Pangdam Berharap Warga Laindeha Optimalkan Pemanfaatan Pompa Hidram

oleh -67 views
Pemanfaatan Pompa Hydram

Waingapu.Com – Pangdam IX Udayana, Mayjen (TNI) Maruli Simanjuntak, melakukan peninjauan progress pembangunan 10 unit pompa di Desa Laindeha, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, NTTT, Minggu (19/09) sore lalu. Kepada warga yang menyambut antusias kedatangannya, jenderal berbintang dua itu berharap air yang nantinya diangkat dari sungai yang berada di lembah bisa dioptimalkan pemanfaatannya bagi kesejahteraan warga setempat.

“Air yang diangkat dengan teknologi ini bisa dimanfaatkan untuk mengilah lahan pertanian warga, jadi manfaatkan secara optimal, juga tentunya dijaga dengan baik. Saya juga berharap ke depannya ada program lanjutan terkait dengan adanya fasilitas pompa ini, pak Bupati sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan warga,” ungkap Maruli dalam sambutannya di bawah tenda tepat di atas perbukitan sabana yang di bawahnya mengalir sungai pada lembah berkedalaman lebih dari 300 meter itu.

Baca Juga:  TN Matalawa Belum Terima Surat Permohonan Terkait Aktifitas Proyek Dalam Kawasan
Pemanfaatan Pompa Hydram

Ke depannya kata Maruli lebih lanjut, air yang diangkat bisa juga digunakan untuk kebutuhan air bersih. Namun untuk itu tentu diperlukan lagi alat dan teknologi pendukungnya. Masih kata dia, pembangunan pompa hidram untuk lahan pertanian di Laindeha ini merupakan satu dari tiga titik instalasi pompa yang dimanfaatkan untuk lahan pertanian di lingkup Kodam IX Udayana.

Kedatangan Pangdam ke Laindeha, juga didampingi oleh Bupati Sumba Timur, Khristofel Praing dan Dandim 1601, Letkol (Czi) Dwi Joko Siswanto. Nampak pula hadir mantan Bupati Sumba Timur, Lukas Mbadi Kaborang.

“Terima kasih atas kepedulian yang nyata diwujudkan Pak Panglima dalam bentuk pompa Hidram ini. Lahan yang sebelumnya kering dan hanya isa ditanami pada saat hujan, jika nanti ada air tentu bisa dimanfaartkan untuk menanam jagung dan juga tanaman lainnya oleh warga di sini,” ungkap Lukas Kaborang ketika diberikan kesempatan berbicara sebaagi perwakilan tokoh masyarakat itu.

Baca Juga:  Pestisida Kimia Untuk Belalang, Buruk Bagi Alam dan Manusia

“Lahan yang ada dan bisa dimanfaatkan untuk pertanian sebanyak 483 hektar, Nantinya diberikan pada 200 kepala keluarga penghuni Translok Laimbaru dan juga warga Laindeha lainny. Warga jika air sudah ada bisa mengolah lahan untuk menanam tanaman palawija, jagung dan tanaman umur panjang,” papar Jony Maramba Tana, mantan Kepala Desa Laindeha yang juga hadir kala itu pada wartawan selepas Pangdam meninggalkan lokasi.

Sebelumnya Bupati Sumba Timur, Khristofel Praing, menegaskan air yang diangkat menggunakan pompa hidram ini dijaminnya akan digunakan oleh masyarakat secara maksimal. “Saya jami karena memang masyarakat selama ini merindukan akan tersedianya air agar mereka bisa mengolah lahan pertanian milik mereka dengan lebih maksimal,” tandasnya.

Baca Juga:  Respon Revolusi Hijau, Ultras & SMPN 02 Pandawai Tanam Seribu Kelor

Dandim 1601 Sumba Timur, Dwi Joko Siswanto dalam sapaan pembukanya menyatakan apresiasinya pada warga yang spontan hadir dan juga membantu dalam proses pekerjaan pompa hidram. “masyarakat antusias dan spontan hadir walau tidak diundang, hal ini karena warga merasa pompa hidram ini sangat membantu mereka nantinya. Apalagi sebelumnya untuk air mereka harus menempuh jarak tiga hingga lima kilometer untuk mencapai sumber air,” urainya. (ion)

Komentar