Miris, Kampung Adat Ubu Bewi – Wanokaka Ludes Terbakar

oleh -82 views
Kampung Adat Ubu Bewi Terbakar

Waingapu.Com – Kampung adat yang juga situs budaya Ubu Bewi di Kecamatan Wanokaka, Kabupaten Sumba Barat (sumbar), NTT, siang sekitar jam 12:30 WITA Kamis (25/07) siang lalu ludes dilalap api. Tiga rumah adat utama dan yang tersisa dari sekian rumah adat yang pernah berdiri di kampung tua itu, ludes dan jadi arang serta debu karena tak kuasa melawan keperkasaan si jago merah.

Ungkapan keprihatinan dan simpati mengalir dari khalayak, pasca tersebarnya foto dan video peristiwa kebakaran itu, yang mana masih terus dibagikan hingga kini via jejaring media sosial. Indivisu maupun lembaga-lembaga dan pemerhati adat dan tradisi budaya satu dalam balutan keprihatinan terhadap peristiwa nahas itu.

Kampung Adat Ubu Bewi Terbakar

Marthen Ngailu Toni, Wakil Bupati Sumba Barat yang dihubungi via WhatsApp, oleh media ini Kamis (25/07) malam lalu membenarkan terjadinya peristiwa itu. Pihaknya –pun membenarkan rasa trauma mendalam dari warga penghuni kampung adat maupun kaum kerabat yang terkait erat dengan kampung itu masih terus menggelayut sekalipun api telah padam dan meninggalkan bara serta sekam.

“Langkah yang kami ambil adalah memberikan bantuan tanggap darurat seperti bantuan tenda, sembako, air bersih, bantuan kesehatan, alat rumah tangga dan pakaian serta kelengkapan sekolah bagi anak-anak,” ungkap Marthen.

Lebih jauh Marthen juga menyatakan keprihatinan sehubungan dengan api yang membakar tiga rumah adat itu juga menghanguskan sejumlah benda – benda pusaka, yang mana merupakan benda-benda sakral untuk adat dan tradisi sesuai aliran Marapu, yang mana tentunya terkait erat pula ritual Pasola Wanukaka.

“Benda adat dan pusaka yang ludes terbakar itu yang paling sulit untuk di renovasi,” timpal Marthen prihatin.

Adapun ritual Pasola, sangat terkait erat dengan kampung ini. Karena upacara menyongsong pasola perlu dan harus dilakukan di kampung Ubu Bewi ini. Pasola sendiri merupakan ritual adat tahunan warga Wanokaka, yang mana merupakan prosesi adu ketangkasan berkuda sembari membidik lawan dengan lembing kayu tumpul.

Hingga kinipun belum bisa dipastikan sumber api. Namun kuat dugaan berasal dari salah satu tungku pada salah satu dari tiga rumah adat nahas itu.(ion)

Komentar