Home > Berita > Haris Azhar Minta Panelis Debat Capres Dari Kalangan Aktifis Jangan Genit

Haris Azhar Minta Panelis Debat Capres Dari Kalangan Aktifis Jangan Genit

Lokataru Foundation

Waingapu.Com – Jika tak ada aral berarti, debat Calon Presiden (Capres) dijadwalkan pada tanggal 17 Februari mendatang. Dalam debat kali ini, tema yang akan diangkat adalah pangan, infrastruktur, lingkungan hidup dan sumber daya alam. Dalam debat itu disebutkan para panelis selain berasal dari kalangan akademisi, juga aktifis. Terkait dengan para panelis itu, Haris Azhar, yang dikenal khalayak sebagai pegiat perjuangan HAM, mantan pimpinan Kontras dan juga hingga kini memimpin Lokataru Foundation, menyambutnya dengan antusias dan menitip asa.

“Menurut saya, itu pilihan yang cukup menarik untuk menyertakan aktivis atau praktisi. Karena mereka adalah orang-orang yang pegang data dilapangan, dan benar-benar bekerja di lapangan. Saran saya agar para praktisi atau aktivis ini jangan genit dan jangan berpihak,” tegas Haris ketika dimintai tanggapannya seputar debat Capres berikutnya yang akan menggunakan panelis dari akademisi dan aktivis itu, di halaman depan kantor Bupati Sumba Timur (Sumtim), NTT, Senin (28/01) lalu.

Lebih lanjut Haris juga menambahkan harapannya agar para akademisi dan aktivis untuk jujur dan mau membuka ruang bagi masukan atau adopsi fakta dan data yang diberikan oleh teman-teman aktivis lainnya di lapangan. “Karena nanti hanya akan ada satu atau dua perwakilan dari aktivis. Oleh sebab itu, rekan-rekan aktivis yang dipilih jadi panelis harus mau buka diri dan memberi ruang untuk mengadopsi data dan fakta teman-teman aktivis lainnya di lapangan,” imbuh haris yang saat itu baru saja bersama sejumlah perwakilan masyarakat adat Umalulu, Wanga-Patawang, mendatangi kantor Bupati setempat untuk meminta penjelasan Bupati dalam kaitan dengan kepemilikan tanah di Umalulu, yang hingga kini disengketakan oleh masyarakat adat dan investor PT. Muria Sumba Manis (MSM), investor perkebunan tebu dan pabrik gula. (ion)

Komentar

komentar