Pergi Pukat Ikan Bersama Kawan, Mara Kaja Pulang Membawa Duka

oleh -76 views
Korban Tenggelam

Waingapu.Com – Mara Kaja (32) boleh jadi melaut untuk menghadirkan suka cita bagi orang-orang terkasih dan terdekatnya, saat melaut, Minggu (20/03/2022) lalu. Namun apa daya, alam dan kuasa Sang Khalik berkehendak lain. Pria suku Sabu, yang tinggal di Mauraki, Desa Tana Manang, Kecamatan Pahunga Lodu, Kabupaten Sumba Timur, NTT, itu ‘pulang’ untuk melengkapi duka cita, dia kembali tak bernyawa, Senin (21/02/2022) petang, setelah sebelumnya Perahu Motor Viber yang dipakainya melaut dan memukat ikan, digulung ombak ganas Laut Laindunga. Adapun jazadnya sebelumnya dibawa ke Puskesmas Mangili untuk dilakukan pemeriksaan luar.

Informasi yang diperoleh media ini dari Kapolsek Pahunga lodu Ipda. Fajar E. Cahyono menyebutkan, saat melaut, Mara tidak sendiri namun bersama Dominggus Lay Riwu dan Dule Hela.  “Ketiganya gunakan Perahu Motor Viber lalu melepas pukat sekira jam 21.00 Wita. Saat korban bersama Dominggus dan Dule mau mengangkat Pukat kembali, dan berhasil menggangkat pukat, tiba-tiba ombak datang menghantam perahu mereka sebanyak enam  kali. Akibatnya, perahunya terbalik,“ jelas Fajar. 

Baca Juga:  Ini Yang Akan Dilakukan GBY & ULP Pasca Serahkan Jabatan Bupati & Wabup

Masih papar Fajar, merujuk keterangan Dule, salah satu rekan korban yang selamat, mengaku masih sempat mendengar suara korban meminta tolong.  Namun karena ombak keras dan tinggi, suara korban  tidak lagi terdengar dan kemudian hilang. “Kedua rekannya berjuang walau sempat terseret gelombang, namun kemudian bisa sampai ke pesisir pantai, dan selanjutnya menyampaikan informasi kepada warga dan kerabat korban,” imbuh Fajar. 

Ihwal ditemukan korban, demikian lanjut Fajar lebih jauh setelah dilakukan pencarian bersama warga dengan melibatkan beberap elemen. Penarian dilakukan Senin (21/03/2022) mulai pukul 11:00 WITA.  Basarnas Sumba Timur, Koramil 1601 – 03 Pahunga Lodu,  Polsek setempat juga Sat.Pol Air Sumba Timur. Korban ditemukan sekira pukul 17:15 WITA. “Selepas dari Puskesmas korban kemudian dibawa koleh keluargnaya untuk disemayamkan di rumah duka dan dirundingkan jadwal pemakamannya,” pungkas Fajar (ion)

Baca Juga:  Turun Ke Sumba Timur, Dinkes NTT Rubah Strategi Perangi DBD

Komentar