Lupa Password? Lupa Username? Buat akun
Anda berada di >
Sab 19 May 2012
Banner

Video Pemukulan dengan Aktor Polisi Tersebar & Jadi Buah Bibir, Korban Pemukulan Minta Keadilan

PDF Cetak Surel
Ditulis oleh ion   
Selasa, 10 Januari 2012 06:49

Waingapu.Com - Perilaku ala preman oknum anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sumba Timur, NTT yang terekam warga dan kini videonya tersebar luas di masyarakat Kota Waingapu,terus menjadi buah bibir dan meresahkan warga.

Video yang berdurasi lebih dari 30 detik itu, dengan jelas menunjukan perilaku oknum Polantas yang bergaya preman, memukul warga hingga jatuh sempoyongan. Sementara rekan lainnya terkesan lamban merespon dan menahan rekan mereka yang berperilaku brutal.

Adalah Hafid Harun (32), korban pemukulan yang berprofesi sebagai penjual ikan itu, hingga kini masih terus diliputi rasa tidak puas dan kecewa terkait peristiwa yang dialaminya. “Saya merasa diperlakukan tidak adil dan dipermalukan. Selain dipukul hingga jatuh oleh aparat berseragam lalulintas saya juga sempat dikejar dan diteriaki maling serta dipukuli sejumlah oknum anggota Sabhara,” urai Hafid yang ditemui Senin (09/12), di kediamannya.

Hafid bersama warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Perpolisian Masyarakat (FKPM), RW 09, Kelurahan Kemala Putih, Kecamatan Kota Waingapu, hingga kini masih terus menuntut Kapolres Sumba Timur, memberikan sanksi tegas dan memproses hukum pelaku.

Ketua FKPM, Ridwan Puan Duka yang menemani Hafid kala itu, juga mengharapkan itikad baik Kapolres untuk menindak tegas dengan memberikan sanksi disiplin dan juga memproses hukum oknum yang terlibat.

“Kami harap ada itikad baik dari kapolres selaku pimpinan institusi Polri di Sumba Timur untuk memberi sanksi tegas kepada oknum Lantas yang terlibat. Juga mengungkapkan pelaku lainnya dari unsur Sabhara. Jangan ditutup-tutupi. Hingga kini baru oknum pelaku brinisial M yang datang minta maaf secara pribadi. Dari Insitusi Kepolisian sendiri belum ada permohonan maaf resmi. Padahal dalam melaksanakan tugas Pengamanan Tahun Baru saat itu aparat berseragam resmi, juga sejumlah petinggi Polres hadir kala itu,” beber Ridwan.

Ditemui terpisah, pihak Polres setempat, seperti yang dikemukakan Wakapolres Kompol Nugroho A.S, kala ditemui di ruang kerjanya, Senin (09/12) menjelaskan, kasus ini telah diselesaikan dengan cara damai dan telah melalui proses adat. “ Kasus ini sebenarnya telah diselesaikan dengan damai dan diproses sesuai adat setempat. Pelaku juga telah dikenai tindakan dan sanksi disiplin,” jelasnya.

Perilaku aparat polisi di NKRI, belakangan ini memang terkesan meresahkan. Diberbagai wilayah, sejumlah oknum aparat terkesan mengangkangi prosedur tetap (protap) dalam menjalankan tugasnya. Berbagai kejadian yang menggambarkan perilaku layaknya preman oleh oknum aparat polisi itu, semakin menyakinkan khalayak, bahwa motto polisi sebagai pelindung, pengaman dan pengayom masyarakat yang dibarengi dengan sikap simpatik, senyum, sapa dan salam bak jauh panggang dari api. (ion)

 

Untuk mengirim komentar di situs ini, silahkan login dulu, atau gunakan layanan komentar dari facebook di atas :)

Berita Terkini

Drainase Wangga & Kambaniru: Telan Anggaran Lebih dari Rp. 3 Milyar
18 May 2012
article thumbnailWaingapu.com - Banjir yang sering melanda sejumlah wilayah di Kelurahan Wangga dan Kelurahan Kambaniru, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur ( Sumtim), NTT, setiap tahun, pada saat musim...
Banner