Lupa Password? Lupa Username? Buat akun
Anda berada di >
Sab 19 May 2012
Banner

Wartawan Gadungan Tertangkap Basah Memeras Kepsek SDLB

PDF Cetak Surel
Ditulis oleh ion   
Selasa, 15 November 2011 07:28

Waingapu.Com - Seorang wartawan gadungan tertangkap aparat intel Polres Sumba Timur, NTT (14/11) siang, sekira pukul 14.30 wita, karena kedapatan sedang memeras seorang Kepala Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB). Oknum wartawan gadungan itu sebelumnya mengancam pihak sekolah, dia akan memberitakan hal negatif tentang sekolah bila tidak diberikan uang.

Aksi nekad IT (Izzudin Thalib) yang berusia 26 tahun itu, selaku wartawan abal-abal akhirnya harus berakhir ketika perilaku pemerasan terhadap narasumber, di lembaga pendidikan yang semestinya mendapat perhatian dan rasa keprihatinan, karena lembaga ini mendidik anak-anak cacat dan anak anak yang menderita ragam keterbatasan fisik dan mental, tercium aparat.

Oknum yang mengaku wartawan salah satu media nasional di Jakarta, tertangkap basah ketika sedang berada di ruangan Kepsek, ketika baru saja memegang uang dan menandatangani kwitansi.

“Sering kali dia datang atau sms memeras kami dan mengancam kami bahwa akan memberitakan hal negatif tentang sekolah kami. Dalam sebulan bisa dua sampai tiga kali ia datang kesini.

Awalnya saya sebatas memberi bantuan dengan uang pribadi. Namun lama kelamaan dia menaikan jumlah permintaan dana disertai sejumlah ancaman. Merasa diperas, akhirnya saya menghubungi aparat yang kemudian datang menggerebek yang bersangkutan,” jelas Dominggus Mbadi, Kepsek SDLB Kanatang-Waingapu, kepada wartawan saat ditemui di Polres setempat.

Sebelumnya, ketegangan sempat terjadi antara oknum wartawan gadungan dengan beberapa aparat ketika teretangkap basah dan hendak dibawa ke Kantor Polisi.

Namun ketika melihat aparat bersama sejumlah wartawan yang bertugas di kota Waingapu, ia sontak kaget dan mengku bukan wartawan. Bahkan saat digelandang yang sang wartawan gadungan itu menangis dan meminta belas kasihan aparat dan wartawan. “Saya tobat, tolong lepaskan saya pak, saya akan cari kerja lain, saya tak akan kerja ini lagi,” sesalnya dengan derai air mata.

Barang bukti berupa uang Rp.500.000 serta kartu pers abal abal, kwitansi yang telah ditanda tanganinya diamankan aparat guna penyelidikan lebih lanjut.

Informasi yang berhasil dihimpun di Mapolres setempat, menyebutkan, perilaku pemerasan serupa telah sering dikeluhkan dan diterima infoirmasi dari masyarakat. Bahkan oknum wartawan aspal ini melakukan aksinya hingga lintas kabupaten di Pulau Sumba, dan membawa nama berbagai media nasional.(ion)

 

Untuk mengirim komentar di situs ini, silahkan login dulu, atau gunakan layanan komentar dari facebook di atas :)

Berita Terkini

Drainase Wangga & Kambaniru: Telan Anggaran Lebih dari Rp. 3 Milyar
18 May 2012
article thumbnailWaingapu.com - Banjir yang sering melanda sejumlah wilayah di Kelurahan Wangga dan Kelurahan Kambaniru, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur ( Sumtim), NTT, setiap tahun, pada saat musim...
Banner