Pasca Insiden Tabrakan Kapal: KSOP Waingapu Minta Mentari Lines Beritikad Baik & Bertanggung Jawab

oleh -361 views
Kapal Hantu

Waingapu.Com – Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Waingapu, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim) – NTT, meminta pihak Mentari Lines beritikad baik dan juga bertanggungjawab pasca terjadinya insiden tabrakan kapal. Penegasan itu diungkapkan oleh JB. Komanireng selaku kepala kantor KSOP Waingapu, kala dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Selasa (29/10) siang lalu.

“Keberadaan kapal milik Mentari Lines itu memang riskan karena berada di alur keluar masuk kapal dari dan ke Pelabuhan Waingapu. Sangat menggangu untuk alur olah gerak kapal barang ataupun cargo juga tentunya kapal penumpang,” tandasnya.

JB. Komanireng

Komanireng yang dikonfirmasi pasca terjadinya insiden tabrakan antara KM. Asia Pasifik milik PT. Surya Timur Sejahtera lebih lanjut menjelaskan, Kapal yang tertabrak oleh KM. Asia Pasifik itu merupakan kapal rusak karena terbakar beberapa bulan lalu, dan kemudian dibiarkan terombang – ambing tanpa awak dan penerangan ataupun tanda. Pihak KSOP, kata dia telah berulang kali menegur secara lisan kepada pemilik kapal dan bahkan telah menyurati secara resmi manajemen Mentari Lines pada 08 Agustus lalu.

“Kami sudah sampaikan lisan dan juga tersurat agar kapal itu ditarik ke tempat yang jauh lebih aman, hanya saja memang pihak mentari tidak meresponnya. Tentunya kami ke depan akan pelajari dan kaji lagi untuk selanjutnya diambil langkah lebih lanjut,” imbuh Komanireng.

“Nanti kita lihat ke depannya yaa, seharusnya memang ada sanksi karena kami sudah sampaikan lisan beberapa kali juga telah bersurat resmi, hanya yaa itu tidak respon,” lanjut Komanireng.

Sebelumnya diberitakan, KM. Asia Pasific dengan muatan 45 ekor Kuda, Senin (28/10) malam lalu, harus putar kemudi uuntuk balik ke Pelabuhan Nusantara Waingapu, pasca alami insiden tabrakan kala baru berlayar sekira 15 menit. Kapal ini menabrak sebuah kapal kosong tak berlampu dan berawak, layaknya ‘Kapal Hantu’ yang disebut milik PT. Mentari Lines, yang mana beberapa bulan silam alami musibah terbakar, lalu ditarik dan ditambatkan menjauh dari Pelabuhan.

 “Ini baru keluar sekitar lima belas menit, kalau tidak salah. Tadi malam, ada muat kuda. Tapi kemudian kembali ke sini karena tabrak kapalnya mentari di sana. Itu Kapalnya mentari tidak ada lampu na, jadi rusak begini sudah ini kapal. Ini muatan juga mau dikasih turun semua,” jelas Ma wahi, salah satu buruh TKBM yang sedang beraktifitas menurunkan muatan dari KM. Asia Pasifik itu, pada wartawan siang itu.

Yulia, yang merupakan Chip KM. Asia Pasifik, kepada wartawan yang menemuinya di ruang kemudi menjelaskan, pihaknya tidak dapat menghindari terjadinya tabrakan. Dan kerusakan yang dialami Kapal tempatnya bertugas itu, sangat beresiko jika dipaksakan untuk berlayar menuju Surabaya.

“Kapal itu memang tidak terlihat dari jauh, lagi pula gelap dan kapal itu tidak ada tanda atau lampu atau penerangan sama sekali, juga tak ada awaknya. Kami sudah upaya untuk hindari tabrakan tapi sudah terlalu dekat, jadi yaa tidak bisa lagi. Ini rusaknya mungkin akan diperbaiki di sini sementara, dan selanjutnya jika nanti ke Surabaya, bisa diperbaiki lebih lanjut,” jelas Yulia. (ion-ped)

Komentar