Karnaval HUT RI ke -78 di Sumba Timur, Penuh Warna dan Puaskan Dahaga Warga

oleh
oleh

Waingapu.Com – Karnaval HUT RI ke-78 di Kabupaten Sumba Timur, NTT dilaksanakan selama 2 hari. Hari pertama dilaksanakan Kamis (10/8/2023) dan dilanjutkan hari kedua, Jumat (11/8/2023). Start dan finishnya tetap yakni dimulai dari Lapangan Rihi Eti Prailiu dan berakhir di depan rumah jabatan Bupati setempat. Penuh warna dan dinamika tak dipungkiri jadi realita dalam semarak karnaval ini. 

Dahaga warga akan pelaksanaan karnaval terpuaskan, pasalnya sejak Covid-19 ditetapkan jadi pandemi sejak 2020 lalu tidak ada gelaran serupa. Dalam karnaval yang digelar selama 2 hari itu jelas nampak bahwa warna-warni dan dinamika itu indah alias tidak hanya keseragaman saja yang menarik  mata dan hati.

Ragam kreasi juga disajikan para peserta mulai dari tingkatan Taman Kanak-Kanak hingga perguruan tinggi, instansi pemerintah dan swasta, paguyuban dan organisasi bela diri. Seperti pelaksanaan karnaval silam, para peserta karnaval dominan tampil dengan busana adat khas Sumba Timur. Kalambung hinggi Kombu juga Kawuru, Lau Pahikung alias songket khas Sumba berpadu apik menantang teriknya mentari Waingapu. Pesona busana adat khas Sumba tidak juga suram sekalipun sang surya perlahan meredup sinarnya kala kembali ke peraduan. 

Baca Juga:  Miris, Sehari Pasca Kuda & Sabana Sumba Dikagumi, Sabana Mbatakapidu Hangus

Sejumlah peserta yang ditemui mengaku puas dan bangga bisa menyajikan kreasi, tampil dengan penuh kegembiraan dalam karnaval ini. 

Seperti yang ditampilkan oleh SDM Praiwora. Aneka kreasi busana dari bahan bekas plastik juga kertas koran disuguhkan. Yang boleh jadi oleh sebagian warga menjadi barang habis pakai dan dibuang ke tempat sampah.

 “Ini kami sertakan sekitar 40 anak dari sekolah kami. Kami para guru dan siswa walau dalam waktu yang mepet, puji Tuhan bisa kami tuntaskan dan tampil hari ini. Kami mau bawa pesan bahwa barang bekas yang sering hanya akan terbuang di tempat sampah bisa dirsancang menjadi karya seni,”  jelas Elviana Lena, Kepala Sekolah SDM Praiwora didampingi para siswa dan siswi seusai menampilkan kreasinya di depan Bupati Sumba Timur Khristofel Praing dan Wakil Bupati David Melo Wadu bersama unsur Forkopimda di depan rumah jabatan Bupati, Kamis (10/8/2023) lalu.

Baca Juga:  Batu Untuk Kuburan Megalith Tokoh Matolang di Wainggai Diarak dari Tana Rara

Hari kedua karnval juga berlangsung dengan meriah. Kembali dengan peserta berbeda, busana kreasi juga ditampilkan.

“Ini konsepnya dirancang bersama dengan pak guru dan ibu guru. Ini nuansa mamuli Sumba,” jelas Adien,  dari SMA Negeri 3 Waingapu.

Paguyuban Alor juga menyajikan busana dan atraksi yang memang selalu ditunggu setiap karnaval digelar. Tidak hanya pasukan panahnya yang memukau, juga salah satu peserta membawa Moko atau Nekara, benda adat nan sakral khas suku Alor.  

“Ini namanya Moko dan ini harus dibawa jika mau adat ambil perempuan. Ini tidak terlalu besar ada yang lebih besar dari ini, tidak bisa kami pikul bawa,” jelas Oktovianus peserta karnaval dari Paguyuban Alor yang ‘nampak’ dikawal ketat beberapa lelaki dengan senjata panah yang nampak snagar namun ketika diajak berbicara, tuturannya halus menyejukan hati. 

Baca Juga:  Bermotor ‘Bebek’ Bawa Pesan Damai Dari Aceh

Sama seperti hari pertama, di hari kedua, para peserta juga diterima Bupati Sumba Timur dan Wakil Bupati. Sapaan hangat para peserta karnaval disambut senyum ramah Bupati dan petinggi lainnya yang duduk di podium yang disiapkan. 

Spontan Bupati Sumba Timur Khristofel Praing ikut menari Kabokang, (tarian khas Sumba Timur)  bersama beberapa peserta karnaval. Dan juga ikut bergaung dalam sukacita ketika diajak paguyuban lainnya. Khusus saat menari Kabokang, Bupati terlihat menari dengan parang terhunus, mengikuti ritme tabuhan gong dan tambur yang menghentak dinamis.

Kain kombu dan kawuru berwarna merah dan biru, lau pahikung (sarung songket) beraneka warna, kebaya dan kemeja juga ragam warna jadi penegasan kbhinekaan itu indah selama hati dipenuhi pikiran positif guna terbangunnya harmoni yang membawa ketentraman, tertib dan  sehat jiwa juga raga. (ion/ped) 

Komentar