Masuki Tahun Politik, SFC Sumba Timur Pastikan Tidak Berkiblat Parpol & Figur Politisi

oleh -199 views
SFC Sumba Timur

Waingapu.Com – Tahun 2020 ini telah berjalan lebih dari sebulan, tahun yang disebut sebagai tahun politik bagi kabupaten Sumba Timur (Sumtim) – NTT. Pasalnya ditahun ini, warga yang mempunyai hak politik akan menentukan pilihan pada sepasang figur untuk menjadi Bupati dan Wakil Bupati guna menjadi pemimpin kabupaten ini mendekatkan impian warga untuk terwujudnya Matawai Amahu Pada Njara Hamu.

Ditengah geliat warga menyongosng pelaksanaan tahapan Pemilihan Bupati (Pilbu) dan Wakilnya, Slank fans Club (SFC) Sumtim kembali menegaskan posisi komunitas ini. Penegasan itu karena melihat adanya kondisi yang tak bisa untuk dipungkiri, terkait munculnya figur ataupun elemen di masyarakat yang telah menyatakan dukungannya pada figur-figur dan juga partai politik pengusung, sebagai pilihan dan kiblatnya pada saatnya penentuan pasangan figur itu mencapai pada titik klimaksnya.

SFC Sumba Timur

“Sebagai wadah para Slankers dan Slanky yang diakui oleh SFC pusat juga group musik Slank, SFC Sumba Timur tetap pada posisinya untuk tidak berpihak pada figur atau parpol dalam menyongsong hingga pada pelaksanaan Pilbup dan wakilnya nanti. SFC tidak berkiblat pada figur politisi atau parpol, SFC tetap ada dari dan untuk semua warga tanpa membedakan SARA,” tegas Dion. Umbu Ana Lodu, Ketua SFC Sumtim, pasca pelaksanaan rapat di base camp SFC yang terletak di Manubara, Kelurahan Kemala Putih kota Waingapu, Rabu (05/02) malam lalu.

Sebelumya dalam rapat yang dihadiri puluhan anggota komunitas yang berdiri sejak 10 Maret 2012 dengan nama awal Sandlewood Slankers Indonesia (SSI) itu, juga menyepakati perihal atirbut-atribut yang bermaterikan logo atau simbol SFC Sumtim yang kemudian digunakan atau dipakai untuk kepentingan pribadi atau kelompok, untuk dan atas nama simpatisan atapun pendukung pasangan atau figur dan parpol tertentu, adalah bukan merupakan sikap resmi dari SFC Sumtim.

SFC Sumba Timur

“Jika ada pihak di luar SFC Sumtim, yang menyatakan secara verbal maupun simbolisasi menyatakan dukungan pada figur tertentu, kami pastikan itu bukan sikap SFC, itu sikap pribadi yang bersangkutan. Karena SFC tetap pada prinsipnya sebagai komunitas yang tidak berkiblat pada figur ataupun parpol tertentu. Karena jika sudah condong pada figur atau parpol tertentu, sejatinya itu kemunduran atau hilangnya marwah SFC,” papar Dion yang kala itu didampingi Fathullah Algadrie, sekretaris SFC di tengah para anggotanya.

“Kalau SFC sudah berkiblat pada partai atau figur politisi tertentu, tentu nggak asyiik lagi. Secara pribadi boleh kita punya pilihan, tapi tidak dinyatakan sebagai bentuk dukungan ataupun pilihan komunitas,” timpal Iyeck, kreator logo SFC Sumtim, yang sebelumnya ditemui terpisah media ini di kediamannya.

Iyeck juga menegaskan, logo yang dibuatnya merupakan hasil permenungan panjang, menguras waktu dan tenaga, juga mendengarkan masukan dari anggota-anggota SFC lainnya. Hasilmya seperti yang sudah dikenal selama ini, telah sepenuhnya didedikasikan dengan tulus dan ihklas pada SFC Sumtim. “Saya tulus, ikhlas menyerahkan logo itu untuk SFC Sumba Timur. Itu sudah saya dedikasikan untuk SFC, karena itu, saya – pun kesal dan mengecam jika logo itu dipelintir dan disalahgunakan untuk kepentingan individu apalagi dengan tujuan politik. Saya sangat menghormati karya orang, idealnya juga karya saya dihargai, walau bukan dengan materi tapi dengan perilaku-perilaku arif, bijak dan elegan,” pungkasnya. (ped – ion)

Komentar