya preman oleh oknum aparat polisi itu, semakin menyakinkan khalayak, bahwa motto polisi sebagai pelindung, pengaman dan pengayom masyarakat yang dibarengi dengan sikap simpatik, senyum, sapa dan salam bak jauh panggang dari api. (ion) |
Berita Terkini
18 May 2012
- 17 May 2012 Jembatan Darurat Payeti: Telah Dibangun dengan Model yang Lebih 'Akrab' dengan Kaum Perempuan
- 16 May 2012 Hujan Berkepanjangan: Cemaskan Warga Pengguna Jembatan Darurat Payeti
- 10 May 2012 MTQ NTT akan Diinkulturasi: Bentuk Dukungan, Usulan Tenun Sumba Jadi Warisan Dunia
- 09 May 2012 Sebrangi Sungai & Bukit Terjal: Siswa SD Bidipraing Akhirnya di Asramakan Selama Pelaksanaan UN
- 08 May 2012 Listrik Proyek PNPM hanya Pajangan: Anak Lai Hiding Belajar Pakai Pelita untuk Hadapi UN
- 03 May 2012 PLN Janji Bina & Tindak Pencatat Meter Nakal
- 27 April 2012 Tikus ‘Invasi’ Lahan Pertanian : Warga Kombapari Terancam Gagal Panen
- 26 April 2012 Warga Mengadu ke DPRD: Diduga Petugas Pencatat Meter PLN Kerja ‘Curi Tulang’
- 24 April 2012 Cara Siswa/i SMPN Nggoa Hadapi UN: Gunakan Lampu Pelita Saat Belajar, Jalan Kaki 7 KM ke Sekolah
- 16 April 2012 Diduga Karena Belum Terima Gaji, Staf Dispenduk Sumba Timur Mogok Berkantor
- 13 April 2012 Naskah Ujian Nasional di Sumba Timur Kurang
- 08 April 2012 18 Tahun Didera Hydrochepalus & Lumpuh: Walau Lirih, Zakarias Tetap Bersenandung
- 06 April 2012 Jemaat GKS Kambaniru Gelar Prosesi Jalan Salib
- 05 April 2012 Sekolah di Sumba Timur, 75% Dibawah Standart Mutu Nasional
- 04 April 2012 Apresiasi Perjuangan Anak Lai Hiding: Dinas PPO Sumba Timur Rencanakan Bangun Sekolah Paralel
- 03 April 2012 Belajar dari Agustinus: Sosok Sederhana di Balik Perjuangan Anak-Anak Lai Hiding
- 31 March 2012 ‘Uji Nyali’ Anak Dusun Lai Hiding: Ke Sekolah Bagaikan Terjun ke Arena Sabung Nyawa
- 29 March 2012 Bangunan Pasar Papuu dan Kiritana Mubazir: TPI & Pabrik Es Waingapu Bernasib Serupa
- 28 March 2012 Harga BBM Belum Resmi Naik: Harga Sejumlah Sembako Menang Satu Langkah!




Waingapu.Com - Perilaku ala preman oknum anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sumba Timur, NTT yang terekam warga dan kini videonya tersebar luas di masyarakat Kota Waingapu,terus menjadi buah bibir dan meresahkan warga.
Ditemui terpisah, pihak Polres setempat, seperti yang dikemukakan Wakapolres Kompol Nugroho A.S, kala ditemui di ruang kerjanya, Senin (09/12) menjelaskan, kasus ini telah diselesaikan dengan cara damai dan telah melalui proses adat. “ Kasus ini sebenarnya telah diselesaikan dengan damai dan diproses sesuai adat setempat. Pelaku juga telah dikenai tindakan dan sanksi disiplin,” jelasnya.