Wartawan Gadungan Tertangkap Basah Memeras Kepsek SDLB |
|
|
|
| Ditulis oleh ion |
| Selasa, 15 November 2011 07:28 |
|
Aksi nekad IT (Izzudin Thalib) yang berusia 26 tahun itu, selaku wartawan abal-abal akhirnya harus berakhir ketika perilaku pemerasan terhadap narasumber, di lembaga pendidikan yang semestinya mendapat perhatian dan rasa keprihatinan, karena lembaga ini mendidik anak-anak cacat dan anak anak yang menderita ragam keterbatasan fisik dan mental, tercium aparat. Oknum yang mengaku wartawan salah satu media nasional di Jakarta, tertangkap basah ketika sedang berada di ruangan Kepsek, ketika baru saja memegang uang dan menandatangani kwitansi. “Sering kali dia datang atau sms memeras kami dan mengancam kami bahwa akan memberitakan hal negatif tentang sekolah kami. Dalam sebulan bisa dua sampai tiga kali ia datang kesini. Awalnya saya sebatas memberi bantuan dengan uang pribadi. Namun lama kelamaan dia menaikan jumlah permintaan dana disertai sejumlah ancaman. Merasa diperas, akhirnya saya menghubungi aparat yang kemudian datang menggerebek yang bersangkutan,” jelas Dominggus Mbadi, Kepsek SDLB Kanatang-Waingapu, kepada wartawan saat ditemui di Polres setempat. Sebelumnya, ketegangan sempat terjadi antara oknum wartawan gadungan dengan beberapa aparat ketika teretangkap basah dan hendak dibawa ke Kantor Polisi. Namun ketika melihat aparat bersama sejumlah wartawan yang bertugas di kota Waingapu, ia sontak kaget dan mengku bukan wartawan. Bahkan saat digelandang yang sang wartawan gadungan itu menangis dan meminta belas kasihan aparat dan wartawan. “Saya tobat, tolong lepaskan saya pak, saya akan cari kerja lain, saya tak akan kerja ini lagi,” sesalnya dengan derai air mata. Barang bukti berupa uang Rp.500.000 serta kartu pers abal abal, kwitansi yang telah ditanda tanganinya diamankan aparat guna penyelidikan lebih lanjut. Informasi yang berhasil dihimpun di Mapolres setempat, menyebutkan, perilaku pemerasan serupa telah sering dikeluhkan dan diterima infoirmasi dari masyarakat. Bahkan oknum wartawan aspal ini melakukan aksinya hingga lintas kabupaten di Pulau Sumba, dan membawa nama berbagai media nasional.(ion) |
Berita Terkini
18 May 2012
- 17 May 2012 Jembatan Darurat Payeti: Telah Dibangun dengan Model yang Lebih 'Akrab' dengan Kaum Perempuan
- 16 May 2012 Hujan Berkepanjangan: Cemaskan Warga Pengguna Jembatan Darurat Payeti
- 10 May 2012 MTQ NTT akan Diinkulturasi: Bentuk Dukungan, Usulan Tenun Sumba Jadi Warisan Dunia
- 09 May 2012 Sebrangi Sungai & Bukit Terjal: Siswa SD Bidipraing Akhirnya di Asramakan Selama Pelaksanaan UN
- 08 May 2012 Listrik Proyek PNPM hanya Pajangan: Anak Lai Hiding Belajar Pakai Pelita untuk Hadapi UN
- 03 May 2012 PLN Janji Bina & Tindak Pencatat Meter Nakal
- 27 April 2012 Tikus ‘Invasi’ Lahan Pertanian : Warga Kombapari Terancam Gagal Panen
- 26 April 2012 Warga Mengadu ke DPRD: Diduga Petugas Pencatat Meter PLN Kerja ‘Curi Tulang’
- 24 April 2012 Cara Siswa/i SMPN Nggoa Hadapi UN: Gunakan Lampu Pelita Saat Belajar, Jalan Kaki 7 KM ke Sekolah
- 16 April 2012 Diduga Karena Belum Terima Gaji, Staf Dispenduk Sumba Timur Mogok Berkantor
- 13 April 2012 Naskah Ujian Nasional di Sumba Timur Kurang
- 08 April 2012 18 Tahun Didera Hydrochepalus & Lumpuh: Walau Lirih, Zakarias Tetap Bersenandung
- 06 April 2012 Jemaat GKS Kambaniru Gelar Prosesi Jalan Salib
- 05 April 2012 Sekolah di Sumba Timur, 75% Dibawah Standart Mutu Nasional
- 04 April 2012 Apresiasi Perjuangan Anak Lai Hiding: Dinas PPO Sumba Timur Rencanakan Bangun Sekolah Paralel
- 03 April 2012 Belajar dari Agustinus: Sosok Sederhana di Balik Perjuangan Anak-Anak Lai Hiding
- 31 March 2012 ‘Uji Nyali’ Anak Dusun Lai Hiding: Ke Sekolah Bagaikan Terjun ke Arena Sabung Nyawa
- 29 March 2012 Bangunan Pasar Papuu dan Kiritana Mubazir: TPI & Pabrik Es Waingapu Bernasib Serupa
- 28 March 2012 Harga BBM Belum Resmi Naik: Harga Sejumlah Sembako Menang Satu Langkah!




Waingapu.Com - Seorang wartawan gadungan tertangkap aparat intel Polres Sumba Timur, NTT (14/11) siang, sekira pukul 14.30 wita, karena kedapatan sedang memeras seorang Kepala Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB). Oknum wartawan gadungan itu sebelumnya mengancam pihak sekolah, dia akan memberitakan hal negatif tentang sekolah bila tidak diberikan uang.
